Tuesday, 13 January 2015

memperpanjang sujud terakhir, rek

Bismillaah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin pernah ditanya:
“Apakah hukum memperpanjang sujud terakhir dari rukun shalat lainnya, di dalamnya seseorang berdo’a dan istighfar? Apakah shalat menjadi cacat jika seseorang memperpanjang sujud terakhir?”

Beliau rahimahullah menjawab:

Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat bukanlah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena yang disunnahkan adalah seseorang melakukan shalat antara ruku’, bangkit dari ruku’ (i’tidal), sujud dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya.

Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits Baro’ bin ‘Azib, ia berkata:
“Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendapati bahwa berdiri, ruku, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya).”
Inilah yang afdhol. Akan tetapi ada tempat do’a selain sujud yaitu setelah tasyahud (sebelum salam). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan ‘Abdullah bin Mas’ud tasyahud, beliau bersabda
"Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdoa dengan doa apa saja”.
Maka berdoalah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam.

Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, kaset no. 376

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment