Saturday, 31 January 2015

salah arah kiblat, rek

Bismillaah

Ditanyakan kepada Syaikh bin Baaz -rahimahullah-

Sekelompok orang sedang dalam perjalanan safar lalu datang waktu malam dan mereka berada di tengah padang sahara dan tiba waktu sholat. Kemudian mereka sholat berlawanan dengan arah kiblat dan tidak mengetahui kiblat yang sebenarnya. Dan setelah selesai sholat tampak pada mereka arah kiblat yang benar. Apakah mengulang sholat dalam keadaan seperti ini? Arahkanlah kami dalam permasalahan ini.

Beliau menjawab :

Yang wajib bagi setiap muslim ketika tiba waktu sholat dan dia dalam keadaan safar, untuk ia berupaya mencari arah kiblat dan berijtihad (bersungguh-sungguh) dalam mengetahui ciri-ciri dan tanda-tandanya. Apabila dia telah berijtihad kemudian sholat dan tampak baginya bahwa ia salah kiblat setelah selesai sholat, maka tidak ada kewajiban atasnya untuk mengulang karena Allah Ta'ala berfirman :
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kadar kesanggupanmu."
 
(At Taghobun : 16).
 لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya." 
[Al Baqarah : 286]

    رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
" Yaa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami apabila kami lupa atau tersalah."
[Al Baqarah :  286 ]

Adapun apabila ia berada di kota maka wajib baginya untuk bertanya kepada orang-orang yang mengetahui kiblat dan tidak berijtihad sendiri selama ia dalam kota.

Adapun ketika dalam perjalanan safar maka apabila ia telah berusaha kemudian sholat dan setelah sholat tampak baginya bahwa ia telah salah kiblat maka sholatnya sah (benar).

Dan apabila tampak baginya kesalahan di pertengahan sholatnya maka memutar badan ke arah kiblat sesuai dengan arah (kiblat) yang tampak baginya dan tidak mengulangnya dari awal. Wallahu waliyut taufiq.

Fatawa Nuurun 'alad Darb
www.binbaz.org.sa/mat/14764


Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment