Tuesday, 23 June 2015

tentang tidur, part 8, rek

Bismillaah

Dan tidak ada larangan tidur di waktu tertentu dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali hadits Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu;

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ، وَيَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا، وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا» الحديث

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat isya` hingga sepertiga malam, dan beliau tidak menyukai tidur sebelum isya` dan berbincang-bincang sesudahnya."
[HR. al-Bukhari dan Muslim]

Adapun tidur setelah shubuh, maka para Salaf dahulu tidak menyukai hal tersebut, karena merupakan waktu yang terdapat padanya keutamaan-keutamaan, seperti turunnya barakah, waktu berdzikir, berdoa, membaca al-Quran dan menambah hafalan.

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment