Saturday, 4 July 2015

pendidikan anak adalah tanggung jawab kedua orangtua, rek

Bismillaah

1. Ustadzah, apakah pendidikan anak menjadi tanggung jawab uminya saja atau abinya saja atau keduanya. Karena pernah zauji menyampaikan ke ana kalau hal itu tanggungjawab uminya. Padahal terkadang kalau sudah sibuk dengan pekerjaan rumah ana sampai tidak sempat mengajari anak. Sedangkan zauji memiliki kelonggaran waktu untuk bisa mengajari mereka.

2. Kalau ada perselisihan dengan suami, bagaimana sikap seorang istri agar tidak menjadi istri yang mengkufuri suami? Bolehkah istri menegur suami kalau keasyikan dengan media sosial seperti WA walau
WA Dakwah Salafy sehingga kalau tidak diingatkan jadi kurang berkomunikasi dengan istri dan anak?

JAWABAN
1. Pendidikan anak adalah tanggungjawab kedua orang tua.Hanya saja karena ibu yang sering di rumah maka kesempatan mendidik anak lebih banyak ada pada ibu, tapi ketika bapak sudah pulang ke rumah dan sudah hilang payahnya bekerja di luar rumah, maka bapak juga berkewajiban mendidik anak"nya, misalnya yang berhubungan dengan praktik shalat, apalagi anak laki, bapak harus mengajak sama" shalat berjama'ah di masjid. Contoh yang lain, membantu menyimak hafalan anak"nya, jadi harus ada kerjasama antara ibu dan bapak, apalagi umumnya bapak lebih berwibawa dan disegani anak, maka bapak yang ikut berperan aktif mendidik, insyaallah hasilnya lebih maksimal,

2. Suami istri harus beramar ma'ruf nahi mungkar dalam rumah tangganya, saling nasehat menasehati dengan haq dan penuh kesabaran. Kalau anti sudah mendengar nasehat Ustadz Luqman Ba'abduh, anti pasti paham bahwa istri harus menasehati suami jika dia salah dan khilaf tapi jangan dengan SOMBONG dan ANGKUH. Sampaikan dengan cara berdiskusi, dengan tanya jawab dan semisalnya. Jangan langsung tonjok kesalahannya, bukan kesadaran yang kita dapat tapi malah kemarahannya. Pilih waktu yang tepat, ketika suami sedang santai, sedang ceria, sampaikan kata" ma'ruf berisi nasehat insyaallah akan mudah menerimanya. Dan yang penting juga berdoa terus agar suami dan anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati. 

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment