Wednesday, 4 February 2015

ketika ilmu menjadi bencana, rek

Bismillaah

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah berkata:

Sesungguhnya buah dari ilmu adalah beramal dan berdakwah kepada Allah. Oleh sebab itu barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ilmunya itu adalah bencana baginya.

Dan barangsiapa yang tidak berdakwah kepada manusia maka ilmunya hanya terbatas untuk dirinya sendiri.

Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu tentang apa-apa yang belum dia ketahui sebagaimana firman Allah 'azza wa jalla:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﻫْﺘَﺪَﻭْﺍ ﺯَﺍﺩَﻫُﻢْ ﻫُﺪﻯً ﻭَﺁﺗَﺎﻫُﻢْ ﺗَﻘْﻮَﺍﻫُﻢ
"Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu Allah akan tambahkan kepada mereka hidayah dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan.”
(Muhammad : 17)

Dan barangsiapa tidak mengamalkan apa yang telah diketahuinya hampir saja ilmu itu lepas dari hatinya sebagaimana firman Allah ta'ala :
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﻧَﻘْﻀِﻬِﻢْ ﻣِﻴﺜَﺎﻗَﻬُﻢْ ﻟَﻌَﻨَّﺎﻫُﻢْ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻗُﻠُﻮﺑَﻬُﻢْ ﻗَﺎﺳِﻴَﺔً ﻳُﺤَﺮِّﻓُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜَﻠِﻢَ ﻋَﻦْ ﻣَﻮَﺍﺿِﻌِﻪِ ﻭَﻧَﺴُﻮﺍ ﺣَﻈّﺎً ﻣِﻤَّﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪ
"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya."
(Al Maidah: 13)

Dan telah dikatakan:
ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﻬﺘﻒ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﻓﺈﻥ ﺃﺟﺎﺏ ﻭﺇﻻ ارتحل
"Ilmu akan bersorak bila diamalkan, namun bila tidak, maka ia akan pergi."

Dan dikatakan juga:
ﻗﻴِّﺪﻭﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﻴِّﺪﻭﻧﻪ ﺑﺎﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ‏
"Ikatlah ilmu dengan mengamalkannya sebagaimana engkau mengikatnya dengan tulisan."

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment