Thursday, 22 January 2015

kesalahan pada istri, part 4, rek

Bismillaah

Kurang memperhatikan kedudukan suami dan status sosialnya.

Terkadang seorang suami mempunyai kedudukan ilmiyah dan sosial tertentu, yang mana banyak manusia membutuhkanya. Suaminya tersebut menemuinya, berusaha memecahkan permasalahannya, dan yang lainnya sedang  istrinya merasa sempit dengan banyaknya suaminya berhubungan dengan manusia. 

Terkadang suaminya tenggelam dalam membaca, atau menulis, atau mempersiapkan pelajarannya, atau pembahasannya, hal ini merupakan masalah bagi sang istri, dan dia merasa bosan dengan aktivitas suaminya tersebut. Terkadang suaminya mengangkat telpon dari orang yang bertanya kepadanya tentang permasalahan, dan suaminya berusaha memberikan jawaban dan arahan kepada penannya tersebut dengan sesuatu yang sesuai atau yang semisal itu dari konsekuensi kedudukan ilmiyah dan sosial sang suami.

Walaupun sang istri mempunyai hak atas suami mengkhususkan waktu untuknya bisa berdua, bercengkrama saling berkasih sayang. Namun bukan haknya seorang istri untuk mengingkari suaminya menegakkan kewajibannya yang merupakan tuntutan dari status ilmiyah dan sosial suami. Atau menampakkan kemarahan ketika suami melakukan hal yang membuat dirinya bahagia, dan tenang jiwanya.

Jika yang diinginkan oleh sang istri adalah mengotori kejernihan, kebahagian dan kemanisan ruhiyah yang dirasakan suami ketika suami mengajar, mengarahkan masyarakat atau membatu orang sungguh dia (sang istri) telah melakukan hal yang membuat suaminya tidak suka dengan suasana rumah yang mendorong suaminya mencari suasana yang membuat dirinya tenang, bahkan hal tersebut bisa membuat suaminya lari dari istrinya.

Namun hal ini bukan berarti  membolehkan sang suami lalai dari memenuhi hak istrinya bahkan wajib atasnya untuk memenuhi hak istrinya dan meminta maaf ketika ada hak istrinya yang belum terpenuhi dan mengingatkan istrinya tentang pahala keshabaran ketika ada haknya yang terkurangi.

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment