Wednesday, 14 January 2015

pembebanan shalat bagi anak", rek

Bismillaah

Fadhilatus Syaikh Ibnu Baaz rohimahulloh.

Pertanyaan:
Apakah baligh menjadi tolak ukur yaitu batasan yang mewajibkan setelahnya dibebankannya syari’at bagi anak" untuk menunaikan apa yang terlewatkannya dari sholat karena sebab tidur atau sebaliknya? 

🔏Jawaban:
Kapan seorang anak lelaki atau anak perempuan mencapai batas baligh maka wajib bagi keduanya sholat dan puasa Romadhon, haji dan umroh sesuai kemampuan, dan keduanya berdosa karena meninggalkan hal itu, dan karena melakukan kemaksiatan

Berdasarkan dalil" syar'i, dan beban syari’at dapat terjadi karena:
genap berusia 15 tahun,
atau keluarnya mani dengan syahwat di kala tidur ataupun terjaga,
dan tumbuhnya rambut halus di sekitar kemaluan,
dan ditambah menjadi 4 perkara bagi anak perempuan yaitu:
haidh. 

dan selama anak lelaki atau anak perempuan belum mengalami sedikitpun dari perkara" ini, maka keduanya tidak terbebani syari’at, akan tetapi keduanya diperintahkan untuk sholat karena sudah berusia 7 tahun, dan keduanya dipukul (dengan pukulan yang mendidik) karena sudah berusia 10 tahun, dan keduanya diperintahkan berpuasa Romadhon, dan keduanya diberi motivasi untuk mengerjakan kebaikan; baik berupa membaca Al-Qur’an, sholat sunnah, haji dan umroh, memperbanyak tasbih, tahlil, takbir dan tahmid, 

dan keduanya dilarang dari kemaksiatan; berdasarkan sabda Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam:
"Perintahkanlah anak" kalian sholat karena usia 7 tahun dan pukullah mereka karena (meninggalkan) nya karena usia 10 tahun, dan pisahkanlah diantara mereka dalam tempat tidur mereka"

Karena beliau shollallohu 'alaihi wa sallam:

"Beliau mengingkari al-Hasan bin Ali rodhiallohu 'anhuma makannya dari kurma sedekah dan beliau mengatakan kepadanya: tidakkah kamu tahu bahwasanya tidak halal bagi kita (memakan) sedekah dan beliau memerintahkannya untuk membuang kurma yang dia ambil dari sedekah"
Dan al-Hasan usianya ketika Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam wafat 7 tahun lewat beberapa bulan.
Majmu’ al-Fatawa Juz. 10 Hal. 371
(Fatwa tarbiyyatul awlad hal. 22-23)
 
 Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment