Wednesday, 30 November 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 1, rek

Bismilaah

Umar bin Khattab berkata pada seseorang yang ingin menceraikan isterinya, "Kenapa kamu ingin menceraikan isterimu?" Dia menjawab, "Karena aku sudah tidak mencintainya." Umar berkata, "Apakah setiap rumah tangga dibangun di atas cinta? Lalu di manakah tanggung jawab dan kehormatan!" (Uyunul Akhbar 3/18)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 29 November 2016

bagaimana membedakan orang yang jujur dan orang yang dusta, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

"Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka."

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, halaman 77

Baarakallahufiikum

Monday, 28 November 2016

medan dakwah bukan lahan untuk mencari rezeki, rek

Bismillaah

Berkata Al-'Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah:

Dan mengemban ilmu tanggung jawabnya besar, bukan untuk mencari rezeki di dunia dan usaha penghidupan serta untuk mendapatkan pekerjaan, hanya saja engkau memikulnya sebagai pewaris para Nabi, maka wajib atasmu untuk mengekor para Nabi dalam mengemban tugas ini, sehingga engkau bangkit berjalan selaras dengannya, tulus karena Allah Tabaraka wa ta'ala dan bagi rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam serta bagi kaum muslimin secara khusus dan secara umumnya, dan:

« من غشنا فليس منا »

"Barangsiapa yang menipu kami maka dia bukan dari golongan kami."

Baarakallahufiikum

Sunday, 27 November 2016

imam dan khatib jum'at oleh dua orang yang berbeda, apa hukumnya, rek

Bismillaah

asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,

Tanya :
"Dalam shalat Jum'at, seseorang melakukan adzan pertama, lalu orang lain lagi adzan kedua. Demikian juga yang bertindak sebagai khatib dalam dua kali khutbah Jum'at oleh seseorang, lalu yang menjadi imam orang lain lagi. Apa hukumnya?"

Jawab :
Hal itu tidak mengapa, walhamdulillah.
Boleh adzan pertama dilakukan oleh satu orang, dan adzan kedua oleh orang lain.
Khutbah oleh seseorang, dan imam oleh orang lain. Itu semua tidak mengapa, walhamdulillah.

Namun YANG LEBIH UTAMA adalah : orang yang bertindak sebagai khatib sekaligus yang bertindak sebagai imam shalat. Yang bertindak sebagai imam shalat sekaligus bertindak sebagai khatib, jika memang hal itu mudah.

Jadi, yang lebih utama adalah imam sekaligus sebagai khatib, sebagaimana praktek Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — dan para Khulafaur Rasyidin.
Namun kalau yang berkhutbah satu orang, dan yang mengimami shalat orang yang berbeda, maka tidak mengapa.

Baarakallahufiikum

Saturday, 26 November 2016

orang yang sedang safar dan tinggal di hotel, apakah harus shalat jum’at di masjid, rek

Bismillaah

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan:
Orang yang sedang safar dan tinggal di hotel untuk empat atau lima hari, apakah harus shalat jama’ah di masjid?

Jawaban:
Apabila ia mendengar adzan, maka mengharuskannya shalat di masjid. Karena ini adalah panggilan umum sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam telah bersabda: "Barang siapa mendengar adzan, namun dia tidak menjawabnya,” dan beliau bertanya: “Apakah engkau mendengar adzan? “Ya,” jawab shahabat. Lantas beliau bersabda: “Maka penuhilah.” dan ini umum pada hak semuanya (yaitu kaum pria). Siapa saja yang memasuki sebuah daerah lalu mukim di dalamnya selama sepekan atau semisal itu lebih banyak atau lebih kurang sementara ia mendengar adzan, maka ia shalat bersama jama’ah.

Adapun bila seseorang itu mendengar adzan, namun ia berada di tempat yang jauh dan tidak ada masjid di sekitarnya, maka tidak wajib atasnya.

Demikian juga dengan orang-orang yang datang ke Mekah dan tinggal bertetangga dengan Masjidil Haram, yang seandainya mereka turun beberapa langkah mereka sudah tiba di masjid, maka wajib atas mereka untuk memenuhi panggilan tersebut (shalat jama’ah di masjid)

Baarkallahufiikum

Friday, 25 November 2016

memberontak pemerintah bersumber dari keyakinan yang rusak, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Bagaimana dengan orang yang memprovokasi untuk memberontak kepada pemerintah dan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan menyempal dari jamaah kaum Muslimin (memberontak kepada pemerintah) bukanlah dengan cara melakukan demonstrasi dan mengemukakan pendapat. Tetapi yang dimaksud dengan pemberontakan yang diperingatkan oleh syari’at agar dijauhi adalah pemberontakan bersenjata?

Jawaban:
Pemberontakan ada beberapa macam, diantaranya adalah pemberontakan dengan ucapan. Ini juga merupakan salah satu jenis pemberontakan jika dengan ucapan tersebut memprovokasi dan menganjurkan untuk memberontak kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk pemberontakan walaupun tidak membawa senjata. Bahkan terkadang ini lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. Orang yang menyebarkan pemikiran Khawarij dan menganjurkannya maka dia lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. 

Pemberontakan bisa juga dilakukan dengan hati, yaitu jika seseorang tidak meyakini kekuasaan pemerintah dan tidak meyakini kewajiban yang ditetapkan oleh syari’at terhadapnya (taat dalam perkara yang ma’ruf dan tidak memberontak) dan membenci pemerintah. Semacam ini merupakan pemberontakan dengan hati. Jadi pemberontakan itu bisa dengan hati, niat (untuk memberontak), dengan ucapan, dan juga dengan senjata.

Baarakallahufiikum

Thursday, 24 November 2016

bahaya memata-matai orang lain, rek

Bismillaah

Bertanya pada anak-anak untuk mengetahui rahasia-rahasia dirumahnya.
Itu termasuk tajassus (memata-matai) yang diharamkan dan termasuk mencari-cari aib-aib kaum muslimin.

Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata:

"Barang siapa yang mendengarkan pembicaraan terhadap suatu kaum, dalam keadaan mereka tidak suka dengan pembicaraan itu, akan dituangkan ke dalam dua telinganya tembaga yang dipanaskan hingga cair pada hari kiamat". (HR. Bukhary)

Imam Ash-Shan'ani rahimahullah berkata :

"Termasuk mendengarkan pembicaraan di sini adalah menanyakan kabar kepada anak kecil penghuni rumah tentang apa dilakukan oleh tetangganya dan apa yang mereka ucapkan." (Subulus-Salam 4/568)

Dikatakan : "Termasuk itu juga, bertanya kepada anak kecil yang tidak berdosa dari kalangan murid laki-laki dan perempuan tentang perkara-perkara khusus yang terjadi di rumah mereka."

Sumber || Channel Fatawa Ahlil Ilmi Ats-Tsiqaat.

Baarakallahufiikum

Wednesday, 23 November 2016

demonstrasi bukan jihad, jangan tertipu, rek

Bismillaah

Perhatikanlah, semoga Allah memberimu taufik dan setiap perkara butuh kepada taufik.

Pertanyaan: Apakah para penolong Imam Ahmad tidak mampu untuk menolong Beliau dengan melakukan berbagai demonstrasi?!

Berapa jumlah pelayat yang mengiringi jenazah al-Imam Ahmad?

Al-Hafizh Abu Zur'ah menyebutkan bahwa jumlah mereka mencapai Dua setengah juta (2,5 juta) manusia.

Al-Hafizh 'Abdul Wahhab al-Warraq berkata: "Tidak pernah sampai kepada kami baik di masa jahiliyah ataupun di masa Islam, kumpulan manusia yang mengiringi sebuah jenazah yang lebih besar dari pada kumpulan manusia yang berkumpul mengiringi jenazah Imam Ahmad."

Ibnu Hatim berkata: "Saya mendengar bahwa di hari meninggalnya Ahmad bin Hanbal ada dua puluh ribu orang dari kalangan Yahudi, Nashrani, dan Majusi yang telah masuk Islam."
["Al-Bidayah wan Nihayah" karya Ibnu Katsir (10/342)]

⁉Dan pertanyaannya di mana mereka ini pada hari di mana Imam Ahmad disiksa, dipenjara, dan dilarang mengajar karena sebab akidah shahihah yang senantiasa beliau seru kepadanya?

⁉Di mana mereka dari penyatuan akidah dan penetapan ketinggian Allah di atas makhluk-Nya?!

⁉Di mana mereka dari jutaan manusia yang menghapus bid'ah khalqil Qur'an (keyakinan yang mengatakan bahwa al-Qur'an itu makhluk) dan melengserkan al-Watsiq?!

⁉Di mana mereka dari DEMONTRASI membela Imam al-Mubajjal Ahmad bin Hanbal?!

Mereka TIDAK melakukannya karena sungguh beliau telah mengajari mereka Manhaj para Nabi. Pada hari di mana para fuqaha berkumpul di sisi Beliau (untuk merencakan pemberontakan), beliau mengatakan:

عليكم بالإنكار في قلوبكم ولا تخلعوا يداً من طاعة ولا تسفكوا دماءكم ودماء المسلمين معكم وانظروا في عاقبة أمركم واصبروا حتى يستريح بر ويستراح من فاجر .

"Wajib bagi kalian mengingkari (kejahatan penguasa) di dalam hati-hati kalian, Namun kalian jangan mencabut tangan dari ketaatan (memberontak kepada penguasa), Jangan kalian tumpahkan darah-darah kalian dan darah-darah kaum muslimin bersama kalian, Pertimbangkanlah akibat kesudahan perkara kalian, dan bersabarlah hingga orang yang baik itu beristirahat (dengan kematiannya dari kesibukan dunia dan penderitaannya), dan berisitirahatlah manusia dari kejahatan orang yang fajir (dengan kematiannya).

Beliau juga berkata: " Ini (memberontak kepada penguasa) tidaklah benar, Ini menyelisihi atsar".

[al-Adab asy-Syar'iyyah" karya Ibnu Muflih (1/195) dan "as-Sunnah" karya al-Khallal (133)]

Baarakallahufiikum

Tuesday, 22 November 2016

makna salafy bukan berarti ma'shum, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

ﻟﻴﺲ ﻣﻌﻨﻰ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﺄﻧﻪ ﺳﻠﻔﻲ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﻊ ﻣﻨﻪ ﺧﻄﺄ ﺃﻭ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺃﻭ ﺗﻘﺼﻴﺮ، ﻓﻜﻞ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺧﻄﺎﺀ. ﻧﺤﻦ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﺳﻠﻔﻲ ﻭﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﻣﻌﺼﻮﻡ.

"Bukanlah makna seseorang disebut salafy (orang yang mengikuti jejak salaf atau pendahulu yang shalih -pent) berarti dia tidak pernah melakukan kesalahan, tidak pernah menyelisihi kebenaran, atau tidak memiliki kekurangan. Semua anak Adam banyak melakukan kesalahan. Jadi kita mengatakan bahwa dia seorang salafy, dan kita tidak mengatakan bahwa dia ma'shum."

Baarakallahufiikum

Monday, 21 November 2016

sikap yang tepat kepada para ulama, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

إﺣﺘﺮﺍﻡ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻭﺗﻘﺪﻳﺮﻫﻢ ﻭﺗﻮﻗﻴﺮﻫﻢ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ، ﻻ ﺗﻘﺪﻳﺴﻬﻢ ﺑﺤﻴﺚ ﺇﻧﻚ ﺗﺘﻌﺎﻣﻞ ﻣﻌﻬﻢ ﻭﻛﺄﻥ ﻛﻼﻣﻬﻢ ﺷﺮﻉ ﻣﻨﺰﻝ، ﺃﻭ ﺃﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺨﻄﺆﻭﻥ، ﺑﻞ ﻫﻢ ﺑﺸﺮ، ﻳﻌﺘﺮﻳﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﻌﺘﺮﻱ ﺍﻟﺒﺸﺮ، ﻭﻋﻠﻤﻬﻢ ﻣﻬﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﻣﺤﺪﻭﺩ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻌﺮﻑ ﺷﻴﺨﻚ ﺟﺎﻟﺲ ﺷﻴﺨﺎً ﻏﻴﺮﻩ.
ﻓﺪﻉ ﻋﻨﻚ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻄﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﺍﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺗﻨﻘﺺ ﻗﺪﺭ ﺷﻴﺨﻚ ﻭﻻ ﺗﻘﺪﺳﻪ.

"Memuliakan para masyayikh dan menghormati mereka adalah sikap yang dituntut, bukan mengkultuskan mereka dengan cara engkau menyikapi mereka seakan-akan perkataan mereka adalah syari'at yang diturunkan dari langit, atau meyakini bahwa mereka tidak pernah keliru. Bahkan mereka adalah manusia biasa, menimpa mereka apa yang menimpa manusia, dan ilmu mereka betapapun tingginya tetaplah terbatas. Dan jika engkau ingin mengetahui tingkat keilmuan gurumu maka duduklah mengambil ilmu kepada guru yang lain. Jadi tinggalkan sikap-sikap yang tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu, bertakwalah kepada Allah dan jangan merendahkan kemuliaan gurumu, namun juga jangan mengkultuskannya."

Baarakallahufiikum

Sunday, 20 November 2016

meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup, rek

Bismillaah

Al-Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah

Pertanyaan :Apakah meminta doa dari muslim yang mana saja itu terlarang?

Jawaban : Saya tidak mengetahui adanya larangan dari perbuatan ini. Karena telah datang bukan cuma satu orang, (minta didoakan) kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Maka datanglah seorang yang buta itu, lalu ia berkata : "Wahai Rasulullah berdoalah kepada Allah untuk saya."

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak mengingkarinya. Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mendoakan lebih dari seorang. Maka saya tidak melihat ada larangan akan hal ini.

Akan tetapi tidak sepantasnya bagi seorang untuk bersandar kepada doanya seseorang. Karena Allah berfirman dalan kitab-Nya yang Mulia :

وَقَالَ رَبُّكُـمْ ٱدْعُونِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Rabb kalian berfirman: "Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. "(QS.Ghafir 6)

Dia juga berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنّي فَإِنّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِى وَلْيُؤْمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah sesungguhnya Aku itu dekat, Aku mengabulkan doanya orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaknya mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka terbimbing diatas kebenaran (QS. Al-Baqarah 186).

Adapun meminta doa, maka saya tidak melihat ada larangan dalam meminta doa kepada seorang laki-laki yang shalih.

Sumber : Channel Fatawa Ahlul ilmi Ats-Tsiqaat

Baarakallahufiikum

Saturday, 19 November 2016

mengikuti rasulullah dengan sebenarnya, rek

Bismillaah

al-'Allamah al-Muhaddits Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

"Namun hakekat ittiba' yang benar adalah kita mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah - 'alaihi ash-Shalatu wa as-Salam -, sehingga perbuatan kita sesuai dengan perbuatan Rasulullah, baik pada hakekat maupun bentuknya.

Sesuai dalam hal niat dan sesuai pula dalam hal bentuk pelaksanaan.

Kita tidak bisa menjadi seorang yang ber-ittiba' kecuali apabila kondisinya seperti itu."

Marhaban Ya Thalib al-'Ilmi, 363

Baarakallahufiikum

Friday, 18 November 2016

jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, rek

Bismillaah

Berkata As-Syaikh Shaleh bin Fawzan Al-Fawzan hafizhahullah ta'ala:

Maka rumah yang tidak ditegakkan shalat sunnah padanya, tidak disebutkan dzikir di dalamnya, ini seperti kuburan, لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ , dan bagaimana jika rumah tersebut dipenuhi dengan kemaksiatan dan nyanyian serta lantunan alat musik, juga kegaduhan yang menyesakkan?!

Bagaimana keadaan rumah ini dan penghuninya?! Namanya rumah wajib untuk mendapatkan perhatian karena dia merupakan tempat pendidikan keluarga yang mereka akan lulus darinya maka wajib untuk memberikan perhatian kepadanya, dan memakmurkannya dengan dzikir kepada Allah, seorang insan harusnya menjadikan shalat sunnahnya di dalamnya, shalat malam di rumahnya, dia terangi rumahnya dengan dzikir kepada Allah, dan tidak menjadikannya seperti kuburan yang kosong dari amal, bahkan terkadang dipenuhi dengan amalan buruk, لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ , jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan.

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Syarh "Kitab At-Tauhid", kaset no. [1].

Baarakallahufiikum

Thursday, 17 November 2016

yuk ta'lim, rek

Bismillaah

Berkata Al-'Allamah As-Syaikh Shaleh Al-Fawzan hafizhahullah wa ra'ah:

Maka tidak boleh bagi seorang insan untuk bermalas-malasan dalam menghadiri majelis-majelis ilmu dan berupaya menghadirinya karena terkadang dia akan mendapatkan sebuah faedah yang dapat menjadi sebab dia masuk ke dalam surga.

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Syarh Al-Muntaqa (1/39).

Baarakallahufiikum

Wednesday, 16 November 2016

bahaya ahli bid'ah dan orang yang terfitnah dengan pemahaman agama yang menyimpang, rek

Bismillaah

Isma'il bin Ubaidillah rahimahullah berkata:

لا تُجالِسْ ذا بدعة فَيُمْرِضَ قَلْبَكَ، ولا تُجالِسْ مَفْتوناً فإنه مُلَقّنٌ حُجَّته.

"Jangan duduk bermajelis dengan orang yang memiliki bid'ah, karena hatimu akan sakit, dan jangan duduk bermajelis dengan dengan orang yang terfitnah, karena dia akan menanamkan syubhatnya kepada orang lain."

Al-Ibanah, jilid 2 halaman 443

Baarakallahufiikum

Tuesday, 15 November 2016

bahaya bermajelis dengan ahli bidáh, rek

Bismillaah

Al-Imam Abu Qilabah Abdullah bin Zaid al-Jarmy hafizhahullah berkata:

‏لا تجالسوا أهل الأهواء، فإنكم إن لم تدخلوا فيما دخلوا فيه لبَّسوا عليكم ما تعرفون.

"Jangan duduk bermajelis dengan para pengekor hawa nafsu, karena sesungguhnya jika kalian belum pernah masuk (mengetahui) perkara-perkara (kesesatan) yang telah mereka masuki, mereka akan melemparkan kerancuan terhadap kebenaran yang kalian ketahui."

Al-Ibanah, jilid 2 halaman 437

Baarakallahufiikum

Monday, 14 November 2016

cara yang salah dalam menyikapi perselisihan, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏من الناس من يجعل الاختلاف في الرأي الذي يسوغ فيه الاجتهاد سببا للفرقة والشتات، حتى إنه ليضلل أخاه بأمر قد يكون فيه هو الضال.

"Sebagian orang ada yang menjadikan perbedaan pendapat yang boleh berijtihad padanya sebagai sebab perpecahan dan permusuhan, bahkan sampai ada yang memvonis saudaranya telah sesat dengan sebab sebuah perkara yang bisa jadi dia yang tersesat padanya."

Asy-Syarhul Mumti', jilid 5 halaman 136

Baarakallahufiikum

Sunday, 13 November 2016

cara menjaga as sunnah, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

حفظ السنة بالدفاع عنها والرد على شبهات أهل البدع»

"Menjaga as-Sunnah adalah dengan membelanya dan membantah syubhat-syubhat ahli bid'ah."

Majmu'ul Fatawa, jilid 2 halaman 143

Baarakallahufiikum

Saturday, 12 November 2016

berlapang dada, rek

Bismillaah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

Demikianlah dan aku dalam kelapangan dada bagi siapa pun yang berseberangan dengan aku maka sejatinya sekalipun dia melampaui batasan-batasan Allah tentang aku dengan takfir (pengkafiran) atau tafsiq (pemfasikan) atau kedustaan atau ashobiyyah jahiliyah (fanatisme jahiliyah); maka aku tidak akan melampaui batas-batas Allah padanya.

Bahkan aku akan memastikan apa yang aku ucapkan dan aku perbuat serta aku akan menimbangnya dengan timbangan keadilan, dana aku jadikan ia mengikuti Al-Kitab yang telah Allah turunkan dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pemberi keputusan tentang apa yang mereka perselisihkan. »

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Majmu' Al-Fatawa (3/245).

Baarakallahufiikum

Friday, 11 November 2016

menjaga kenikmatan dengan meninggalkan dosa, rek

Bismillaah

Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah ta'ala:

Karena senyatanya dosa-dosa akan menghilangkan berbagai kenikmatan dan itu pasti sehingga tidaklah seorang hamba berbuat dosa dengan satu dosa melainkan hilang darinya satu kenikmatan dari Allah sesuai dengan kadar dosa tersebut,

dan jika dia bertaubat serta rujuk maka kembali pula (kenikmatan) kepadanya atau semisalnya, namun jika dia terus menerus (dalam kemaksiatan) maka kenikmatan tidak akan kembali kepadanya dan tentunya dosa-dosa akan selalu menghilangkan darinya satu kenikmatan hingga dicabut kenikmatan seluruhnya. Allah ta'ala berfirman:

(إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ ) [سورة الرعد 11]

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [QS. Ar-Ra'ad: 11]

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Thariq Al-Hijratain (1/270-271).

Baarakallahufiikum

Thursday, 10 November 2016

orang-orang kafir tidak akan pernah mengalahkan umah islam, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏لم تنتصر النصارى قط على جميع المسلمين، وإنما تنتصر على طائفة من المسلمين بسبب ذنوبهم، ثم يؤيد الله المؤمنين عليهم.

"Nashara tidak akan pernah menang terhadap semua kaum muslimin sama sekali, tetapi hanya menang terhadap sebagian kelompok kaum muslimin disebabkan dosa-dosa mereka, kemudian Allah akan menolong orang-orang yang beriman untuk mengalahkan mereka."

Al-Jawab ash-Shahih, jilid 2 halaman 266

Baarakallahufiikum

Wednesday, 9 November 2016

kapan menjamak dan mengqashar shalat ketika safar, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Kami beberapa orang keluar ke daratan untuk tamasya dan mencari kam’ah (terfezia, sejenis jamur untuk pengobatan), dan terkadang kami keluar hanya untuk tamasya saja, sedangkan tempat wisata tersebut dekat dengan negeri kami sejarak 80 km, dan terkadang kami hanya meninggalkan daerah sejauh 10 km dan di sore hari kami sudah pulang, maka apakah boleh bagi kami untuk menjamak dan mengqashar, atau hanya mengqashar tanpa menjamak, atau semuanya tidak boleh bagi kami, sehingga kami harus mengerjakan semua shalat pada waktunya? Jelaskan kepada kami, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban: Jika seorang muslim melakukan safar sejauh 80 km atau lebih dalam rangka tamasya atau berburu atau hal-hal yang mubah lainnya, maka disyariatkan baginya untuk mengqashar dengan meringkas shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at, dan boleh baginya untuk menjamak shalat zhuhur dengan ashar serta maghrib dengan isya’, boleh jamak taqdim atau jamak ta’khir, sesuai dengan apa yang dia pandang lebih nyaman baginya.

Namun, jika dia turun dari kendaraan untuk beristirahat maka tidak menjamak lebih afdhal, jadi dia mengerjakan semua shalat pada waktunya dengan tetap boleh untuk mengqashar, karena Nabi shallallahu alaihi was sallam dahulu pada semua safar beliau kebiasaan beliau adalah mengerjakan shalat zhuhur dua raka’at dan shalat ashar dua raka’at dan isya’ dua raka’at, dan beliau menjamak jika sedang dalam perjalanan.

Adapun jika beliau sedang tidak dalam perjalanan dan tinggal sementara di sebuah tempat, maka seringnya beliau tidak menjamak, sehingga beliau mengerjakan semua shalat pada waktunya. Hal itu sebagaimana yang beliau lakukan pada Haji Wadda’ ketika beliau tinggal beberapa hari di al-Abthah dan Mina, di mana beliau mengerjakan semua shalat pada waktunya dan tidak menjamak. Ini adalah yang terakhir yang diriwayatkan dari beliau shallallahu alaihi was sallam, dan terdapat riwayat yang shahih bahwa beliau menjamak pada perang Tabuk dalam keadaan beliau tidak sedang dalam perjalanan, itu kejadiannya pada tahun 9 H. Hanya Allah saja yang memberi taufiq.

Sumber || http://www.binbaz.org.sa/fatawa/4630

Baarakallahufiikum

Tuesday, 8 November 2016

wajib menolong dan membela orang yang terzhalimi, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

ﻻ ﺧﻴﺮ ﻓﻴﻨﺎ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻧﻨﺼﺮ ﺍﻟﻤﻈﻠﻮﻡ ﻭﻧﺪﻓﻊ ﻋﻨﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻛﺎﻓﺮﺍ ﻓﻀﻼ ﻋﻦ ﻋﺎﻟﻢ ﺳﻠﻔﻲ.

"Tidak ada kebaikan pada diri kita jika kita tidak menolong orang yang terzhalimi dan tidak membelanya, bahkan sekalipun orang yang terzhalimi tersebut kafir, apalagi jika dia seorang ulama salafy."

Majmu'ur Rasail, jilid 9 hlm. 502

Baarakallahufiikum

Monday, 7 November 2016

laba terbesar, rek

Bismillaah

Berkata Ibnul Qayyim رَحِمَهُ اللهُ :

أعظم الرِّبْح فِي الدُّنْيَا أَن تشغل نَفسك كل وَقت بِمَا هُوَ أولى بهَا وأنفع لَهَا فِي معادها

"Laba terbesar didunia adalah ketika Engkau menyibukkan dirimu dalam setiap waktu dengan sesuatu yang lebih utama dan lebih bermanfaat untuk kehidupan akhiratmu."

Al-Fawaa-id:31

Baarakallahufiikum

Sunday, 6 November 2016

munculnya tikus di rumah pun akibat dosa, rek

Bismillaah

Al-Imam al-Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata:

إني لأعصي الله فأعرف ذلك في خلق حماري وخادمي وامرأتي وفأر بيتي.

"Sungguh aku benar-benar bermaksiat kepada Allah lalu aku mengetahui hal itu berakibat pada berubahnya perilaku keledai tungganganku, pembantuku, istriku, dan munculnya tikus di rumahku."

Al-Bidayah wan Nihayah, jilid 1 hlm. 215

Baarakallahufiikum

Saturday, 5 November 2016

tidak semua ucapan orang yang sesat perlu untuk ditanggapi, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary hafizhahullah berkata:

‏من فقه الأئمة: أنَّهم لا يردُّون على كلِّ أحد إلا من استحقَّ ذلك.

"Termasuk dalamnya pemahaman para imam Ahlus Sunnah adalah mereka tidak membantah semua orang kecuali yang layak untuk dibantah."

Al-Imam al-Ajurry rahimahullah berkata:

«سكوتك عنهم وهجرتك لما تكلموا به أشد عليهم من مناظرتك لهم»

"Engkau mendiamkan mereka dan menjauhi apa yang mereka bicarakan, hal itu lebih menyakitkan mereka dibandingkan dengan engkau mendebat mereka."

Asy-Syari'ah, jilid 1 hlm. 451

Baarakallahufiikum

Friday, 4 November 2016

seorang hamba tidak akan bisa menunaikan kewajibannya terhadap allah dengan semestinya, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏فإن العبد لو اجتهد مهما اجتهد لا يستطيع أن يقوم لله بالحق الذي أوجبه عليه، فما يسعه إلا الاستغفار والتوبة عقيب كل طاعة.

"Sesungguhnya seorang hamba walaupun dia bersungguh-sungguh betapapun kesungguhannya, dia tidak mampu untuk menunaikan kewajibannya terhadap Allah sesuai yang Dia wajibkan atasnya, maka tidak ada pilihan baginya kecuali istighfar dan taubat setiap selesai melakukan sebuah ketaatan."

Majmu'ul Fatawa, jilid 10 hlm. 580

Baarakallahufiikum

Thursday, 3 November 2016

pengusir syaitan, rek

Bismillaah

Berkata Al-Allamah Abdul Aziz Bin Baaz رَحِمَهُ اللهُ :

كثرة القراءة للقرآن، وكثرة الذكر، والتسبيح، والتهليل، والاستغفار
من أسباب طرد الشيطان .

"Banyak membaca Al-qur'an, banyak berdzikir, bertasbih, bertahlil, dan beristighfar, termasuk diantara sebab- sebab terusirnya syaitan."

Nur Alad Darb:19507

Baarakallahufiikum

Wednesday, 2 November 2016

kapan daulah islamiyyah akan berdiri, rek

Bismillaah

asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

"Apabila as-Sunnah dan Manhaj Salaf memimpin para muda umat, maka pasti akan tegaklah Daulah (negara) Islam."

al-Ijabaat al-Jaliyyah 'an al-Qadhaya al-Manhajiyyah, 21

Baarakallahufiikum

Tuesday, 1 November 2016

meraih kemuliaan dengan al-qur'an tidak cukup dengan menghafalnya saja, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏من ارتفع بالقرآن رفعه الله -تبارك تعالى- لا بمجرد الحفظ، وإنما بالفهم الصحيح والعمل الصادق الجاد.

"Siapa yang berusaha meraih kemuliaan dengan al-Qur'an maka Allah Tabaraka wa Ta'ala akan meninggikan derajatnya, namun hal itu tidak cukup hanya dengan menghafal saja, tetapi dengan memahami secara benar dan mengamalkan dengan jujur dan serius."

Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hlm. 159

Baarakallahufiikum