Monday, 27 July 2015

adab buang angin di majelis, rek

Bismillaah

Afwan Ustadzah, ada pertanyaan. Bagaimana adab buang angin ketika sedang bermajelis?
Jazaakillaahu khairan

JAWABAN
Adab buang angin di majleis, hendaknya menjauh lebih dulu. Tentunya dengan meminta izin lebih dahulu dengan mengacungkan tangan misalnya, kalau pengajarnya ustadzah.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Sunday, 26 July 2015

tentang wali tunggal, rek

Bismillaah

Afwan ana seorang akhwat berumur 15 tahun. Ana kenal dakwah lewat suaminya khalah.Orangtua ana menitipkan amanah ke ikhwan tersebut. Apakah dalam islam ada di kenal istilah "wali tunggal"?
Sebatas mana peranannya dalam mengatur si akhwat tersebut?

JAWABAN:
Akhwat itu bukan mahram suami khalahnya, jadi tidak boleh dititipkan atau serumah dengan suami khalahnya. Bahkan dia harus berhijab darinya.
Afwan ana tidak tahu istilah 'wali tunggal'.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Saturday, 25 July 2015

hukum mewarnai rambut yang asalnya berwarna hitam, rek

Bismillaah

Afwan ustadzah ana mau tanya bagaimana hukum mewarnai rambut dengan niatan untuk berhias diri di hadapan sang suami?

JAWABAN:
Hukum mewarnai rambut telah kita kaji pada dars fiqh yang ditulis oleh Syekh Fauzan (Kajian  Kitab Tanbihat 'ala Ahkamin Takhtassu bil Mu'minat). Beliau berpendapat kalau rambut wanita hitam mengapa harus dirubah warnanya, bukankah rambut hitam itu bagus ?! Kecuali kalau rambutnya sudah putih beruban maka ada perintah dalam syariat untuk merubah warnanya selain warna hitam.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Friday, 24 July 2015

meminta syarat ketika ingin memakai cadar, rek

Bismillaah

Ustadzah, ana mau bertanya.
Ketika seorang suami meminta istrinya untuk memakai cadar, lalu istri itu mengajukan persyaratan bahwa dia mau pakai cadar kalau dibelikan motor baru/rumah baru/diberi tambahan uang belanja dll.

Apakah boleh istri meminta syarat seperti itu?

Bila suaminya mampu memenuhi keinginannya, apakah dosa bila niat bercadar itu dikarenakan materi bukan untuk mencari wajah Allah?

Bila suaminya tidak mampu memenuhi syarat tersebut, apakah dosa bagi suaminya karena jadi penghalang istrinya memakai cadar?

JAWABAN:
Tidak boleh menjalankan perintah Allah dengan mengajukan syarat. Artinya dia mentaati Allah tidak ikhlas karena Allah, tapi karena materi dunia. Juga dia tidak mau taat pada perintah Allah kecuali kalau diberi materi dunia. -wal iyaadzu billah-

Jika suami memenuhi permintaan istrinya berarti suami ikut menjerumuskan istrinya untuk beribadah karena materi, tidak ikhlas karena Allah. Mestinya suami menasehati istrinya untuk bercadar hanya karena Allah.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Thursday, 23 July 2015

memakai purdah bagi ummahat adalah wajib, rek

Bismillaah

Ana mau bertanya tentang penggunaan purdah (kain tipis/sifon yang ditutupkan untuk menutupi 2 mata)...
1. Ketika ada ummahat memakai purdah, ada ummahat lain yang mengatakan "buat apa pake purdah? Gak ada pengaruhnya buat ikhwah kalo perempuan cuma keliatan matanya saja."
Apakah memang demikian?

2. Bila ada ummahat A ngajak bareng ummahat B satu mobil dengannya dan yang menyetir mobil itu adalah suami ummahat A, apakah ummahat ini menurunkan purdahnya untuk menghindari fitnah? Karena di mobil ada spion tengah yang bisa melihat penumpang di kursi belakang.

JAWABAN:
1. Purdah atau cadar yang menutup wajah dihukumi wajib oleh semua imam madzhab yang empat, mata yang bercelak cantik pun harus ditutup dari pandangan ajnabi/laki2 asing.

2. Ummahat yang satu mobil dengan suami temannya, harus berhati-hati. Bukan cuma wajah yang ditutup tapi juga suara merdu wanita yang fitnahnya juga besar. Jadi tahan bicara kalau semobil dengan ajnabi. Jangan pula terima telpon di mobil

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Wednesday, 22 July 2015

menyikapi sikap bapak tiri yang jelek kepada anak, rek

Bismillaah

Bagaimana menyikapi seorang suami yang membenci anak tirinya?
Sudah sering dibahas bersamanya mengenai masalah si anak yang merupakan anak kandung ibu dan anak tiri ayah, tapi adanya perubahan sikap ayah hanya sementara saja. Kebencian ayah tiri ini ditampakkan dengan sikapnya yang kurang sabar dan kata-kata yang jelek, seperti "sudah kelakuannya seperti itu (nakal) wajahnya tambah membuat muak, sejelek apa sih ayah kamu "
Sikapnya tidak selayaknya seorang ayah kepada anaknya. Si ibu sering merasa sedih karena khawatir berdampak kepada psikologi anaknya (saat ini anak itu berusia 7 tahun lebih)

JAWABAN:
Itulah salah satu resiko/dampak buruk bapak atau ibu tiri. Kalau nasehat sudah diberikan, sekarang cobalah dengan mujarabnya do'a, mintalah kepada Allah agar menumbuhkan kasih sayang di hati suami kepada anak anti. Semoga do'a anti diijabahi oleh Allah, atau bisa dengan memondokkan anak, meskipun ini belum waktunya. Tapi kalau suami masih tidak berubah, daripada anak tertekan batinnya lebih baik dipondokkan. Usahakan yang dekat sehingga anti bisa sering menjenguknya.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Tuesday, 21 July 2015

hukum smoothing dan rebonding, rek

Bismillaah

Afwan ustadzah, bagaimana hukum smoothing atau rebonding?

JAWABAN:
Setelah ditanyakan kepada ulama', mereka menghukumi smoothing dan rebonding BOLEH, alasannya menurut mereka itu bersifat hanya SEMENTARA yakni tidak selamanya rambut berubah lurus. Nanti setelah beberapa bulan rambut akan kembali ke aslinya,sehingga itu tidak termasuk MERUBAH ciptaan.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Monday, 20 July 2015

hukum mengepang rambut, rek

Bismillaah

Bismillah, rambut ana cukup panjang ('afwan, melebihi pantat) Sehari" ana kepang 1.
Namun, ketika bangun tidur di pagi hari ana tidak punya kesempatan untuk langsung mengepangnya. Sebab hal tersebut memerlukan waktu lumayan lama.. Maka ketika shalat subuh, rambut ana gulung seadanya menyerupai sanggul dan sholat subuh dalam keadaan seperti itu. Rambut akan ana kepang biasanya setelah selesai pekerjaan rumah dan akan bertahan selama seharian hingga ana tidur kembali. Apakah hal ini termasuk sanggul yang diharamkan ustadzah?

JAWABAN:
Itu bukanlah sanggul yang dilarang. Karena yang dilarang itu diletakkan diatas kepala yang seperti punuk onta. Kalau anti letakkan di belakang kepala tidak ada larangan, sebab Ummu Salamah juga berambut panjang dan biasa disanggul tapi tidak diletakkan di ATAS kepala

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Sunday, 19 July 2015

cara menghargai mertua, rek

Bismillaah

Bagaimana cara menghargai mertua, jika mertua sering menyakiti hati dengan lisan?
Jazaakumullahu khairan

JAWABAN:
Mertua adalah ibu yang melahirkan dan membesarkan suami. Kita harus berterimakasih dan menghormati mereka, meskipun kadang mereka cemburu pada kita. Maklumi kecemburuan beliau. Kita yang tidak ikut susah payah tiba-tiba tinggal enaknya merebut hati dan cinta anaknya. Terimalah dengan senyum kemarahan dan kecemburuannya, kasihani dia, sayangi dia.

Kitapun bakal jadi mertua. Siapkah kita ketika anak kita memberikan cinta kasihnya pada istrinya kelak.  Tidakkah kita cemburu padanya? Demikianlah, sekarang giliran kita diuji sebagai menantu, kelak dimasa depan nanti kita diuji ketika berperan sebagai mertua. Jika kita baik sebagai menantu maka kelak kita diberi menantu sebaik diri kita, insyaallah. Sekarang kita menanam kelak ketika tua kita akan panen memetik hasilnya.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Saturday, 18 July 2015

hukum menjual tas untuk orang awam, rek

Bismillaah

Bagaimana hukumnya menjual tas kepada orang awwam?
Apakah tas termasuk perhiasan bagi wanita sehingga tidak boleh ditampakkan?
Jazaakumullaahu khairan.

JAWABAN:
Tidak ada larangan menjual tas kepada orang awam

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Friday, 17 July 2015

jika siklus haid tidak normal, rek

Bismillaah

'Afwan Ustadzah, ada seorang teman yang siklus haidnya dalam beberapa bulan terakhir ini dua kali dalam sebulan dengan lama haid sekitar sepekan, namun untuk bulan ini haidnya tanggal 3 Desember lalu bersih pada tanggal 11 Desember. Qaddarallahu tanggal 17 Desember keluar lagi darah haid dan sampai sekarang masih terus keluar, 'afwan warnanya seperti warna darah haid dan sekarang bercak-bercak kecoklatan. Apakah siklus teman ana ini masih dihukumi haid dan belum boleh sholat?

JAWABAN:
Siklus haidh jika berubah itu disebabkan adanya pengaruh :
- Obat"an keluarga berencana atau alat kontrasepsi keluarga berencana atau
- Pengaruh psikis/kejiwaan

Jika karena keluarga berencana, baik dengan obat atau alat, maka dokter lebih tahu, tanyakan ke dokter apakah itu darah haidh atau bukan.

Jika tidak karena ikut keluarga berencana, maka perhatikan sifat darahnya, jika kental kehitaman maka itu haidh meskipun keluar dua atau tiga kali sebulan.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Thursday, 16 July 2015

memeriksakan kandungan kepada dokter laki-laki, rek

Bismillaah

Bagaimana hukumnya jika seorang istri (belum memiliki anak) yang hendak periksa ke dokter kandungan (untuk cek kondisi/konsultasi tentang program kehamilan) sementara dokter tersebut laki-laki dan di daerah (kota) tersebut hanya ada dokter laki-laki. Mohon penjelasannya.

JAWABAN:
Hindari periksa kandungan ke dokter laki-laki selama masih ada dokter kandungan wanita meskipun di luar kota. Bukankah sekarang transportasi sudah dimudahkan. Di Nganjuk misalnya ada dokter kandungan wanita, di Malang juga ada beberapa dokter wanita dan juga di kota-kota lain. 

Ada pula beberapa ummahat yang ke luar kota bahkan melahirkan keluar kota hanya karena untuk menghindari dokter laki-laki. Betapa malunya, wajah kita tutupi tapi, afwan, farji kita buka di depan laki-laki meskipun dia dokter. Selama masih ada dokter wanita tidak boleh ke dokter laki-laki

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Wednesday, 15 July 2015

keharaman pala, rek

Bismillaah

Afwan ada yg bilang kalau biji pala itu haram, apa benar? Mohon penjelasannya

JAWABAN:
Khabarnya seperti itu bahwa biji pala itu haram. Tapi ana sendiri belum tahu fatwa siapa dan dalilnya apa, sehingga perkara ini menjadi isykal bagi ana. Afwan.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Tuesday, 14 July 2015

arisan dengan grup yang di dalamnya ada ahlul bid'ah, rek

Bismillaah

Ana ikut arisan peralatan dapur, kami baru mengetahui kalau di dalam arisan itu kami dicampur dengan ummahat wahdah setelah lot arisan pertama. Yang memegang arisan tersebut adalah admin grup WA yang memang membuat grup campuran di dalam grup itu ada (MLM, Surury). Pemegang arisan itu memang sengaja mencampur kami.
Apakah ana melanjutkan arisan tersebut?

JAWABAN:
Bukankah arisan itu tasyabbuh dengan judi, ditambah lagi bergabung bareng sama mereka yang terfitnah. Maka untuk menjaga dari fitnah mereka dan meninggalkan yang tasyabbuh, lebih baik tinggalkan arisan itu.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Monday, 13 July 2015

pakaian wanita saat shalat, rek

Bismillaah

Apakah sudah mencukupi seorang muslimah shalat dengan mengenakan daster plus mukena tanpa menggunakan kerudung kecil di dalamnya?

JAWABAN:
Pakaian shalat wanita, seperti dijelaskan dalam atsar Ibnu Abbas bahwa yang afdhal tiga lapis yakni :
1. Diri' (baju panjang)/long dress
2. Bawahan/sarung
3. Jilbab/kerudung

Atau minimal dua lapis , yakni :
1.Diri' / long dress
2.Jilbab

Adapun istilah kerudung kecil didalamnya, ana tidak pernah tahu harus pakai kerudung kecil segala.
Allahu a'lam.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Sunday, 12 July 2015

shalatnya seseorang yang baru saja dioperasi, rek

Bismillaah

Ada orang sakit yang baru saja menjalani operasi bedah. Selama beberapa waktu, dia tidak mengerjakan shalat fardhu. Apakah setelah dia sembuh, dia wajib melakukan qadha (mengganti) shalat secara berurutan sekaligus pada satu waktu? Atau dia melakukan qadha sesuai waktunya: qadha shalat ashar dikerjakan pada waktu ashar, zhuhur sewaktu tiba waktu shalat zhuhur, maghrib sewaktu tiba waktu shalat maghrib, dan seterusnya?

JAWABAN:
Bukan setelah sembuh tapi setelah sadar dari bius, dia shalat, di waktu-waktu yang tertinggal karena tidak sadar. Adapun selama sakit dia tetap shalat meskipun dengan tidur berbaring sebab dia sudah sadarkan diri.

Ketika sakit shalat dengan tayammum meskipun dikateter, ada selang tempat kencing dll, boleh itu dharuri karena sakit. Yang tidak boleh meninggalkan shalat.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Saturday, 11 July 2015

hari rabu adalah salah satu waktu terkabulnya doa, rek

Bismillaah

Afwan, ana pernah membaca sebuah hadist yang mengatakan bahwa salah satu waktu terkabulnya do'a adalah pada hari Rabu di antara waktu shalat dhuhur dan ashar. Apakah hadist tersebut shahih ustadzah?

JAWABAN:
Tentang  HR. Imam Ahmad bahwa do'a yang makbul pada hari Rabu, alhamdulillah...haditsnya shahih. Begitu jawaban dari Ustadz Usamah.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Friday, 10 July 2015

cara menghitung zakat emas, rek

Bismillaah

Afwan, apabila ada seorang wanita memiliki emas 85 gram yang mencapai nishab dan haul 1 tahun hijriah. Yang ana mau tanyakan, bagaimana cara menghitungnya dan bagaimana perinciannya?

JAWABAN
Cara menghitung zakat emas, ambil 2.5 % dari 85 gram, atau 85 gram dikurskan ke rupiah dahulu, kemudian diambil 2.5% dari sejumlah harga 85 gram emas tersebut sebagai zakatnya.

Misalnya :
1 gram emas = Rp. 500.000,-
Rp. 500.000,- × 85 gram
= Rp. 42.500.000,-

Zakatnya :
= Rp. 42.500000 x 2,5 %
= Rp. 162.500,-

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Thursday, 9 July 2015

sabar itu tak ada batasnya, rek

Bismillaah

Orang-orang sering mengatakan sabar ada batasnya, tapi baru-baru ini saya mendengar dari seseorang yang tak ana kenal, sabar tidak ada batasnya dan perkataan ini didasari dengan dalil al quran yang afwan ana lupa surat dan ayatnya.karena ia menggunakan dalil, saya tak berani asal mengambil kesimpulan mana yang benar... Mohon penjelasannya..

JAWABAN:
Yang benar, sabar itu tidak ada batasnya. Sebab Allah perintahkan kita untuk sabar secara mutlak dalam Al Qur'an. Bukankah memang dunia ini tempat ujian? Dan alhamdulillah dunia ini fana sehingga ujiannya juga fana tidak kekal selamanya. Sabar atau tidak sabar, tetap saja ujian datang menghampiri kita. 

Bukan cuma kita yang diuji, para nabi dan Rasulpun diuji lebih berat dari kita. Mereka para Rasul ULUL AZMI dipuji karena kesabarannya. Marilah kita contoh mereka seberat apapun ujian menjadi ringan jika iman kita kuat, jika kita berharap wajah Allah semata, jika kita mengharap besarnya pahala sabar yang tak terhitung banyaknya.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Wednesday, 8 July 2015

waktu qiyamul lail, rek

Bismillaah

Sebaiknya qiyamul lail itu jam berapa? Ana biasanya jam setengah 4,. Apakah jam segitu termasuk sepertiga malam?

JAWABAN:
Qiyamul lail bisa dilakukan separuh malam, atau lebih dari itu, atau sepertiga malam. Dan semua itu pernah dilakukan oleh Rasulullah.

Adapun setengah 4 termasuk sepertiga malam yang terakhir bahkan sekarang jam segitu mepet/dekat sekali dengan waktu fajar shubuh, mungkin kalau jam segitu kita tidak bisa banyak curhat bermunajah kepada Allah dengan puas, mungkin cukup hanya shalat witir tanpa bisa tahajud.
Allahu a'lam

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Tuesday, 7 July 2015

melepas kepergian teman yang baru saja meninggal, rek

Bismillaah

Berikan nasehat ustadzah, karena kami baru saja kehilangan sahabat karena sakit kanker, yang sebelumnya beliau tidak pernah menceritakan sakitnya kepada kami. Bagaimana caranya agar kami ikhlas melepas kepergiannya?

JAWABAN:
Ajal kita manusia sudah ditentukan oleh Allah, bahkan ketika kita masih janin dalam kandungan ibu. Sahabat kalian itu wanita shalihah, insyaallah, karena dia sabar menanggung derita sakitnya tanpa mengeluh kepada kalian meskipun sahabatnya. Rupanya dia, semoga Allah merahmatinya, hanya mengeluh kepada Allah Penciptanya. Rupanya dia tawakkal, ikhlas dengan ujiannya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.

Hidupnya menderita sakit hanya saja kalian tidak tahu penderitaannya ketika dia hidup. Sekarang setelah kematiannya, dia istirahat dari derita sakitnya. Sekarang di barzakh sebagai mukminah, wanita shalihah yang sabar, dia menerima balasan kesejukan dari amal sholihnya. Insyaallah dia lebih bahagia setelah kematiannya, lalu apa yang kalian sedihkan? 

Apa kalian tega, dia tetap hidup dekat kalian yang tertawa bahagia, sementara dia menangis dalam hati disembunyikan penderitaannya dari kalian?! Mestinya kalian sebagai wanita mukminah bahagia mengantar dia pulang ke Rahmatullah, dengan diiringi doa, merasa yakin bahwa dia akan disambut rohnya dengan ridha Allah .

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Monday, 6 July 2015

shalat sunnah qabliyah ketika habis waktu, rek

Bismillaah

Ustadzah, bolehkah melakukan sholat sunnah rawatib qabliyah ketika kita sholat tidak pada waktunya/tidak tepat waktu?

JAWABAN:
Shalat sunnah rawatib qabliyah dilakukan jika kita shalat pada waktunya, jika shalat di akhir waktunya maka tidak dianjurkan shalat qabliyah, dikuatirkan HABIS WAKTUNYA.
Begitu pula ketika shalat tidak pada waktunya, shalat jama', atau shalat qashar ketika safar, tidak lagi disunnahkan qabliyah maupun ba'diyah.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Sunday, 5 July 2015

hukum memakan tulang lunak, rek

Bismillaah

Ana pernah membaca bahwa jin makanannya adalah tulang. Lalu bolehkah kita memasak dan memakan ikan atau ayam yang di presto (dilunakkan tulangnya)?

JAWABAN:
Tulang itu makanan jin, kita telah mengkajinya di bab ISTIJMAR. Namun kita boleh memakan tulang lunak (presto) sebab tulangnya sudah lunak sehingga kita, manusia bisa mengunyahnya/memakannya.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Saturday, 4 July 2015

pendidikan anak adalah tanggung jawab kedua orangtua, rek

Bismillaah

1. Ustadzah, apakah pendidikan anak menjadi tanggung jawab uminya saja atau abinya saja atau keduanya. Karena pernah zauji menyampaikan ke ana kalau hal itu tanggungjawab uminya. Padahal terkadang kalau sudah sibuk dengan pekerjaan rumah ana sampai tidak sempat mengajari anak. Sedangkan zauji memiliki kelonggaran waktu untuk bisa mengajari mereka.

2. Kalau ada perselisihan dengan suami, bagaimana sikap seorang istri agar tidak menjadi istri yang mengkufuri suami? Bolehkah istri menegur suami kalau keasyikan dengan media sosial seperti WA walau
WA Dakwah Salafy sehingga kalau tidak diingatkan jadi kurang berkomunikasi dengan istri dan anak?

JAWABAN
1. Pendidikan anak adalah tanggungjawab kedua orang tua.Hanya saja karena ibu yang sering di rumah maka kesempatan mendidik anak lebih banyak ada pada ibu, tapi ketika bapak sudah pulang ke rumah dan sudah hilang payahnya bekerja di luar rumah, maka bapak juga berkewajiban mendidik anak"nya, misalnya yang berhubungan dengan praktik shalat, apalagi anak laki, bapak harus mengajak sama" shalat berjama'ah di masjid. Contoh yang lain, membantu menyimak hafalan anak"nya, jadi harus ada kerjasama antara ibu dan bapak, apalagi umumnya bapak lebih berwibawa dan disegani anak, maka bapak yang ikut berperan aktif mendidik, insyaallah hasilnya lebih maksimal,

2. Suami istri harus beramar ma'ruf nahi mungkar dalam rumah tangganya, saling nasehat menasehati dengan haq dan penuh kesabaran. Kalau anti sudah mendengar nasehat Ustadz Luqman Ba'abduh, anti pasti paham bahwa istri harus menasehati suami jika dia salah dan khilaf tapi jangan dengan SOMBONG dan ANGKUH. Sampaikan dengan cara berdiskusi, dengan tanya jawab dan semisalnya. Jangan langsung tonjok kesalahannya, bukan kesadaran yang kita dapat tapi malah kemarahannya. Pilih waktu yang tepat, ketika suami sedang santai, sedang ceria, sampaikan kata" ma'ruf berisi nasehat insyaallah akan mudah menerimanya. Dan yang penting juga berdoa terus agar suami dan anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati. 

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Friday, 3 July 2015

matahari terbit dari barat, rek

Di suatu hari pada tahun 2012, ketika saya masih bekerja di Kantor Pelayanan Perbendaraan Negara (KPPN) Takengon, kami memutuskan untuk bersilaturahmi ke KPPN Meulaboh. Sesuai dengan namanya, KPPN Meulaboh terletak di kota Meulaboh, sebuah kota di Propinsi Aceh yang langsung menghadap Samudera Hindia.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya lalu melayang ke bulan Desember 2004, saat tsunami dahsyat menghantam pantai barat Sumatra. Meulaboh termasuk salah satunya. Koran-koran memberitakan dengan gencar betapa pesisir pantai barat luluh lantak terkena gelombang ombak raksasa. Korban berjatuhan. Rumah-rumah penduduk rata dengan tanah. Jalan penghubung antara Banda Aceh dan Meulaboh juga turut hancur dilalap bencana tersebut.

Namun itu dulu. Sekarang, rakyat Meulaboh boleh berbangga. Jalan Raya Banda Aceh – Meulaboh tampak cantik seperti jalanan di luar negeri. Aspalnya mulus. Catnya memberikan efek seakan-akan baru dicat kemarin. Penunjuk jalannya pun tampak sedap dipandang.

Kawan, itu semua tidak terjadi karena keajaiban. Sejak bencana tersebut terjadi, lebih dari 900 lembaga dari berbagai penjuru dunia, mewakili 55 negara, berbondong-bondong memberikan bantuan ke Indonesia. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, USD 7 milyar. Adanya sistem pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas menjadi sebuah keharusan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, berinisiatif membentuk KPPN Khusus Banda Aceh. KPPN ini dibentuk untuk melayani penyaluran dana yang sangat besar tersebut. Tujuannya tentu saja mulia, untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami.

Agar terbentuk trust di kalangan stakeholder mengenai transparansi informasi dana yang telah mereka salurkan, KPPN Khusus Banda Aceh membuat sebuah situs yang beralamat di www.danarrapbn.org. Melalui website tersebut, semua pihak dapat memperoleh informasi pencairan dana secara rinci. Komplimen pun diberikan oleh berbagai macam lapisan, mulai dari negara-negara pendonor, media massa, hingga segenap elemen masyarakat.

Selain itu, untuk menjangkau kawasan-kawasan yang terbilang remote, KPPN Khusus Banda Aceh juga membentuk kantor filial, sebuah hal yang terbilang baru di lingkup Ditjen Perbendaharaan sendiri. Kantor ini hanya dikelola oleh satu-dua orang petugas, namun masih memiliki fungsi yang sama dengan kantor induknya. Sistemnya mengacu pada model di kalangan perbankan yang biasa dikenal dengan kantor kas atau kantor cabang pembantu. Tentunya, pola kerja yang dijalankan disesuaikan dengan standar pengelolaan keuangan negara. Gunungsitoli, Meulaboh, dan Lhokseumawe menjadi saksi bisu pembentukan kantor filial Ditjen Perbendaharaan generasi pertama di Indonesia.

Tidak hanya transparansi melalui website dan pembentukan kantor filial, KPPN Khusus Banda Aceh juga mengeluarkan sebuah inovasi yang lebih dahsyat lagi. Sejarah Perbendaharaan mencatat bahwa Kepala KPPN Khusus Banda Aceh saat itu, mengeluarkan inovasi berupa One Stop Service. Melalui One Stop Service, waktu layanan dapat dipersingkat dari yang tadinya 1 hari menjadi hanya 1 jam saja. Hierarki kerja yang ada disederhanakan. Tentunya dengan menggunakan sistem informasi yang sistematis. Terobosan One Stop Service ini tidak main-main kreatifnya sampai-sampai, KPPN Khusus Banda Aceh menerima penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden pada tahun 2006.

Pikiran saya pun kembali berada di masa kini kembali. Memandang Jalan Raya Banda Aceh – Meulaboh yang memikat mata, tak salah rasanya jika matahari telah terbit dari barat. Melalui sinar-sinar prestasi KPPN Khusus Banda Aceh, wajah Aceh yang dulu suram menjadi cerah kembali. Melalui binar-binar inovasi yang dilakukan oleh KPPN Khusus Banda Aceh pula, Ditjen Perbendaharaan bangkit untuk bertransformasi menjadi unit treasury yang unggul di tingkat dunia.

Disclaimer:
Tulisan merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pandangan organisasi.

Thursday, 2 July 2015

sketsa manusia termasuk dalam hukum gambar makhluk bernyawa, rek

Bismillaah

Bismillah..
1. Ustadzah, kalau ada orang tua yang sedang membicarakan orang lain yang tanpa sengaja terdengar oleh kita. Kita sebagai anak/orang yang mendengar pembicaraan mereka ( rang tua ) harus bagaimana sikapnya?

2. Apakah gambar sketsa manusia secara utuh termasuk larangan bahaya gambar? (Meskipun wajahnya tidak terlihat dan hanya seperti bayangan utuh saja). Atau hanya akan menimbulkan fitnah kepada yang tidak paham tentang hukum gambar?
Jazaakillahu khairan

JAWABAN
1. Sebagai anak harus memberikan nasehat dengan santun dalam rangka nahi mungkar terhadap orang tua, kalau menolak, jauhi majlis ghibah itu.

2. Karena kerasnya larangan gambar dan betapa keras siksaan bagi pembuat gambar, maka hindari gambar apapun bentuknya. Apakah sketsa utuh atau tidak, berupa bayangan atau apalagi jelas, agar kita selamat dari yang dilarang dan selamat dari adzab yang pedih.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Wednesday, 1 July 2015

botol kecap bekas khamr, rek

Bismillaah

Bismillah.
Ustadzah, bagaimana hukumnya ketika membeli kecap botol ternyata botolnya bekas khamr dan ada merknya?

JAWABAN
Kalau anti tahu itu botol sudah dibersihkan dari sisa khamr, ya boleh anti pakai kecapnya. Tapi kalau tidak tahu, maka termasuk makanan syubhat kecap tersebut. Ahsan jauhi.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Tuesday, 30 June 2015

hijrah kepada nama yang baik, rek

Bismillaah

Afwan ana mau tanya.
Bagaimanakah hukumnya orang yang semenjak lahir diberi nama oleh orang tuanya, nama yang banyak dpakai orang kafir, seperti misalnya nama ana "Mike".
Apakah ana berdosa kalau nama itu tidak ana ubah?
Apakah ana diwajibkan untuk mempunyai nama hijrah?
Dan bagaimana menghadapi orang diluar sana yang sudah mengenal nama ana sebelumnya?
Jazaakillahu khoiron

JAWABAN
Tentang nama anak, itu kewajiban orang tua untuk memberi nama yang baik untuk anaknya. Sehingga kalau tidak diberi nama baik, dosanya bukan dipikul anaknya. Dan sebagai wanita yang thalibul ilmi, sebaiknya anti hijrah kepada nama yang baik. Sebab pada yaumul hisab kita akan dipanggil dengan suara keras, nama kita lengkap dengan nama orang tua, maka kita bangga jika nama kita bagus.

Sebaliknya malu jika nama kita jelek apalagi seperti nama kuffar. Hijrahlah dengan nama yang bagus. Adapun orang lain, semampunya anti memberitahu ke orang lain tentang perubahan nama anti. Selanjutnya anti tidak dituntut semua orang harus tahu. Yang penting anti sudah niat dan ikhtiar hijrah nama.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Monday, 29 June 2015

apakah darurat buang angin saat shalat, rek

Bismillaah

Afwan ustadzah, apakah orang yang sakit kembung sehingga buang angin terus menerus dihukumi dharurah jika dalam sholat menahan angin sebab jika tidak, maka dia tidak bisa sholat karena batal terus.

JAWABAN
Hukum asalnya menahan hadats dan keluarnya angin ketika shalat TIDAK BOLEH, tapi jika itu karena was" dari godaan syetan, maka harus dilawan yakni ditahan sekuatnya.

Dan jika karena penyakit seperti yang anti tanyakan, maka berobatlah ke dokter. Kembung sehingga sering buang angin mungkin karena ada penyakit di lambung/maag, atau sebab-sebab lain. Kalau ingin mencoba obat herbal, minumlah madu + air, atau coba daun na'na'/daun mint yang disedu dengan air hangat, insyaallah dapat mengobati kembung.

Ana tidak mengetahui adanya dharury dalam hal ini. Allahu a'lam.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Sunday, 28 June 2015

pemberian zakat kepada orangtua yang melakukan kesyirikan, rek

Bismillaah

Apa boleh suami memberikan zakatnya untuk orang tua yang melakukan syirik yaitu datang ke dukun/paranormal dan juga melakukan kebid'ahan, tapi orang tua punya hutang banyak melebihi dari harta yang mereka miliki?

JAWABAN
Orang tua yang musyrik tidak boleh dibantu tapi justru harus dibaro', sebagaimana baro'nya nabi Ibrahim kepada bapaknya Azar.

oleh Ustadzah Ummu Abdillah Zainab

Baarakallahufiikum

Saturday, 27 June 2015

tentang tidur, part 12, rek

Bismillaah

MANFAAT AL-QAILULAH:

Al-Qailulah adalah istirahat sebentar di siang hari, hal ini telah menjadi kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabat-sahabatnya. Ini merupakan sunnah yang telah banyak ditinggalkan oleh kebanyakan kaum muslimin, bahkan sebagian manusia menganggap bahwa istirahat siang itu seperti anak kecil atau tidurnya orang-orang yang malas bekerja. Ini adalah anggapan yang salah, karena syariat kita telah menuntun kita untuk istirahat siang. Setiap syariat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan, pasti padanya suatu hikmah, baik hikmah tersebut kita ketahui maupun tidak. Bahkan di beberapa perusahaan asing, seperti Amerka dan Jepang telah menerapkan istirahat atau tidur siang untuk para karyawannya, karena mereka melihat dan membandingkan pada karyawan yang melakukan tidur siang ternyata lebih fokus, fresh (segar), semangat dan tidak mudah mengantuk serta tidak mudah sakit dalam hari-hari produktif bekerja.

Betapa indahnya ajaran Islam, sampai-sampai perkara tidur pun diatur dan dibimbing oleh syariat. Hal ini menunjukan kesempurnaan dan kemuliaan Islam yang sudah seyogyanya bagi setiap muslim untuk senantiasa semangat mengamalkan segala hal yang telah menjadi tuntunan syariat ini.

Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang kami sampaikan banyak memberikan faedah dan motivasi, agar kita lebih semangat dalam mengamalkan segala tuntunan yang telah dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 14 Rabiul Awal 1436/ 5 Januari 2015_di kota Ambon Manise.

Baarakallahufiikum

Friday, 26 June 2015

tentang tidur, part 11, rek

Bismillaah

WAKTU AL-QAILULAH:

Al-Qailulah dilakukan sebelum matahari tergelincir ke barat atau sebelum masuk waktu dzuhur. Adapun jika tidak sempat istirahat sebelum dzuhur maka al-Qailulah bisa dilakukan setelah shalat dzuhur, hal ini sebagaimana ditunjukan dalam hadist Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

«مَا كُنَّا نَقِيلُ، وَلَا نَتَغَدَّى إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

"Biasanya kami tidaklah beristirahat siang dan tidak pula makan siang kecuali setelah menunaikan shalat Jum'at pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Berkata Ibnu Qutaibah rahimahullah:
Tidaklah dinamakan makan siang dan al-Qailulah jika dilakukan setelah matahari tergelincir."
[Nailul Authar: 3/309]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

«كَانُوا يُجَمِّعُوْنَ ثُمَّ يَقِيْلُوْنَ»

Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang (qailulah).”
[HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240, dishahihakan asy-Syaikh al-Albani]

‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, belaiu mengatakan kepada mereka,:

قُوْمُوا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِلشَّيْطَانِ. ثُمَّ لاَ يَمُرُّ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ أَقَامَهُ

Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang)! Yang tertinggal (pada waktu ini) hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.”
[HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1238, Berkata asy-Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1647: Sanadnya hasan]

Thursday, 25 June 2015

tentang tidur, part 10, rek

Bismillaah

Qailulah atau tidur siang

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN QAILULAH?

Berkata Ibnul Atsir rahimahullah:
Qailulah adalah istirahat di tengah hari, walaupun tidak disertai tidur.
[An-Nihayah fi Gharibil Hadits: 4/133]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

«قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَا تَقِيلُ»

Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.”
[HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, Berkata asy-Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1647: Sanadnya hasan]

Baarakallahufiikum

Wednesday, 24 June 2015

tentang tidur, part 9, rek

Bismillaah

Waktu tidur yang disunnahkan

Tidur di awal malam

عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ؟ قَالَتْ: «كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ، فَيُصَلِّي، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ، فَإِذَا أَذَّنَ المُؤَذِّنُ وَثَبَ، فَإِنْ كَانَ بِهِ حَاجَةٌ، اغْتَسَلَ وَإِلَّا تَوَضَّأَ وَخَرَجَ»

Dari al-Aswad berkata; "Aku bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha tentang cara Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam".
'Aisyah radhiyallahu 'anha menjawab: "Beliau tidur di awal malam dan bangun untuk shalat di akhir malam dan shalat, lalu beliau kembali ke tempat tidurnya. Bila mu'adzin sudah mengumandangkan adzan, maka Beliau bersegera. Bila saat itu Beliau punya hajat (kepada isterinya), maka Beliau mandi. Bila tidak, maka Beliau hanya berwudhu' lalu keluar untuk shalat".
[Muttafaqun ‘alaihi]

Waktu tidur yang terbaik ialah di awal malam, hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, janganlah kalian terlewatkan tidur selepas isya kecuali jika ada keperluan, seperti musyawarah, menerima tamu atau urusan penting yang lainnya. Kebiasaan tidur terlalu malam bisa bermudarat bagi kesehatan, hal ini telah dibuktikan oleh para ahli kedokteran. Apa yang telah dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah waktu tidur yang terbaik. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah tidur melampaui batas yang dibutuhkan tubuh, tidak juga menahan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan. Inilah prinsip pertengahan yang Beliau ajarkan kepada umatnya. Hal ini selaras dengan fitrah manusia, jauh dari sikap berlebih-lebihan ataupun mengurangi atau meremehkan.

