Friday, 31 March 2017

sebab terbesar lenyapnya kekuasaan negara-negara islam, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

وأنت إذا استقرأت الدول الإسلامية وجدت السبب الأعظم في زوال ملكها ترك الدين والتفرق.

"Jika engkau banyak membaca sejarah negara-negara Islam, engkau akan mendapatkan sebab terbesar bagi lenyapnya kekuasaan mereka adalah meninggalkan agama dan berpecah belah."

Baarakallahufiikum

Thursday, 30 March 2017

tidak hanya orang kafir yang dibenci dan dimusuhi, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

وترى كثيرا من الناس يرى العداء فقط والبغض فقط للكفار، أما كل من اعتزى للإسلام فلا بغض له، ما له إﻻ الحب، وله كل الوﻻء ولو كان من أخبث أهل البدع وأضلهم، ولو كان عنده بدعة جهم وبشر المريسي وعمرو بن عبيد وغيرهم من الجهمية والخوراج والمعتزلة والمرجئة وأهل الضلال.

"Engkau melihat banyak orang menilai bahwa permusuhan dan kebencian hanya tertuju kepada orang-orang kafir saja, adapun siapa saja yang mengaku muslim maka tidak boleh membencinya dan mendapatkan loyalitas yang sempurna, walaupun dia termasuk ahli bid'ah yang paling busuk dan paling sesat, walaupun dia memiliki keyakinan bid'ah Jahm (bin Shafwan), Bisyr al-Mirrisy, 'Amr bin 'Ubaid, dan selain mereka dari kalangan Jahmiyyah, Mu'tazilah, Murji'ah, dan orang-orang sesat."

Marhaban Ya Thalibal 'Ilmi, halaman 22-23

Baarakallahufiikum

Wednesday, 29 March 2017

dua jenis syukur, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

الشكر شكران؛ شكر على المطعم، والمشرب، والملبس، وقوت الأبدان، وشكر على التوحيد، والإيمان، وقوت القلوب.

"Syukur ada dua jenis; mensyukuri makanan, minuman, pakaian, dan kekuatan badan, serta mensyukuri tauhid, iman dan asupan hati."

Madarijus Salikin, jilid 2 halaman 182

Baarakallahufiikum

Tuesday, 28 March 2017

bahaya hati yang lalai dari dzikir, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

إذا غفل القلب عن الذكر سـاعة واحـدة، جـثم عليه الشيطـان ووعده ومـنّـاه وشـهّاه، وهـام به في كل واد.

"Jika hati lalai dari dzikir sesaat saja, maka syaithan akan menempatinya, menjanjikan kepadanya janji-janji palsu, memberinya angan-angan, membuatnya lalai, dan akan menyesatkannya ke semua lembah (keburukan) sejauh-jauhnya."

Badaiut Tafsir, jilid 3 halaman 466

Baarakallahufiikum

Monday, 27 March 2017

semangat para ulama terhadap ilmu hingga akhir hayat, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnul Mubarak pernah ditanya:

لو قيل لك لم يبق من عمرك إلا يومٌ ما كنتَ صانعاً؟

"Seandainya dikatakan kepada Anda bahwa umur Anda tinggal sehari saja, apa yang akan Anda lakukan?"

«كنت أُعلّم الناس»

"Saya akan mengajar manusia."

Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam al-Madkhal, jilid 2 halaman 45

Baarakallahufiikum

Sunday, 26 March 2017

caci maki dan celaan adalah tipe argumentasi orang yang licik, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

الشتيمة والوٓقيعة والتهجم عند النقاش حيلة العاجز وبضاعة المفلس، فإن الرد بمجرد الشتم والتهويل لا يعجز عنه أحد.

"Mencaci maki, menjatuhkan kehormatan, dan menyerang ketika diskusi merupakan cara licik untuk berkelit yang dilakukan oleh orang yang tidak bisa menyampaikan hujjah dan merupakan barang dagangan orang yang bangkrut, karena sesungguhnya membantah dengan semata-mata melontarkan caci makian dan ancaman bisa dilakukan oleh semua orang."

Majmu’ul Fatawa, jilid 4 halaman 186

Baarakallahufiikum

Saturday, 25 March 2017

pada isis terdapat keserupaan dengan yahudi dan nashara, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah berkata:

‏الدواعش الذين يدعون الإيمان لأنفسهم دون أهل القبلة من المسلمين لهم نصيب من قوله: ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻦْ ﻳَﺪْﺧُﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻫُﻮﺩًﺍ ﺃَﻭْ ﻧَﺼَﺎﺭَﻯ ﺗِﻠْﻚَ ﺃَﻣَﺎﻧِﻴُّﻬُﻢْ.

"ISIS yang mengklaim bahwa diri mereka saja yang beriman, sementara kaum muslimin selain mereka tidak, mereka mendapatkan bagian dari firman Allah:

ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻦْ ﻳَﺪْﺧُﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻫُﻮﺩًﺍ ﺃَﻭْ ﻧَﺼَﺎﺭَﻯ ﺗِﻠْﻚَ ﺃَﻣَﺎﻧِﻴُّﻬُﻢْ.

"Dan mereka mengatakan: "Tidak akan masuk surga kecuali seorang Yahudi atau Nashara', itulah angan-angan kosong mereka." (QS. al-Baqarah: 111)

Baarakallahufiikum

Friday, 24 March 2017

kebaikan apapun hanya akan diraih dengan pertolongan allah dan keikhlasan, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

«فَمَا لَا يَكُونُ بِاَللَّهِ لَا يَكُونُ، وَمَا لَا يَكُونُ لِلَّهِ لَا يَنْفَعُ وَلَا يَدُومُ»

"Apa saja yang diusahakan tanpa pertolongan Allah maka tidak akan bisa terwujud, dan apa saja yang dilakukan bukan untuk mencari ridha Allah maka tidak akan bermanfaat dan tidak akan berlangsung lama."

Majmu'ul Fatawa, jilid 8 halaman 329

Baarakallahufiikum

Thursday, 23 March 2017

penyimpangan al-ikhwanul muslimun adalah dalam masalah aqidah, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:

الخلاف بيننا وبين الإخوان المسلمين ليس كالخلاف بين الشافعي وأحمد، أو بين مالك وأحمد، الخلاف بيننا وبينهم في العقيدة.

"Perselisihan antara kita dengan al-Ikhwanul Muslimun tidaklah sama dengan perselisihan antara asy-Syafi’iy dan Ahmad (bin Hanbal), atau antara Malik dan Ahmad. Perselisihan antara kita dengan mereka adalah dalam masalah aqidah."

Baarakallahufiikum

Wednesday, 22 March 2017

pentingnya penggolongan dan pengelompokan manusia secara benar dan sportif, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏١- كيف يكون التصنيف مذموما مطلقا؛ والله قسم الناس إلى مؤمنين ومنافقين وكفار، وهذا تصنيف!
فالتصنيف بحق وعدل أمر لا ينكره عاقل ولا يرده منصف.

‏٢- حتى منكري التصنيف يصنفون "المصنفين" في نظرهم، فالحق أن هناك تصنيف صادق، ومن هذا المنطلق صنفت الدول المخالفين إلى: خوارج وإخوان وتكفيريين!

‏٣- الرد على أهل الباطل كالتكفيريين والخوارج والقاعدة والدواعش وغيرها من الفرق الضالة؛ أمر لا بد منه، وهو تصنيف مهم لحماية المسلمين وتحذيرهم.

1- Bagaimana bisa penggolongan manusia dianggap tercela secara mutlak, sementara Allah menggolongkan manusia menjadi orang-orang mu'min, munafiq, dan kafir, dan yang semacam ini merupakan penggolongan. Jadi penggolongan yang dilakukan dengan benar dan adil adalah perkara yang tidak akan diingkari oleh orang yang berakal, dan tidak akan ditolak oleh orang yang adil dan sportif.

2- Bahkan orang-orang yang mengingkari penggolongan mereka sendiri menggolongkan "orang-orang yang suka menggolongkan" dalam pandangan mereka. Jadi yang benar adalah bahwa di sana terdapat penggolongan yang jujur. Dan dari perspektif atau cara menilai semacam inilah negara-negara menggolongkan orang-orang yang suka menentang pemerintah menjadi kelompok Khawarij, al-Ikhwanul Muslimun, dan Takfiriyyun (yang suka mengkafirkan kaum muslimin yang di luar kelompok mereka).

3- Membantah orang-orang yang mengekor kebathilan seperti Takfiriyyun, Khawarij, al-Qaeda, ISIS, dan kelompok-kelompok sesat yang lainnya, merupakan perkara yang harus dilakukan, dan ini termasuk bentuk penggolongan yang sangat penting untuk melindungi kaum muslimin dan memperingatkan mereka dari bahaya kelompok-kelompok tersebut.

Baarakallahufiikum

Tuesday, 21 March 2017

makna yang benar tentang ayat poligami, part 2, rek

Bismillaah

Setelah menjelaskan tentang keshahihan hadits di atas, dan membantah pihak yang menilainya lemah, asy-Syaikh al-Albany berkata:

ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺃﻥ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻵﻳﺔ ﺑﻤﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ، ﻓﻬﻮ ﻣﻤﺎ ﻳﺆﻛﺪ ﺻﺤﺘﻪ.

"Terlebih jumhur ulama berpendapat tentang penafsiran ayat ini, dengan apa yang terdapat dalam hadits yang shahih ini, sehingga hal itu termasuk hal-hal menguatkan keshahihannya."

Kemudian asy-Syaikh al-Albany menukil perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah yang disebutkan dalam Majmu’ul Fatawa jilid 3 hlm. 386 setelah Ibnu Taimiyyah menyebutkan ayat di atas:

ﺃﻱ: ﻻ ﺗﺠﻮﺭﻭﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺴﻢ؛ ﻫﻜﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻠﻒ وﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ. ﻭﻇﻦ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ: ﺃﻥ ﻻ ﺗﻜﺜﺮ ﻋﻴﺎﻟﻜﻢ! ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ: ﻫﺬﺍ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻮﺏ ﻧﻔﻘﺔ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ. ﻭﻏﻠّﻂ ﺃﻛﺜﺮُ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺫﻟﻚ ﻟﻔﻈﺎً ﻭﻣﻌﻨﻰ.

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻠﻔﻆ؛ ﻓﻸﻧﻪ ﻳﻘﺎﻝ: ﻋﺎﻝ ﻳﻌﻮﻝ؛ ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺭ، ﻭﻋﺎﻝ ﻳﻌﻴﻞ؛ ﺇﺫﺍ ﺍﻓﺘﻘﺮ، ﻭﺃﻋﺎﻝ ﻳُﻌﻴﻞ؛ ﺇﺫﺍ ﻛﺜﺮ ﻋﻴﺎﻟﻪ، ﻭﻫﻮ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ‏(ﺗﻌﻮﻟﻮﺍ) ﻟﻢ ﻳﻘﻞ: ﺗُﻌﻴﻠﻮﺍ.

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ؛ ﻓﺈﻥ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﻝ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﺘﺴﺮِّﻱ ﻛﻤﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﺰﻭﺟﺎﺕ، ﻭﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﻓﻘﺪ ﺃﺑﺎﺡ ﻣﻤﺎ ﻣﻠﻜﺖ ﺍﻟﻴﻤﻴﻦ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻋﺪﺩ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻤﻤﻠﻮﻛﺎﺕ ﻻ ﻳﺠﺐ ﻟﻬﻦ ﻗﺴﻢٌ، ﻭﻻ ﻳﺴﺘﺤﻘﻘﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﻃﺄً..."

"Maksudnya: agar kalian tidak zhalim dalam pembagian (giliran bermalam, nafkah, dll), demikian pendapat Salaf dan jumhur ulama. Dan sebagian ulama ada yang menyangka bahwa yang dimaksud adalah: agar orang-orang yang menjadi tanggungan kalian tidak bertambah banyak. Dan mereka mengatakan bahwa ini menunjukkan wajibnya menafkahi istri.

Namun, mayoritas ulama menyalahkan pihak yang berpendapat demikian, baik ditinjau dari sisi lafazh maupun maknanya.

Adapun dari sisi lafazh karena kata (ُعَالَ – يَعُول) maknanya adalah tidak adil. Sedangkan kata (عَالَ – يَعِيلُ) maknanya adalah menjadi miskin. Lalu kata (أَعَالَ – يُعِيلُ) maknanya adalah bertambah orang-orang yang menjadi tanggungannya. Sementara Allah Subhanahu berfirman: (تَعُولُوا) dan tidak berfirman: (تُعِيلُوا).

Adapun kesalahnya ketika ditinjau dari sisi makna, yaitu: karena banyaknya nafkah dan tanggungan bisa terjadi dengan menggauli budak, sebagaimana bisa dengan banyak istri, padahal walaupun dengan menggauli budak bisa menyebabkan bertambahnya tanggungan, Allah membolehkan untuk menggauli budak sesuai yang diinginkan oleh seseorang tanpa batas, karena budak-budak wanita tidak wajib diberi pembagian (giliran bermalam) dan mereka tidak memiliki hak untuk digauli oleh tuannya..."

Lalu asy-Syaikh al-Albany berkata mengakhiri penjelasan hadits di atas:

ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﺧﻼﺻﺔ ﻫﺬﺍ، ﻭﻗﺎﻝ: ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ.

"Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil kesimpulan masalah ini, dan beliau mengatakan, "Dan pendapat yang benar adalah perkataan jumhur."

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata dalam tafsirnya hlm. 189-190:

ﺃﻱ: ﻣَﻦْ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻳﺄﺧﺬ ﺍﺛﻨﺘﻴﻦ ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ، ﺃﻭ ﺛﻼﺛﺎً ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ، ﺃﻭ ﺃﺭﺑﻌﺎً ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ، ﻭﻻ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ؛ ﻷﻥ ﺍﻵﻳﺔ ﺳﻴﻘﺖ ﻟﺒﻴﺎﻥ ﺍﻻﻣﺘﻨﺎﻥ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﻣﺎ ﺳﻤﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺟﻤﺎﻋﺎً؛ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻗﺪ ﻻ ﺗﻨﺪﻓﻊ ﺷﻬﻮﺗﻪ ﺑﺎﻟﻮﺍﺣﺪﺓ، ﻓﺄﺑﻴﺢ ﻟﻪ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺑﻌﺪ ﻭﺍﺣﺪﺓ، ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ ﺃﺭﺑﻌﺎً؛ ﻷﻥ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺑﻊ ﻏﻨﻴﺔ ﻟﻜﻞ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻧﺪﺭ، ﻭﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﺒﺎﺡ ﻟﻪ ﺫﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﺃﻣِﻦ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﺍﻟﺠﻮﺭ ﻭﺍﻟﻈﻠﻢ، ﻭﻭﺛﻖ ﺑﺎﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺤﻘﻮﻗﻬﻦ.
ﻓﺈﻥ ﺧﺎﻑ ﺷﻴﺌﺎً ﻣﻦ ﻫﺬﺍ: ﻓﻠﻴﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻭﺍﺣﺪﺓ، ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﻣﻠﻚ ﻳﻤﻴﻨﻪ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﺴﻢ ﻓﻲ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﻴﻤﻴﻦ.
‏(ﺫَﻟِﻚ) ﺃﻱ: ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺃﻭ ﻣﺎ ﻣﻠﻜﺖ ﺍﻟﻴﻤﻴﻦ:
‏(ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻻ ﺗَﻌُﻮﻟُﻮﺍ) ﺃﻱ: ﺗﻈﻠﻤﻮﺍ.
ﻭﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﻥ ﺗﻌﺮﺽ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻟﻸﻣﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺨﺎﻑ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺠﻮﺭ ﻭﺍﻟﻈﻠﻢ، ﻭﻋﺪﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻮﺍﺟﺐ -ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺒﺎﺣﺎً- ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻌﺮﺽ ﻟﻪ، ﺑﻞ ﻳﻠﺰﻡ ﺍﻟﺴﻌﺔ ﻭﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺍﻟﻌﺒﺪ.

"Maksudnya: siapa yang ingin menikahi dua wanita silahkan, atau tiga silahkan, atau empat silahkan, dan tidak boleh lebih, karena ayat ini disebutkan untuk menjelaskan karunia yang Allah berikan, sehingga tidak boleh melebihi selain yang Allah sebutkan, dan ini merupakan ijma’ para ulama. Dan hal itu karena seorang pria terkadang syahwatnya tidak tercukupi dengan satu istri saja, sehingga diperbolehkan untuknya menambah satu demi satu hingga empat, karena empat istri sudah mencukupi setiap orang kecuali beberapa orang saja.

Namun demikian hal itu hanyalah diperbolehkan bagi orang yang yakin dirinya tidak akan berbuat yang tidak adil dan zhalim, serta yakin akan memenuhi hak-hak mereka.

Jadi, jika dia mengkhawatirkan sebagian dari hal ini maka hendaklah dia membatasi dengan satu istri saja, atau dengan menggauli budak wanita yang dia miliki, karena tidak wajib atasnya untuk untuk memberi pembagian (giliran bermalam, nafkah, dll) untuk budak wanita.

Firman-Nya (ﺫَﻟِﻚ) maksudnya: mencukupkan diri dengan satu istri, atau dengan menggauli budak wanita yang dimiliki, akibatnya adalah:

(ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻻ ﺗَﻌُﻮﻟُﻮﺍ)

Yaitu: agar kalian tidak berbuat zhalim.

Dan dalam makna ayat ini terkandung bahwa perbuatan seorang hamba yang menghadapkan dirinya pada perkara yang dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakadilan dan kezhaliman serta tidak mampu menunaikan kewajiban —walaupun perkara tersebut mubah— adalah perkara yang tidak sepantasnya dia hadapi, bahkan hendaknya dia tetap mengutamakan kelapangan dan keselamatan, karena sesungguhnya keselamatan itu adalah sebaik-baik yang diberikan kepada seorang hamba."

Baarakallahufiikum

Monday, 20 March 2017

makna yang benar tentang ayat poligami, part 1, rek

Bismillaah

Allah Ta’ala berfirman:

ﻓَﺎﻧْﻜِﺤُﻮْﺍ ﻣَﺎ ﻃَﺎﺏَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻣَﺜْﻨَﻰ ﻭَﺛُﻠَﺎﺙَ ﻭَﺭُﺑَﺎﻉَ ﻓَﺈِﻥْ ﺧِﻔْﺘُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮْﺍ ﻓَﻮَﺍﺣِﺪَﺓً ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻜُﻢْ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌُﻮْﻟُﻮْﺍ.

“Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi sebanyak dua, atau tiga, atau empat. Namun jika kalian khawatir tidak bisa berlaku adil, maka nikahilah satu wanita saja, atau gaulilah budak-budak wanita yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat (mudah) bagi kalian untuk tidak berbuat zhalim.” (QS. An-Nisa’: 3)

Tentang ayat di atas, ada yang memaknai seperti berikut:

ﻓَﺎﻧْﻜِﺤُﻮْﺍ ﻣَﺎ ﻃَﺎﺏَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻣَﺜْﻨَﻰ ﻭَﺛُﻠَﺎﺙَ ﻭَﺭُﺑَﺎﻉَ ﻓَﺈِﻥْ ﺧِﻔْﺘُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮْﺍ ﻓَﻮَﺍﺣِﺪَﺓً ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻜُﻢْ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌُﻮْﻟُﻮْﺍ.

“Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi sebanyak dua, atau tiga, atau empat. Namun jika kalian khawatir tidak bisa berlaku adil, maka nikahilah satu wanita saja, atau gaulilah budak-budak wanita yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat bagi kalian untuk tidak menjadi miskin.” (QS. An-Nisa’: 3)

Jadi, maksud orang yang memaknakan seperti ini adalah: dengan berpoligami menjadi sebab agar orang tidak menjadi miskin, dan justru merupakan sebab datangnya rezeki.

Barangsiapa yang memperhatikan makna yang kedua dengan seksama, pasti dia akan menjumpai kejanggalan.

Maka untuk untuk lebih jelasnya bagaimana makna yang benar tentang ayat ini, berikut penjelasan sebagian ulama:

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rahimahullah berkata dalam Silsilah ash-Shahihah jilid 7 hlm. 675-676 hadits no. 3222:

٣٢٢٢. ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ‏(ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌُﻮﻟُﻮﺍ)، ﻗﺎﻝ: ﺃﻥ ﻻ
ﺗﺠﻮﺭُﻭﺍ‏)

ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ "ﺻﺤﻴﺤﻪ" ‏(ﺭﻗﻢ ١٧٣٠ – ﺍﻟﻤﻮﺍﺭﺩ‏)، ﻭﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ ﻓﻲ "ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ" ‏(٢/١٠٤/٢) ﻣﻦ ﻃﺮﻕ ﻋﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺷﻌﻴﺐ ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻌُﻤَﺮﻱ ﻋﻦ ﻫﺸﺎﻡ ﺑﻦ ﻋﺮﻭﺓ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ....

"Tentang firman Allah Ta’ala:

ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌُﻮﻟُﻮﺍ.

Beliau (Rasulullah) bersabda:

أَن لا تَجُورُوا.

"Agar kalian tidak berbuat zhalim (tidak adil)."

Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya no. 1730 dengan penomoran Mawarid azh-Zham’an dan Ibnu Abi Hatim dalam at-Tafsir (2/104/2) dari beberapa jalan dari Abdurrahman bin Ibrahim: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Syu’aib, dari Umar bin Muhammad al-’Umary, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang firman-Nya... dst."

Baarakallahufiikum

Sunday, 19 March 2017

cara menyikapi kesalahan saudaramu, rek

Bismillaah

Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:

إذا رأيتم أخاً لكم زل زلة فسددوه، ووفقوه، وادعوا الله أن يتوب عليه، ولا تكونوا عونا ًللشيطان عليه.

"Jika kalian melihat salah seorang saudara kalian tergelincir, maka luruskanlah, bimbinglah, berdoalah kepada Allah agar memberinya taubat, dan jangan membantu syaithan untuk menghancurkannya!"

Hilyatul Auliya'

Baarakallahufiikum

Saturday, 18 March 2017

pentingnya melenyapkan eksistensi sumber-sumber pemikiran radikalisme, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

سيستمر هذا الفكر ببقاء مصادره ورموزه وقنواته.
اقطع العضو الفاسد ليبرأ الجسد من الداء.
محاربة كتبهم ومصادرهم نجاة للمجتمع.

"Pemikiran ini (radikalisme terorisme Khawarij) akan terus eksis dengan eksistensi sumber-sumbernya, tokoh-tokohnya, dan channel-channel siarannya. Maka potonglah bagian tubuh yang rusak agar tubuh sembuh dari penyakit ini! Dan memerangi buku-buku dan sumber-sumber pemikiran mereka, merupakan keselamatan bagi masyarakat."

Baarakallahufiikum

Friday, 17 March 2017

diantara musibah terbesar, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏من أعظم المصائب أن يسلّم الإنسان عقله لمن يقوده بالباطل، فلا يفكر ولا يناقش ولا يعترض.
وأعظم من ذلك كله: أن يبيع دينه الحق ويتنازل عن عقيدته.

"Termasuk musibah terbesar adalah seseorang menyerahkan akalnya kepada orang yang menggiringnya dengan kebathilan, sehingga dia tidak memikirkan, tidak mendiskusikan, dan tidak bersikap kritis. Dan yang lebih besar dari itu semua adalah: menjual agamanya yang benar dan mengalah dari aqidahnya."

Baarakallahufiikum

Thursday, 16 March 2017

orang-orang yang fanatik kelompok telah menjual akal mereka, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:

‏هربوا من طاعة ولاة الأمر، وهو أمر حثت عليه النصوص.
ووقعوا في طاعة الأحزاب والفرق وهو أمر نهى عنه الشرع.
هكذا حينما تباع العقول وتزيغ وتعطّل.

"Mereka lari dari ketaatan kepada pemerintah, padahal itu (mentaati pemerintah) merupakan perkara yang diperintahkan oleh dalil-dalil yang sangat jelas. Dan mereka justru terjatuh pada ketaatan kepada kelompok dan golongan, padahal itu perkara yang dilarang oleh syari'at. Demikianlah ketika akal-akal dijual, menyimpang, dan tidak digunakan."

Baarakallahufiikum

Wednesday, 15 March 2017

peringatan bagi orang yang suka berjalan bersama ahli bid’ah, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏فإذا ماشيت المُبتدع، ماذا تُريد من الناس؟ أن يظنوا بك أنك ناصر السُّنة؟ لا والله، ما يُظن بك إلا أنك مثلهُ.

"Jika engkau suka berjalan bersama ahli bid’ah, apa yang engkau inginkan dari orang lain? Apakah agar mereka menyangka bahwa dirimu adalah seorang pembela as-Sunnah? Tidak, demi Allah, tidak akan disangka kecuali bahwa engkau semisal dengannya."

Baarakallahufiikum

Tuesday, 14 March 2017

sesuatu yang paling menyejukkan pandangan seorang mu'min, rek

Bismillaah

Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah berkata:

ﻟﻴﺲ ﺷﻲء ﺃﻗﺮ ﻟﻌﻴﻦ اﻟﻤﺆﻣﻦ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﺮﻯ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﺃﻭﻻﺩﻩ ﻣﻄﻴﻌﻴﻦ ﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ.

"Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan pandangan seorang mu'min dibandingkan dia melihat istri dan anak-anaknya dalam keadaan taat kepada Allah Azza wa Jalla."

Tafsir al-Baghawy, jilid 6 halaman 99

Baarakallahufiikum

Monday, 13 March 2017

yang harus dilakukan oleh orang yang tidak mampu mengetahui dalil, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah berkata:

‏المقلد هو العاجز عن معرفة الدليل، فيقلد من عُرف بالعلم والاجتهاد والصلاح، وألا يكون متتبعًا للرخص، مع تحريه للحق في كل مسألة بحسب استطاعته.

"Orang yang taqlid adalah orang yang tidak mampu untuk mengetahui dalil, maka hendaklah dia taqlid kepada seseorang yang dikenal ilmu, ijtihad, dan keshalihannya, dan dalam urusan agama jangan menjadi seseorang yang suka mencari-cari hal-hal yang paling ringan atau yang paling disukai jiwa untuk diamalkan, di samping hendaklah dia berusaha mencari kebenaran dengan kesungguhan dan hati-hati dalam setiap masalah sesuai dengan kemampuannya."

Baarakallahufiikum

Sunday, 12 March 2017

tujuan khawarij adalah meraih kekuasaan, bukan menegakkan islam, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏الخوارج يشابهون الروافض في جعل الخلافة والحكم أساس الدين، فإذا لم توجد خلافة وحكم سقطت الشرائع بزعمهم.

"Khawarij menyerupai Rafidhah dalam hal menjadikan khilafah dan kekuasaan sebagai dasar agama, sehingga jika tidak ada khilafah dan kekuasaan, menurut mereka syari’at gugur."

Baarakallahufiikum

Saturday, 11 March 2017

wajibnya seorang muslim menjaga rahasia dan menutupi aib saudaranya, rek

Bismillaah

Al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

من كان بينه وبين أخيه سِتْر فلا يكشفه.

"Siapa yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat tirai (rahasia), maka jangan mengungkapnya!"

Makarimul Akhlaq, jilid 1 halaman 149

Baarakallahufiikum

Friday, 10 March 2017

tanda-tanda keselamatan seorang hamba, rek

Bismillaah

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

«رحم اللَّه عبدًا قَالَ بالحق واتبع الأثر وتمسك بالسُّنة واقتدى بالصالحين»

"Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mengucapkan kebenaran, mengikuti atsar (riwayat para ulama), berperang teguh dengan as-Sunnah, dan meneladani orang-orang yang shalih."

Thabaqat al-Hanabilah, jilid 1 halaman 36

Baarakallahufiikum

Thursday, 9 March 2017

nasehat umar bin abdul aziz, rek

Bismillaah

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

قد أفلحَ مَنْ عُصِمَ من الهوى، والغَضَب، والطمع.

"Sungguh telah beruntung siapa saja yang dijaga dari kejahatan hawa nafsu, mudah marah, dan ketamakan."

Syarh Shahih al-Bukhary karya Ibnu Baththal, jilid 1 halaman 368

Baarakallahufiikum

Wednesday, 8 March 2017

agar kalian mencari akhirat dengannya, rek

Bismillaah

Utsman Bin Affan radhiyallau' anhu berkata pada salah satu khutbah yang beliau sampaikan di akhir hayatnya :

"Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada kalian itu agar kalian mencari akhirat dengannya, dan tidaklah Allah memberikannya kepada kalian agar kalian condong kepadanya. Sesungguhnya dunia itu akan binasa sementara akhirat itu abadi. Janganlah dunia yang fana ini menjadikan kalian sombong, dan jangan pula menyibukkan kalian dari yang abadi (akhirat).

Dan pilihlah oleh kalian yang abadi daripada yang fana! Karena dunia ini akan putus dan sesungguhnya tempat kembalinya adalah kepada Allah.

Bertakwalah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya takwa kepada-Nya itu adalah benteng pelindung dari siksaan-Nya, dan perantara di sisi-Nya. Dan hati-hatilah kalian dari sifat cemburu dari Allah (Jangan bermaksiat kepadaNya). Berpeganglah kalian dengan jamaah kalian (pemerintah), janganlah kalian menjadi berpartai-partai. (Allah berfirman) :

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًاَ

"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara" (QS. Ali Imran 103)

Al-Bidayah wa An-Nihayah 7/241

Baarakallahufiikum

Tuesday, 7 March 2017

agar seseorang tidak ujub dan tertipu dengan dirinya sendiri, rek

Bismillaah

Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata:

لو لا ستْر الله عزَّ وجلَّ ما جالسَنا أحدٌ.

"Kalau bukan karena Allah Azza wa Jalla menutupi aib-aib kami, niscaya tidak akan ada seorangpun yang mau duduk bersama kami."

Syu’abul Iman, jilid 6 halaman 290

Baarakallahufiikum

Monday, 6 March 2017

seorang wakil tidak berhak atas kembalian transaksi tanpa seizin yang mewakilkannya, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Ali bin Yahya al-Haddady hafizhahullah berkata:

‏حين يرسلك شخص لشراء غرض له فأنت وكيل ليس لك الحق في شيء من ماله، فما بقي منه وجب رده له ولو كان المرسل أباك أو أمك فضلا عن غيرهما، إلا أذن لك.

"Ketika seseorang mengutusmu untuk membeli sebuah barang untuknya, maka engkau adalah sebagai wakilnya, sehingga engkau tidak memiliki hak terhadap hartanya sedikitpun. Jadi apa yang tersisa dari uang tersebut maka wajib mengembalikannya kepadanya, walaupun yang mengutusmu adalah ayahmu atau ibumu, apalagi jika selain keduanya, kecuali jika orang tersebut telah mengizinkan untukmu."

Baarakallahufiikum

Sunday, 5 March 2017

wajib memperingatkan dari bahaya para penipu umat islam, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

الذين يزينون للناس بأساليب القول سواء في العقيدة أو في السلوك، أو في المنهج يجب الحذر منهم.

"Orang-orang yang menjadikan manusia memandang baik sebuah keburukan dengan bersilat lidah, sama saja dalam masalah aqidah, akhlaq, maupun manhaj, maka wajib mewaspadai bahaya mereka."

Majmu’ul Fatawa, jilid 2 halaman 21

Baarakallahufiikum

Saturday, 4 March 2017

lautan darah air mata penduduk neraka, rek

Bismillaah

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻟَﻴَﺒْﻜُﻮﻥَ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺃُﺟْﺮِﻳَﺖِ ﺍﻟﺴُّﻔُﻦُ ﻓِﻲ ﺩُﻣُﻮﻋِﻬِﻢْ ﻟَﺠَﺮَﺕْ، ﻭَﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻴَﺒْﻜُﻮﻥَ ﺍﻟﺪَّﻡَ.

"Sesungguhnya penduduk neraka benar-benar akan menangis, sampai seandainya kapal-kapal dijalankan di atas air mata mereka, niscaya kapal-kapal tersebut akan bisa berlayar, dan sungguh mereka akan menangis dengan mengeluarkan air mata berupa darah."

Shahih al-Jami', no. 2032

Baarakallahufiikum

Friday, 3 March 2017

penyakit penuntut ilmu yang paling buruk

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdus Salam Barjas rahimahullah berkata:

إن أقبح ما تلبّس به طالب العلم من المعاصي -وكلها قبيح-
التكبّر والتّعاظُم والغرور.

"Sesungguhnya kemaksiatan yang menodai seorang penuntut ilmu yang paling buruk –dan semua kemaksiatan buruk– adalah takabbur, merasa besar, dan tertipu."

Awaiquth Thalab, hlm. 23

Baarakallahufiikum

Thursday, 2 March 2017

waspadai orang yang tidak jujur dalam memujimu, rek

Bismillaah

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata:

‏إذا سمعت من يمدحك بما ليس فيك، فلا تأمنه أن يذمك بما ليس فيك.

"Jika engkau mendengar orang lain memujimu dengan hal-hal yang tidak ada pada dirimu, maka engkau tidak bisa merasa aman dari celaannya kepadamu dengan hal-hal yang juga tidak ada pada dirimu."

Baarakallahufiikum

Wednesday, 1 March 2017

orang yang paling banyak hisabnya, rek

Bismillaah

Mu’awiyyah bin Qurrah rahimahullah berkata:

أكثر الناس حسابا يوم القيامة الصحيح الفارغ.

"Manusia yang paling banyak hisabnya pada hari kiamat nanti adalah orang sehat yang banyak menganggur (tidak menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia atau di akhirat)."

Iqtidhaul 'Ilmil 'Amal, halaman 103

Baarakallahufiikum