Saturday, 31 December 2016

fitnah-fitnah akan menyaring orang yang tidak jujur mencari kebenaran, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah berkata:

ﻓﺈﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻗﺪ ﻓﻀﺤﺖ ﺧﻠﻘﺎ ﻛﺜﻴﺮا ﻭﻛﺸﻔﺖ ﺃﺳﺘﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﺃﺻﻮﻝ ﻗﺒﻴﺤﺔ.

"Sesungguhnya berbagai fitnah dan hawa nafsu telah membongkar kedok sekian banyak orang dan menyingkap tirai yang menutupi prinsip-prinsip mereka yang buruk."

Al-Ibanah al-Kubra, jilid 2 halaman 596

Baarakallahufiikum

Friday, 30 December 2016

kebanyakan manusia hanya menjadikan al-qur'an sebagai barang simpanan, rek

Bismillaah

Adh-Dhahhak bin Makhlad rahimahullah berkata:

«يأتي على الناس زمان يعلّقون المصحف حتى يعشش فيه العنكبوت لا ينتفع بما فيه»

"Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana mereka akan meletakkan mushaf al-Qur'an begitu saja sehingga menjadi sarang laba-laba dan mereka tidak mengambil manfaat dari kandungannya."

Jami' Bayanil 'Ilmi, jilid 3 halaman 1023

Baarakallahufiikum

Thursday, 29 December 2016

posisi kedua tangan ketika berdo'a, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

"Wajib didalam tatacara memposisikan kedua tangan dalam berdoa adalah merapatkan kedua tangan tersebut. Layaknya seseorang yang sedang berkebutuhan meminta sesuatu.

Adapun dengan cara merenggangkan kedua tangan hingga berjauhan, aku tidak mengetahui adanya dasar hukum untuk itu, dari Sunnah ataupun dari penjelasan para Ulama".

Baarakallahufiikum

Wednesday, 28 December 2016

kewajiban seorang salafy, rek

Bismillaah

al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

"... Barangsiapa menyatakan atau menisbahkan diri kepada Salaf, maka dia harus membuktikan penamaan dan penisbahan tersebut. Yaitu dengan merealisasikan manhaj Salaf dalam keyakinan, ucapan, dan amal, serta dalam muamalah kesehariannya. Sehingga dia menjadi salafy yang sesungguhnya, dan menjadi teladan yang baik dalam merealisasikan madzhab Salafush Shalih.

Maka barangsiapa meninginkan manhaj ini, wajib atasnya untuk mengenal dan mempelajarinya, serta mengamalkannya pada dirinya sendiri pertama kali. Lalu dia mengajak (berdakwah) orang lain agar mau mengikuti manhaj ini dan menjelaskannya kepada mereka.

Inilah jalan keselamatan, inilah jalannya al-Firqatu an-Najiyah, Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yaitu setiap orang yang berada di atas prinsip seperti prinsip yang Rasulullah — shallallahu 'alahi wa sallam — dan para shahabatnya berada di atasnya. Sabar dan kokoh di atas prinsip tersebut. Tidak ikut menyimpang bersama dengan datangnya berbagai fitnah, tidak pula terseret seruan-seruan yang menyesatkan, tidak goyah dengan terpaan topan. Namin dia kokoh di atas prinsip yang dia berada di atasnya hingga berjumpa dengan Allah Ta'ala."

Baarakallahufiikum

Tuesday, 27 December 2016

bersiaplah menghadapi kematian, rek

Bismillaah

Al-Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata ketika menyaksikan sebuah jenazah:

رَحِم الله امرءاً عمل لمثل هذا اليوم؛ إنكم اليوم تقدرون على ما لا يقدر عليه إخوانكم هؤلاء من أهل القبور، فاغتنموا الصحة والفراغ قبل يوم الفزع والحساب»

"Semoga Allah merahmati orang yang beramal untuk menghadapi hari semacam ini. Sesungguhnya kalian pada hari ini mampu untuk melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh saudara-saudara kalian di alam kubur, maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesehatan dan waktu luang, sebelum datangnya hari keterkejutan besar dan hisab."

Qashur Amal, karya Ibnu Abid Dunya, halaman 141

Baarakallahufiikum

Monday, 26 December 2016

bolehkah menjelaskan kekeliruan seorang dai di media umum, rek

Bismillaah

Asy Syaikh DR Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah

Telah ditanyakan kepada Asy Syaikh DR Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah:

Pertanyaan :
Ahsanallahu ilaikum, apakah termasuk manhaj salaf apabila salah seorang da’i keliru dan menyelisihi manhaj salaf, untuk dijelaskan kesalahannya melalui media media informasi dan risalah risalah?

Jawaban beliau:
“Apabila ia menyebarkan perkataannya atas khalayak manusia, maka haruslah bantahan yang ditujukan atasnya juga disebarkan dalam rangka menjelaskan kebenaran, namun jikalau perkataannya yang keliru tidak tersebar, maka cukup dinasehati saja dan hal ini cukup, na’am”.

Baarakallahufiikum

Sunday, 25 December 2016

waspadailah orang yang suka berganti-ganti warna, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah berkata:

‏احذر من المتقلب المتلون الذي ينكر ما كان يعرف، ويقرر ما كان ينكر، ويحب من كان يعادي، ويعادي من كان يحب.

"Waspadailah orang yang suka berbolak-balik dan suka berganti warna, yaitu yang mengingkari sesuatu yang sebelumnya dia anggap baik dan menyetujui apa yang sebelumnya dia ingkari, dan mencintai orang yang sebelumnya dia musuhi dan memusuhi orang yang sebelumnya dia cintai."

Baarakallahufiikum

Saturday, 24 December 2016

mencari ridha allah, rek

Bismillaah

Berkata Al-'Allamah Ibnu 'Utsaimin rahimahullah:

Kalau sekiranya seorang insan mendengarkan apa yang diucapkan manusia dan apa yang mereka ungkapkan dengannya tentulah dia tidak akan dapat berjalan selangkah pun, akan tetapi engkau hendaknya memperbaiki hubunganmu dengan Allah dan jangan seseorang menjadikanmu khawatir, 

karena berucap untuk mendapatkan keridhaan Allah 'Azza wa Jalla, dan jika engkau mencari keridhaan Allah dengan kemurkaan manusia niscaya Allah akan ridha kepadamu dan Allah akan jadikan manusia ridha kepadamu, dan Allah akan cukupkan engkau dari keinginan mereka.

Baarakallahufiikum

Friday, 23 December 2016

mengalir terus pahalanya, rek

Bismillaah

Tujuh perkara yang mengalir terus pahalanya bagi seorang hamba dalam keadaan ia telah masuk kubur setelah kematiannya:

1. Orang yang mengajarkan ilmu (syar'i)
2. Atau mengalirkan sungai
3. Atau menggali sumur
4. Atau menanam pohon kurma
5. Atau membangun masjid
6. Atau mewariskan mushaf Al-Quran
7. Atau meninggalkan anak yang memintakan ampunan untuknya setelah kematiannya.

Berkata Muhaddits zaman ini Al-Albani rahimahullaah: (derajat hadist ini) hasan.

Shahih al-Jami' no :3602
Shahih at-Targhib no: 2600

Baarakallahufiikum

Thursday, 22 December 2016

mengapa syi'ah menganggap ali bin abi thalib sebagai nabi, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan:
Penanya mengatakan: Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuhu, ya Syaikh mengapa Syi'ah menyembah 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu? Atau memposisikan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu sebagai seorang Nabi?

Jawab:
Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuhu, mereka ini kelompok yang sangat ekstrem (ghulat) diantara mereka mengatakan bahwa Jibril telah berbuat salah dan membawa wahyu turun kepada Nabi -shallallahu 'alaihi was salam- padahal seharusnya untuk 'Ali. Tidak diragukan lagi bahwa mereka ini adalah kaum zindik kafir.

Baarakallahufiikum

Wednesday, 21 December 2016

dosa menghalangi ketaatan, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏إذا وجدت يدك تتثاقل عن الإمساك بالمصحف ولسانك عن الذكر، فثق أن القلب قد أثقل بذنوب ثقلت معه بقية الجوارح!!

"Jika engkau mendapati tanganmu terasa berat untuk memegang mushaf al-Qur'an dan lisanmu terasa berat untuk berdzikir, maka percayalah bahwa hati telah dibebani oleh dosa-dosa sehingga anggota badan yang lain merasa keberatan."

Baarakallahufiikum

Tuesday, 20 December 2016

hati-hati mencari suami, rek

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏وكم من نساء الآن يبكين ندماً حين تزوجن ملتزمين ووجدن أنهم من أسوأ الناس معاملة لزوجاتهم.

"Betapa banyak para wanita sekarang ini yang menangis penuh penyesalan ketika mereka menikah dengan orang-orang yang kelihatannya bagus dalam menjalankan agamanya, ternyata mereka mendapati para suami mereka termasuk orang yang paling buruk dalam mempergauli istri-istri mereka."

Liqa' Baabil Maftuh, jilid 20 halaman 225

Baarakallahufiikum

Monday, 19 December 2016

bahaya teman yang buruk, rek

Bismillaah

Al-Imam Abu Hatim Ibnu Hibban rahimahullah berkata:

ﻭﻛﻞ ﺟﻠﻴﺲ ﻻ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻣﻨﻪ ﺧﻴﺮﺍ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺠﺎﻟﺴﺔ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﺧﻴﺮﺍ ﻣﻦ ﻋﺸﺮﺗﻪ، ﻭﻣﻦ ﻳﺼﺤﺐ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ، ﻛﻤﺎ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻳﺪﺧﻞ ﻣﺪﺍﺧﻞ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻳﺘﻬﻢ.

"Semua teman duduk yang seseorang tidak bisa mengambil manfaat berupa kebaikan darinya, maka duduk berdekatan dengan anjing lebih baik dibandingkan bergaul dengannya, dan siapa yang suka berteman dengan orang yang buruk perbuatannya maka dia tidak akan selamat, sebagaimana siapa yang suka masuk ke tempat-tempat perbuatan yang buruk maka dia akan dicurigai atau dituduh ikut melakukannya."

Raudhatul Uqala', halaman 103

Baarakallahufiikum

Sunday, 18 December 2016

bahaya lisan yang tidak terkendali, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

إنّ العبد ليأتي يوم القيامة بحسناتٍ أمثالِ الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلَّها.

"Sesungguhnya seorang hamba ada yang benar-benar datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, namun dia menjumpai lisannya telah menghancurkan kebaikannya itu semuanya."

Ad-Da' wad Dawa', halaman 375

Baarakallahufiikum

Saturday, 17 December 2016

bagaimana bergaul dengan kaum muslimin yang meyakini bahwa isis berada di atas kebenaran, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan:
Bagaimana kita bergaul (bersikap) dengan kaum muslimin yang meyakini bahwa Da'is (ISIS) berada di atas kebenaran?

Jawaban:
Serulah mereka dengan ilmu, dalil-dalil dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi was salam juga ucapan para 'ulama. Ambilkan contoh dan misal tentang generasi terdahulu yang serupa dengan mereka serta pernyataan para imam salaf tentangnya sebagaimana engkau telah mendengarnya sekarang. Ikatlah pernyataan para 'ulama di masa kini dengan 'ulama generasi terdahulu, dengan kalamullah dan sabda Rasul-Nya shallallahu 'alaihi was salam.

Jika mereka enggan, maka tinggalkanlah karena tidak ada kebaikan pada mereka ini. Dan jangan engkau duduk bermajelis dengan mereka.

Baarakallahufiikum

Friday, 16 December 2016

wajib mengikuti manhaj salaf, rek

Bismillaah

al-Imam Muhammad bin Husein al-Aajurry (w. 360 H) berkata,

"Seorang mukmin yang berakal akan berupaya serius agar dirinya termasuk dalam kelompok yang selamat ini, yaitu dengan dia mengikuti Kitabullah (al-Qur'an), Sunnah-sunnah Rasul-Nya, serta jalan/bimbingan para shahabatnya dan para tabi'in yang mengikuti mereka dengan tepat. Juga pendapat para imam kaum muslimin yang tidak asing penyebutan nama-nama mereka, seperti : Sufyan ats-Tsauri, al-Auza'i, Malik bin Anas, asy-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Abu 'Ubaid al-Qasim bin Sallam, dan para syaikh yang berjalan di atas metode mereka (para imam tersebut).

Maka apa yang mereka ingkari, kita pun mengingkarinya. Apa yang mereka terima, kita pun menerima dan berpendapat dengannya. Kita campakkan apa yang selain itu."

Kitab al-Arba'in Haditsan, hadits no. 14

Baarakallahufiikum

Thursday, 15 December 2016

mengharapkan orang lain sempurna bukan akhlak orang yang mulia, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

من كان يريد من الناس أن يكونوا كاملين مكملين لكل ما يجب ويستحب، وإذا أخلوا بشيء من ذلك عاتبهم وأهدر ما جاء منهم من الخير والإحسان، فهو عن حسن الخلق بمعزل، ولا يزال معهم في نزاع ولجاج وعتاب.

"Siapa saja yang ingin orang lain sempurna dan menyempurnakan semua perkara yang wajib maupun yang mustahab, dan jika mereka melakukan kekurangan dalam hal-hal tersebut dia mencela mereka dan melupakan begitu saja semua kebaikan mereka, maka dia sangat jauh dari akhlak mulia, dan dia akan bersama mereka dalam keadaan selalu berselisih, bertengkar, dan mencela."

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu' Muallafatis Sa'dy, halaman 126

Baarakallahufiikum

Wednesday, 14 December 2016

akibat suka membicarakan aib orang lain, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

ومن تفرغ لعيوب الناس تفرغ الناس لعيوبه.

"Siapa yang menyibukkan diri atau meluangkan waktunya untuk membicarakan aib-aib orang lain, maka orang lain pun akan menyibukkan diri untuk membicarakan aib-aibnya."

Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu' Muallafatis Sa'dy, halaman 224

Baarakallahufiikum

Tuesday, 13 December 2016

orang yang mengetahui betapa berharganya hidup ini, dia akan meniatkan hal-hal yang mubah untuk mendekatkan diri kepada allah, rek

Bismillaah

As-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

"Sebenarnya, apabila seseorang mengetahui betapa berharganya dirinya dan betapa berharganya hidupnya, dengan pertolongan Allah Azza wa Jalla, dia bisa mengubah kebiasaan-kebiasaannya menjadi ibadah."

Nur ala ad-Darb, kaset no. 344

Baarakallahufiikum

Monday, 12 December 2016

asas setiap fitnah dan kemuliaan bagi yang mampu menghadapinya, rek

Bismillaah

al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,

"Pangkal setiap fitnah tidak lain adalah mengedepankan ra'yu (ide/pendapat) di atas syari'at, dan mendahulukan hawa nafsu di atas akal sehat.

Fitnah syubuhat (kerancuan/penyimpangan dalam memahami agama) bisa ditolak/dicegah dengan : keyakinan.

Fitnah syahwat bisa ditolak/dicegah dengan : kesabaran.

Oleh karena itu Allah jadikan derajat imam dalam agama tergantung pada dua perkara ini, dalam firman-Nya :

{ وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بآياتنا يوقنون }
"Kami jadikan di antara mereka sebagai para imam dalam agama, ketika mereka bersabar dan sebelumnya mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami."

Ini menunjukkan bahwa dengan SABAR dan YAKIN akan dicapai derajat sebagai imam dalam agama."

Ighatsah al-Lahfan, 2/167

Baarakallahufiikum

Sunday, 11 December 2016

kebenaran bukan diukur dengan manusia, tapi manusia yang diukur dengan kebenaran, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وكثير من الناس يزن الأقوال بالرجال، فإذا اعتقد في الرجل أنه معَظَّم قَبِل أقوالَه وإن كانت باطلةً مخالفةً للكتاب والسنة، بل لا يصغي حينئذ إلى مَنْ يردّ ذلك القول بالكتاب والسنة، بل يجعل صاحبه كأنه معصوم.
وإذا ما اعتقد في الرجل أنه غير معَظَّم ردَّ أقوالَه وإن كانت حقاً، فيجعل قائل القول سبباً للقبول والرد من غير وزن بالكتاب والسنة.

"Banyak orang yang menilai perkataan dengan melihat orang-orang yang mengucapkannya, jadi jika dia meyakini bahwa seseorang itu dimuliakan, maka dia menerima ucapan-ucapannya, walaupun bathil dan bertentangan dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, bahkan ketika itu dia tidak mau mendengarkan siapa saja yang membantah ucapan tersebut dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, bahkan dia menjadikan orang yang mengucapkan kebathilan tersebut seakan-akan orang yang ma'shum. Sebaliknya; jika dia meyakini bahwa seseorang itu tidak dimuliakan, maka dia menolak perkataan-perkataannya, walaupun sesuai dengan kebenaran. Jadi dia menjadikan orang yang mengucapkan sebagai sebab diterima dan ditolaknya sebuah perkataan, tanpa menimbangnya dengan al-Qur'an dan as-Sunnah."

Jami'ul Masail, jilid 1 halaman 463

Baarakallahufiikum

Saturday, 10 December 2016

sebuah istana untukmu di surga, rek

Bismillaah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"Barang siapa yang membaca

(قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

sampai selesai sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah istana di surga."

Maka Umar radhiyallahu anhu berkata : "Kalau begitu kita akan minta diperbanyak istana-istana wahai Rasulullah?

Beliau menjawab : "Allah itu lebih banyak dan lebih baik lagi (karunia-Nya).

(As-Silsilah Ash-Shahihah 1/589)

Baarakallahufiikum

Friday, 9 December 2016

puncak bencana adalah bodoh tapi merasa pintar, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏البلاء كل البلاء من الجاهل جهلا مركبا الذي يجادلك بغير علم ويتكلم بين العامة بغير علم، ويتكلم مع العلماء بالمجادلة بغير علم.

"Puncak bencana adalah seorang yang bodoh namun merasa pintar yang mendebat dirimu tanpa ilmu, berani bicara di tengah-tengah orang banyak tanpa ilmu, dan berbicara dengan para ulama dengan cara mendebat tanpa ilmu."

Syarh al-Kafiyah, jilid 1 halaman 182

Baarakallahufiikum

Thursday, 8 December 2016

bahkan mengenal al-haq dan mengikutinya masih belum cukup, rek

Bismillaah

asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

"Demikian pula tidak cukup engkau mengenal al-Haq dan mengikutinya.
Namun engkau juga harus mengenal kejelekan dan menjauhinya!"

Baarakallahufiikum

Wednesday, 7 December 2016

apakah kekurangan akhlak dan maksiat mengeluarkan dari ahlussunnah, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

من حقق اعتقاد أهل السنة وسار على منهجهم ولاء وبراء، وحصل منه قصور في الأخلاق لا يخرج عن دائرة أهل السنة إلى دائرة البدعة، وما عرفنا عن أهل السنة تبديع من يقصر في الأخلاق، وحتى لو وقع السني في بعض المعاصي لا يخرج بذلك عن دائرة السنة.

"Siapa yang merealisasikan aqidah Ahlus Sunnah dan berjalan di atas manhaj mereka dalam loyalitas dan permusuhan, namun muncul darinya kekurangan dalam akhlak, maka dia tidak keluar dari lingkup Ahlus Sunnah ke lingkup ahli bid'ah. Dan kami tidak mengetahui dari Ahlus Sunnah yang memvonis orang yang kurang dalam akhlak sebagai seorang mubtadi', dan bahkan sampai seandainya seorang dari Ahlus Sunnah terjatuh dalam sebagian maksiat maka dengan hal itu dia tidaklah keluar dari lingkup Ahlus Sunnah."

Bayan Maa Fii Nashihatir Ruhaily, halaman 21

Baarakallahufiikum

Tuesday, 6 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 7, rek

Bismillaah

Dari Ikrimah bahawa seorang wanita bertanya kepada Ibnu Abbas, "Apa yang halal bagiku di rumah suamiku?" Beliau menjawab, "Roti, kurma dan semisalnya." Wanita itu bertanya lagi, "Bagaimana dengan dirham (uang)?" Beliau menawab, "Apakah anti (kamu) senang jika suamimu mengambil perhiasanmu?" Dia menjawab, "Tidak." Jawab beliau, "Maka jangan anti (kamu) ambil dirhamnya (uangnya)." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/117)

Baarakallahufiikum

Monday, 5 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 6, rek

Bismillaah

Ibnu Abbas berkata, "Wanita itu aurat dan diciptakan dari kelemahan maka tutupi aurat mereka dengan rumah." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 7/550)

Baarakallahufiikum

Sunday, 4 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 5, rek

Bismillaah

Seorang wanita mendatangi Muadz dan bertanya padanya, "Engkau adalah benar-benar utusan Rasulullah, maka apa hak seorang isteri atas suaminya?" Jawab beliau, "Hak isteri atas suaminya untuk tidak memukul wajahnya, tidak memakinya, hak dia pula untuk diberi makan seperti yang dimakan suaminya, diberi sandang (pakaian) yang layak, hak dia pula untuk tidak diboikot kecuali dirumahnya." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/115)

Baarakallahufiikum

Saturday, 3 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 4, rek

Bismillaah

Hudzaifah berkata, "Bagiku yang paling menyejukkan hatiku adalah ketika keluargaku meminta hajat (keperluan) padaku." (Tahdzib Hilyah 1/206)

Baarakallahufiikum

Friday, 2 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 3, rek

Bismillaah

Adalah Ali memiliki dua isteri, maka jika pada hari giliran isteri yang satu beliau beli daging setengah dirham dan jika pada hari giliran yang lain beliau juga beli daging setengah dirham. (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/115)

Baarakallahufiikum

Thursday, 1 December 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 2, rek

Bismillaah

Hasan berkata, "Umar bertanya pada puterinya Hafshqh, "Berapa lama seorang isteri sabar (kuat) ditinggal suaminya?" Dia menjawab, "Enam bulan." Maka Umar katakan, "Pasti, aku tidak akan mengirim pasukan lebih dari enam bulan." (Mawsuah Ibnu Abi Dunia 8/112)

Baarakallahufiikum

Wednesday, 30 November 2016

muamalah & nasihat ulama salaf tentang isterinya, part 1, rek

Bismilaah

Umar bin Khattab berkata pada seseorang yang ingin menceraikan isterinya, "Kenapa kamu ingin menceraikan isterimu?" Dia menjawab, "Karena aku sudah tidak mencintainya." Umar berkata, "Apakah setiap rumah tangga dibangun di atas cinta? Lalu di manakah tanggung jawab dan kehormatan!" (Uyunul Akhbar 3/18)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 29 November 2016

bagaimana membedakan orang yang jujur dan orang yang dusta, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah:

نحن لا نعلم الصادق من الكاذب إلا بهذه الفتن، فإذا لم تأت الفتن لم ندر من الصادق ومن الكاذب، ولكن إذا جاءت الفتن انحاز أهل الكذب وأهل النفاق وصاروا مع الكفار، ولم يبق إلا أهل اﻹيمان الصادقين في إيمانهم.

"Kita tidak mengetahui orang yang jujur dan orang yang dusta kecuali dengan adanya berbagai fitnah (ujian) ini. Jadi jika fitnah-fitnah tersebut tidak datang maka kita tidak mengetahui siapa orang yang jujur dan siapa yang dusta. Tetapi jika fitnah-fitnah tersebut datang, maka bergabunglah para pendusta dan orang-orang munafik dan jadilah mereka bersama orang-orang kafir, dan tidak akan tersisa kecuali orang-orang yang beriman yang jujur keimanan mereka."

Syarh ar-Risalah ad-Dalail, halaman 77

Baarakallahufiikum

Monday, 28 November 2016

medan dakwah bukan lahan untuk mencari rezeki, rek

Bismillaah

Berkata Al-'Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah:

Dan mengemban ilmu tanggung jawabnya besar, bukan untuk mencari rezeki di dunia dan usaha penghidupan serta untuk mendapatkan pekerjaan, hanya saja engkau memikulnya sebagai pewaris para Nabi, maka wajib atasmu untuk mengekor para Nabi dalam mengemban tugas ini, sehingga engkau bangkit berjalan selaras dengannya, tulus karena Allah Tabaraka wa ta'ala dan bagi rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam serta bagi kaum muslimin secara khusus dan secara umumnya, dan:

« من غشنا فليس منا »

"Barangsiapa yang menipu kami maka dia bukan dari golongan kami."

Baarakallahufiikum

Sunday, 27 November 2016

imam dan khatib jum'at oleh dua orang yang berbeda, apa hukumnya, rek

Bismillaah

asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,

Tanya :
"Dalam shalat Jum'at, seseorang melakukan adzan pertama, lalu orang lain lagi adzan kedua. Demikian juga yang bertindak sebagai khatib dalam dua kali khutbah Jum'at oleh seseorang, lalu yang menjadi imam orang lain lagi. Apa hukumnya?"

Jawab :
Hal itu tidak mengapa, walhamdulillah.
Boleh adzan pertama dilakukan oleh satu orang, dan adzan kedua oleh orang lain.
Khutbah oleh seseorang, dan imam oleh orang lain. Itu semua tidak mengapa, walhamdulillah.

Namun YANG LEBIH UTAMA adalah : orang yang bertindak sebagai khatib sekaligus yang bertindak sebagai imam shalat. Yang bertindak sebagai imam shalat sekaligus bertindak sebagai khatib, jika memang hal itu mudah.

Jadi, yang lebih utama adalah imam sekaligus sebagai khatib, sebagaimana praktek Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — dan para Khulafaur Rasyidin.
Namun kalau yang berkhutbah satu orang, dan yang mengimami shalat orang yang berbeda, maka tidak mengapa.

Baarakallahufiikum

Saturday, 26 November 2016

orang yang sedang safar dan tinggal di hotel, apakah harus shalat jum’at di masjid, rek

Bismillaah

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan:
Orang yang sedang safar dan tinggal di hotel untuk empat atau lima hari, apakah harus shalat jama’ah di masjid?

Jawaban:
Apabila ia mendengar adzan, maka mengharuskannya shalat di masjid. Karena ini adalah panggilan umum sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam telah bersabda: "Barang siapa mendengar adzan, namun dia tidak menjawabnya,” dan beliau bertanya: “Apakah engkau mendengar adzan? “Ya,” jawab shahabat. Lantas beliau bersabda: “Maka penuhilah.” dan ini umum pada hak semuanya (yaitu kaum pria). Siapa saja yang memasuki sebuah daerah lalu mukim di dalamnya selama sepekan atau semisal itu lebih banyak atau lebih kurang sementara ia mendengar adzan, maka ia shalat bersama jama’ah.

Adapun bila seseorang itu mendengar adzan, namun ia berada di tempat yang jauh dan tidak ada masjid di sekitarnya, maka tidak wajib atasnya.

Demikian juga dengan orang-orang yang datang ke Mekah dan tinggal bertetangga dengan Masjidil Haram, yang seandainya mereka turun beberapa langkah mereka sudah tiba di masjid, maka wajib atas mereka untuk memenuhi panggilan tersebut (shalat jama’ah di masjid)

Baarkallahufiikum

Friday, 25 November 2016

memberontak pemerintah bersumber dari keyakinan yang rusak, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Bagaimana dengan orang yang memprovokasi untuk memberontak kepada pemerintah dan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan menyempal dari jamaah kaum Muslimin (memberontak kepada pemerintah) bukanlah dengan cara melakukan demonstrasi dan mengemukakan pendapat. Tetapi yang dimaksud dengan pemberontakan yang diperingatkan oleh syari’at agar dijauhi adalah pemberontakan bersenjata?

Jawaban:
Pemberontakan ada beberapa macam, diantaranya adalah pemberontakan dengan ucapan. Ini juga merupakan salah satu jenis pemberontakan jika dengan ucapan tersebut memprovokasi dan menganjurkan untuk memberontak kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk pemberontakan walaupun tidak membawa senjata. Bahkan terkadang ini lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. Orang yang menyebarkan pemikiran Khawarij dan menganjurkannya maka dia lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. 

Pemberontakan bisa juga dilakukan dengan hati, yaitu jika seseorang tidak meyakini kekuasaan pemerintah dan tidak meyakini kewajiban yang ditetapkan oleh syari’at terhadapnya (taat dalam perkara yang ma’ruf dan tidak memberontak) dan membenci pemerintah. Semacam ini merupakan pemberontakan dengan hati. Jadi pemberontakan itu bisa dengan hati, niat (untuk memberontak), dengan ucapan, dan juga dengan senjata.

Baarakallahufiikum

Thursday, 24 November 2016

bahaya memata-matai orang lain, rek

Bismillaah

Bertanya pada anak-anak untuk mengetahui rahasia-rahasia dirumahnya.
Itu termasuk tajassus (memata-matai) yang diharamkan dan termasuk mencari-cari aib-aib kaum muslimin.

Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata:

"Barang siapa yang mendengarkan pembicaraan terhadap suatu kaum, dalam keadaan mereka tidak suka dengan pembicaraan itu, akan dituangkan ke dalam dua telinganya tembaga yang dipanaskan hingga cair pada hari kiamat". (HR. Bukhary)

Imam Ash-Shan'ani rahimahullah berkata :

"Termasuk mendengarkan pembicaraan di sini adalah menanyakan kabar kepada anak kecil penghuni rumah tentang apa dilakukan oleh tetangganya dan apa yang mereka ucapkan." (Subulus-Salam 4/568)

Dikatakan : "Termasuk itu juga, bertanya kepada anak kecil yang tidak berdosa dari kalangan murid laki-laki dan perempuan tentang perkara-perkara khusus yang terjadi di rumah mereka."

Sumber || Channel Fatawa Ahlil Ilmi Ats-Tsiqaat.

Baarakallahufiikum

Wednesday, 23 November 2016

demonstrasi bukan jihad, jangan tertipu, rek

Bismillaah

Perhatikanlah, semoga Allah memberimu taufik dan setiap perkara butuh kepada taufik.

Pertanyaan: Apakah para penolong Imam Ahmad tidak mampu untuk menolong Beliau dengan melakukan berbagai demonstrasi?!

Berapa jumlah pelayat yang mengiringi jenazah al-Imam Ahmad?

Al-Hafizh Abu Zur'ah menyebutkan bahwa jumlah mereka mencapai Dua setengah juta (2,5 juta) manusia.

Al-Hafizh 'Abdul Wahhab al-Warraq berkata: "Tidak pernah sampai kepada kami baik di masa jahiliyah ataupun di masa Islam, kumpulan manusia yang mengiringi sebuah jenazah yang lebih besar dari pada kumpulan manusia yang berkumpul mengiringi jenazah Imam Ahmad."

Ibnu Hatim berkata: "Saya mendengar bahwa di hari meninggalnya Ahmad bin Hanbal ada dua puluh ribu orang dari kalangan Yahudi, Nashrani, dan Majusi yang telah masuk Islam."
["Al-Bidayah wan Nihayah" karya Ibnu Katsir (10/342)]

⁉Dan pertanyaannya di mana mereka ini pada hari di mana Imam Ahmad disiksa, dipenjara, dan dilarang mengajar karena sebab akidah shahihah yang senantiasa beliau seru kepadanya?

⁉Di mana mereka dari penyatuan akidah dan penetapan ketinggian Allah di atas makhluk-Nya?!

⁉Di mana mereka dari jutaan manusia yang menghapus bid'ah khalqil Qur'an (keyakinan yang mengatakan bahwa al-Qur'an itu makhluk) dan melengserkan al-Watsiq?!

⁉Di mana mereka dari DEMONTRASI membela Imam al-Mubajjal Ahmad bin Hanbal?!

Mereka TIDAK melakukannya karena sungguh beliau telah mengajari mereka Manhaj para Nabi. Pada hari di mana para fuqaha berkumpul di sisi Beliau (untuk merencakan pemberontakan), beliau mengatakan:

عليكم بالإنكار في قلوبكم ولا تخلعوا يداً من طاعة ولا تسفكوا دماءكم ودماء المسلمين معكم وانظروا في عاقبة أمركم واصبروا حتى يستريح بر ويستراح من فاجر .

"Wajib bagi kalian mengingkari (kejahatan penguasa) di dalam hati-hati kalian, Namun kalian jangan mencabut tangan dari ketaatan (memberontak kepada penguasa), Jangan kalian tumpahkan darah-darah kalian dan darah-darah kaum muslimin bersama kalian, Pertimbangkanlah akibat kesudahan perkara kalian, dan bersabarlah hingga orang yang baik itu beristirahat (dengan kematiannya dari kesibukan dunia dan penderitaannya), dan berisitirahatlah manusia dari kejahatan orang yang fajir (dengan kematiannya).

Beliau juga berkata: " Ini (memberontak kepada penguasa) tidaklah benar, Ini menyelisihi atsar".

[al-Adab asy-Syar'iyyah" karya Ibnu Muflih (1/195) dan "as-Sunnah" karya al-Khallal (133)]

Baarakallahufiikum

Tuesday, 22 November 2016

makna salafy bukan berarti ma'shum, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

ﻟﻴﺲ ﻣﻌﻨﻰ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﺄﻧﻪ ﺳﻠﻔﻲ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﻊ ﻣﻨﻪ ﺧﻄﺄ ﺃﻭ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺃﻭ ﺗﻘﺼﻴﺮ، ﻓﻜﻞ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺧﻄﺎﺀ. ﻧﺤﻦ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﺳﻠﻔﻲ ﻭﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﻣﻌﺼﻮﻡ.

"Bukanlah makna seseorang disebut salafy (orang yang mengikuti jejak salaf atau pendahulu yang shalih -pent) berarti dia tidak pernah melakukan kesalahan, tidak pernah menyelisihi kebenaran, atau tidak memiliki kekurangan. Semua anak Adam banyak melakukan kesalahan. Jadi kita mengatakan bahwa dia seorang salafy, dan kita tidak mengatakan bahwa dia ma'shum."

Baarakallahufiikum

Monday, 21 November 2016

sikap yang tepat kepada para ulama, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata:

إﺣﺘﺮﺍﻡ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻭﺗﻘﺪﻳﺮﻫﻢ ﻭﺗﻮﻗﻴﺮﻫﻢ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ، ﻻ ﺗﻘﺪﻳﺴﻬﻢ ﺑﺤﻴﺚ ﺇﻧﻚ ﺗﺘﻌﺎﻣﻞ ﻣﻌﻬﻢ ﻭﻛﺄﻥ ﻛﻼﻣﻬﻢ ﺷﺮﻉ ﻣﻨﺰﻝ، ﺃﻭ ﺃﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺨﻄﺆﻭﻥ، ﺑﻞ ﻫﻢ ﺑﺸﺮ، ﻳﻌﺘﺮﻳﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﻌﺘﺮﻱ ﺍﻟﺒﺸﺮ، ﻭﻋﻠﻤﻬﻢ ﻣﻬﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﻣﺤﺪﻭﺩ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻌﺮﻑ ﺷﻴﺨﻚ ﺟﺎﻟﺲ ﺷﻴﺨﺎً ﻏﻴﺮﻩ.
ﻓﺪﻉ ﻋﻨﻚ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻄﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﺍﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺗﻨﻘﺺ ﻗﺪﺭ ﺷﻴﺨﻚ ﻭﻻ ﺗﻘﺪﺳﻪ.

"Memuliakan para masyayikh dan menghormati mereka adalah sikap yang dituntut, bukan mengkultuskan mereka dengan cara engkau menyikapi mereka seakan-akan perkataan mereka adalah syari'at yang diturunkan dari langit, atau meyakini bahwa mereka tidak pernah keliru. Bahkan mereka adalah manusia biasa, menimpa mereka apa yang menimpa manusia, dan ilmu mereka betapapun tingginya tetaplah terbatas. Dan jika engkau ingin mengetahui tingkat keilmuan gurumu maka duduklah mengambil ilmu kepada guru yang lain. Jadi tinggalkan sikap-sikap yang tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu, bertakwalah kepada Allah dan jangan merendahkan kemuliaan gurumu, namun juga jangan mengkultuskannya."

Baarakallahufiikum

Sunday, 20 November 2016

meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup, rek

Bismillaah

Al-Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah

Pertanyaan :Apakah meminta doa dari muslim yang mana saja itu terlarang?

Jawaban : Saya tidak mengetahui adanya larangan dari perbuatan ini. Karena telah datang bukan cuma satu orang, (minta didoakan) kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Maka datanglah seorang yang buta itu, lalu ia berkata : "Wahai Rasulullah berdoalah kepada Allah untuk saya."

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak mengingkarinya. Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mendoakan lebih dari seorang. Maka saya tidak melihat ada larangan akan hal ini.

Akan tetapi tidak sepantasnya bagi seorang untuk bersandar kepada doanya seseorang. Karena Allah berfirman dalan kitab-Nya yang Mulia :

وَقَالَ رَبُّكُـمْ ٱدْعُونِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Rabb kalian berfirman: "Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. "(QS.Ghafir 6)

Dia juga berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنّي فَإِنّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِى وَلْيُؤْمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah sesungguhnya Aku itu dekat, Aku mengabulkan doanya orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaknya mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka terbimbing diatas kebenaran (QS. Al-Baqarah 186).

Adapun meminta doa, maka saya tidak melihat ada larangan dalam meminta doa kepada seorang laki-laki yang shalih.

Sumber : Channel Fatawa Ahlul ilmi Ats-Tsiqaat

Baarakallahufiikum

Saturday, 19 November 2016

mengikuti rasulullah dengan sebenarnya, rek

Bismillaah

al-'Allamah al-Muhaddits Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

"Namun hakekat ittiba' yang benar adalah kita mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah - 'alaihi ash-Shalatu wa as-Salam -, sehingga perbuatan kita sesuai dengan perbuatan Rasulullah, baik pada hakekat maupun bentuknya.

Sesuai dalam hal niat dan sesuai pula dalam hal bentuk pelaksanaan.

Kita tidak bisa menjadi seorang yang ber-ittiba' kecuali apabila kondisinya seperti itu."

Marhaban Ya Thalib al-'Ilmi, 363

Baarakallahufiikum

Friday, 18 November 2016

jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, rek

Bismillaah

Berkata As-Syaikh Shaleh bin Fawzan Al-Fawzan hafizhahullah ta'ala:

Maka rumah yang tidak ditegakkan shalat sunnah padanya, tidak disebutkan dzikir di dalamnya, ini seperti kuburan, لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ , dan bagaimana jika rumah tersebut dipenuhi dengan kemaksiatan dan nyanyian serta lantunan alat musik, juga kegaduhan yang menyesakkan?!

Bagaimana keadaan rumah ini dan penghuninya?! Namanya rumah wajib untuk mendapatkan perhatian karena dia merupakan tempat pendidikan keluarga yang mereka akan lulus darinya maka wajib untuk memberikan perhatian kepadanya, dan memakmurkannya dengan dzikir kepada Allah, seorang insan harusnya menjadikan shalat sunnahnya di dalamnya, shalat malam di rumahnya, dia terangi rumahnya dengan dzikir kepada Allah, dan tidak menjadikannya seperti kuburan yang kosong dari amal, bahkan terkadang dipenuhi dengan amalan buruk, لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ , jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan.

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Syarh "Kitab At-Tauhid", kaset no. [1].

Baarakallahufiikum

Thursday, 17 November 2016

yuk ta'lim, rek

Bismillaah

Berkata Al-'Allamah As-Syaikh Shaleh Al-Fawzan hafizhahullah wa ra'ah:

Maka tidak boleh bagi seorang insan untuk bermalas-malasan dalam menghadiri majelis-majelis ilmu dan berupaya menghadirinya karena terkadang dia akan mendapatkan sebuah faedah yang dapat menjadi sebab dia masuk ke dalam surga.

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Syarh Al-Muntaqa (1/39).

Baarakallahufiikum

Wednesday, 16 November 2016

bahaya ahli bid'ah dan orang yang terfitnah dengan pemahaman agama yang menyimpang, rek

Bismillaah

Isma'il bin Ubaidillah rahimahullah berkata:

لا تُجالِسْ ذا بدعة فَيُمْرِضَ قَلْبَكَ، ولا تُجالِسْ مَفْتوناً فإنه مُلَقّنٌ حُجَّته.

"Jangan duduk bermajelis dengan orang yang memiliki bid'ah, karena hatimu akan sakit, dan jangan duduk bermajelis dengan dengan orang yang terfitnah, karena dia akan menanamkan syubhatnya kepada orang lain."

Al-Ibanah, jilid 2 halaman 443

Baarakallahufiikum

Tuesday, 15 November 2016

bahaya bermajelis dengan ahli bidáh, rek

Bismillaah

Al-Imam Abu Qilabah Abdullah bin Zaid al-Jarmy hafizhahullah berkata:

‏لا تجالسوا أهل الأهواء، فإنكم إن لم تدخلوا فيما دخلوا فيه لبَّسوا عليكم ما تعرفون.

"Jangan duduk bermajelis dengan para pengekor hawa nafsu, karena sesungguhnya jika kalian belum pernah masuk (mengetahui) perkara-perkara (kesesatan) yang telah mereka masuki, mereka akan melemparkan kerancuan terhadap kebenaran yang kalian ketahui."

Al-Ibanah, jilid 2 halaman 437

Baarakallahufiikum

Monday, 14 November 2016

cara yang salah dalam menyikapi perselisihan, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏من الناس من يجعل الاختلاف في الرأي الذي يسوغ فيه الاجتهاد سببا للفرقة والشتات، حتى إنه ليضلل أخاه بأمر قد يكون فيه هو الضال.

"Sebagian orang ada yang menjadikan perbedaan pendapat yang boleh berijtihad padanya sebagai sebab perpecahan dan permusuhan, bahkan sampai ada yang memvonis saudaranya telah sesat dengan sebab sebuah perkara yang bisa jadi dia yang tersesat padanya."

Asy-Syarhul Mumti', jilid 5 halaman 136

Baarakallahufiikum

Sunday, 13 November 2016

cara menjaga as sunnah, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

حفظ السنة بالدفاع عنها والرد على شبهات أهل البدع»

"Menjaga as-Sunnah adalah dengan membelanya dan membantah syubhat-syubhat ahli bid'ah."

Majmu'ul Fatawa, jilid 2 halaman 143

Baarakallahufiikum

Saturday, 12 November 2016

berlapang dada, rek

Bismillaah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

Demikianlah dan aku dalam kelapangan dada bagi siapa pun yang berseberangan dengan aku maka sejatinya sekalipun dia melampaui batasan-batasan Allah tentang aku dengan takfir (pengkafiran) atau tafsiq (pemfasikan) atau kedustaan atau ashobiyyah jahiliyah (fanatisme jahiliyah); maka aku tidak akan melampaui batas-batas Allah padanya.

Bahkan aku akan memastikan apa yang aku ucapkan dan aku perbuat serta aku akan menimbangnya dengan timbangan keadilan, dana aku jadikan ia mengikuti Al-Kitab yang telah Allah turunkan dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pemberi keputusan tentang apa yang mereka perselisihkan. »

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Majmu' Al-Fatawa (3/245).

Baarakallahufiikum