Thursday, 18 May 2017

hakikat hikmah dari puasa, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah ditanya:

Pertanyaan:
Tidak ragu lagi, sesungguhnya puasa itu memiliki banyak makna yang tinggi lagi agung. Maka kami ingin bertanya Wahai Syaikh yang mulia: Apa hakikat tujuan dari puasa itu?

Jawaban:
Tujuan dari puasa itu adalah mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dan meninggalkan segala syahwat yang biasa dia butuhkan dalam rangka taat kepada Allah dan mengagungkan-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan apa yang disyariatkan-Nya.

Karena Allah Taala menyukai hamba-hamba-Nya untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang dicintai nafsu mereka, dalam rangka taat dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Karena diantara tabiat seorang insan adalah mencintai makan, minum dan berhubungan dengan isterinya.

Maka Allah Azza wa Jalla mewajibkan untuk meninggalkan itu semua di hari-hari puasa dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya, sebagai cobaan dan ujian bagi hamba. Apakah dia mendahulukan rasa cinta kepada Allah atau mendahulukan hawa nafsunya?

Maka jika Allah memberi taufiq kepadanya untuk lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah dan menaati-Nya dan menjaga puasanya dari berbagai apa yang Allah haramkan, maka itu merupakan bukti akan kuatnya iman, keyakinan dan kecintaannya kepada apa yang ada di sisi Allah Azza wa Jalla.

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment