Monday, 26 September 2016

peringatan bagi para imam masjid, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

ﻭﻫﻲ ﻓﺘﻨﺔ؛ ﻟِﻤَﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻑ ﻭﺍﻟﺮﺋﺎﺳﺔ، ﺣﺘﻰ ﺭُﺑَّﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻃﻠﺒُﻬﺎ ﻣﺜﻞ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻮﻻﻳﺎﺕِ ﻭﺍﻹﻣﺎﺭﺍﺕِ، ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺍﻟﻌﻠﻮ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ؛ ﻭﻫﺬﺍ ﻣُﻀِﺮٌّ ﺑﺎﻟﺪِّﻳﻦ، ﻭﻗﺪ ﺭَﻭﻯ ﻛﻌﺐ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻨﻪ ﷺ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ:
«ﻣﺎ ﺫِﺋْﺒﺎﻥِ ﺟﺎﺋﻌﺎﻥِ ﺃُﺭْﺳِﻼ ﻓﻲ ﻏﻨَﻢٍ ﺑﺄﻓﺴَﺪَ ﻟﻬﺎ ﻣِﻦ ﺣِﺮﺹِ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺎﻝِ ﻭﺍﻟﺸﺮَﻑ ﻟِﺪِﻳﻨِﻪ»
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ: ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴَﻦ ﺻﺤﻴﺢ.
ﻭﻷﻧﻪ ﻳُﺨﺎﻑ ﻋﻠﻰ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﺍﻧﺘﻔﺎﺧُﻪ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺍﺧﺘﻴﺎﻟُـﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳُﻔﺘﻦ ﺑﺎﺷﺘﻬﺎﺭﻩ؛ ﻭﻟﺬﻟﻚ ﺻﻠّﻰ ﺣﺬﻳﻔﺔُ ﺑﻦ ﺍﻟﻴﻤﺎﻥ ﻣﺮﺓ ﺇﻣﺎﻣًﺎ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: ﻟﺘﺼﻠُﻦّ ﻭُﺣﺪﺍﻧًﺎ، ﺃﻭ لَتَـلتَمِسُنَّ ﻟﻜﻢ ﺇﻣﺎﻣًﺎ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺈﻧﻲ ﻟﻤّﺎ ﺃَﻣَﻤﺘُﻜﻢ ﺧُﻴِّﻞ ﺇﻟﻲَّ ﺃﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻜﻢ ﻣِﺜﻠﻲ.

"Hal itu (menjadi imam shalat) merupakan fitnah (ujian) karena padanya terdapat bagian kemuliaan dan kepemimpinan, hingga terkadang memintanya seperti meminta kekuasaan yang hal itu termasuk menginginkan ketinggian di muka bumi, dan ini merupakan perkara yang membahayakan agama, karena Ka'ab bin Malik telah meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi was sallam bahwa beliau bersabda:

«ﻣﺎ ﺫِﺋْﺒﺎﻥِ ﺟﺎﺋﻌﺎﻥِ ﺃُﺭْﺳِﻼ ﻓﻲ ﻏﻨَﻢٍ ﺑﺄﻓﺴَﺪَ ﻟﻬﺎ ﻣِﻦ ﺣِﺮﺹِ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺎﻝِ ﻭﺍﻟﺸﺮَﻑ ﻟِﺪِﻳﻨِﻪ»

"Dua ekor serigala yang lapar yang dilepas pada seekor kambing tidaklah lebih merusak dibandingkan kerusakan terhadap agama seseorang akibat ambisinya untuk meraih harta dan kedudukan."

At-Tirmidzy mengatakan, "Hadits ini hasan shahih."

Juga karena dikhawatirkan dengan sebab itu orangnya akan merasa besar kepala dan menyombongkan diri serta akan terfitnah karena ketenarannya. Oleh karena itulah Hudzaifah bin al-Yaman pernah sekali menjadi imam shalat, lalu dia berkata:

ﻟﺘﺼﻠُﻦّ ﻭُﺣﺪﺍﻧًﺎ، ﺃﻭ لَتَـلتَمِسُنَّ ﻟﻜﻢ ﺇﻣﺎﻣًﺎ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺈﻧﻲ ﻟﻤّﺎ ﺃَﻣَﻤﺘُﻜﻢ ﺧُﻴِّﻞ ﺇﻟﻲَّ ﺃﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻜﻢ ﻣِﺜﻠﻲ.

"Hendaklah kalian mengerjakan shalat sendiri-sendiri atau mencari imam selain saya, karena ketika saya mengimami kalian, sungguh dikhayalkan kepada saya bahwa diantara kalian tidak ada yang semisal dengan saya."

Syarh Umdatul Fiqh, jilid 2 hlm. 142

Sumber || https://telegra.me/ebrahimtamimi

No comments:

Post a Comment