Baarakallahufiikum

Tuesday, 23 June 2015

tentang tidur, part 8, rek

Bismillaah

Dan tidak ada larangan tidur di waktu tertentu dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali hadits Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu;

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ، وَيَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا، وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا» الحديث

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat isya` hingga sepertiga malam, dan beliau tidak menyukai tidur sebelum isya` dan berbincang-bincang sesudahnya."
[HR. al-Bukhari dan Muslim]

Adapun tidur setelah shubuh, maka para Salaf dahulu tidak menyukai hal tersebut, karena merupakan waktu yang terdapat padanya keutamaan-keutamaan, seperti turunnya barakah, waktu berdzikir, berdoa, membaca al-Quran dan menambah hafalan.

Baarakallahufiikum

Monday, 22 June 2015

tentang tidur, part 7, rek

Bismillaah

Pada pertemuan pertama dari silsilah kita ini, padanya kami sebutkan perkataan al-'Ujaili tentang macam-macam tidur, yang mana tidur terbagi menjadi tujuh macam;

a. Tidurnya orang lalai, yaitu tidur ketika berada di majelis dzikir (ilmu),
b. tidurnya orang yang celaka, yaitu tidur di waktu shalat,
c. tidurnya orang yang dilaknat, yaitu tidur pada waktu shalat shubuh,
d. tidurnya orang yang mendapat hukuman, yaitu tidur seusai shalat shubuh,
e. tidurnya orang yang dalam keadaan lega, yaitu tidur sebelum dzuhur,
f. tidurnya orang yang mendapatkan rahmat, yaitu tidur setelah shalat isya,
g. tidurnya orang yang mendapatkan penyesalan, yaitu tidur pada malam hari jumat.
[Futuhat al-Wahhab, 1/274]

Bila kita perhatikan pembagian tujuh macam tidur diatas, ternyata tidak ada asalnya dari kitab dan as-Sunnah. Yang benar adalah barangsiapa yang tidur ketika shalat atau sampai terluputkan waktu shalat dengan sengaja, maka orang yang seperti inilah yang akan mendapatkan hukuman dari Allah dan dia berdosa atas perbuatannya. Adapun jika tidak sengaja, ia telah berusaha memasang jam weker/ alarm atau mewakilkan kepada seseorang untuk membangunkannya, namun ternyata terlelap tidak bangun sehingga terlewatkan waktu shalat, maka tidaklah mendapatkan dosa atas perbuatannya, sebagaimana hal ini disabdakan oleh Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wasallam:

«أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى»

"Tidaklah dikatakan meremehkan shalat karena ketiduran, hanyalah dikatakan meremehkan (shalat) itu bagi orang yang tidak menunaikan shalat hingga tiba waktu shalat yang lain. "
[HR. Muslim, dari shahabat Abu Qatadah]

Baarakallahufiikum

Sunday, 21 June 2015

nasehat kepada anak kita, part 9, rek

Bismillaah

Doronglah putra-putrimu untuk berpegang kepada al-Jama'ah di bawah kekuasaan pemerintahnya. Katakan kepada mereka, bahwa pada persatuan itu terdapat rahmat, sementara pada perpecahan terdapat adzab.

asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah


Baarakallahufiikum

Saturday, 20 June 2015

kesalahan pada istri, part 6, rek

Melakukan Nusyuz kepada suami.

Nusyuz adalah seorang istri mengangkat dirinya diatas suaminya, menyelisihi perintahnya, keluar dari ketaatan kepadanya.

Berkata Ibnu Qudamah:

معنى النشوز معصية الزوج فيما فرض الله عليها من طاعته

“Makna Nusyuz adalah bermaksiat kepada suami didalam perkara yang Allah wajibkan istri untuk taat kepada suaminya” (Mugni:10/259)

Nusyuz nya seorang istri kepada suaminya merupakan kesalahan yang sangat fatal yang dilakukan seorang istri kepada suami yang datang ancaman mengerikan tentangnya. Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam bersabda:

اثْنَانِ لا تُجَاوِزُ صَلاتُهُمَا رُءُوسَهُمَا : عَبْدٌ آبِقٌ مِنْ مَوَالِيهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِمْ ، وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ

Dua orang yang tidak lewat shalat mereka dari  kepala mereka: seorang budak  yang lari dari tuan (majikanya) sampai dia kembali, seorang istri yang bermaksiat (tidak taat) kepada suaminya sampai dia kembali (taat).” (HR Ath-Thabrani, al-Hakim dihasankan oleh syaikh al-Albani)

Nusyuz banyak bentuknya, diantaranya yang paling berbahaya
1. Enggan memenuhi ajakan suami untuk berhubungan suami istri
2. Mengkhianati suaminya dengan berhubungan dengan laki-laki asing (bukan mahram)
3. Lalai dalam melayani suami
4. Menyakiti suami dengan buruknya ucapan mencelanya atau mengumpatnya
5. Keluar rumah tanpa seidzin suami
6. Menyebarkan rahasianya.

Maka seorang istri shalihah yang menginginkan kebaikan untuk dunia dan akhiratnya dan kebaikkan untuk rumah tangganya  akan senantiasa melayani dan mentaati suaminya selama bukan perkara maksiat.

Baarakallahufiikum

Friday, 19 June 2015

kesalahan yang dilakukan istri, part 5, rek

Bismillaah

Membebani Suami dengan banyak tuntutan.
Sebagian istri ada yang membebani suaminya dengan banyak tuntutan tanpa melihat kondisi keuangan suami. Seorang istri seharusnya merasa cukup dengan apa yang ada dan melihat kebawah dalam urusan dunia.

Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Lihatlah kepada orang yang berada dibawah darimu (dalam urusan dunia), dan janganlah  kalian melihat kepada orang yang berada diatasmu yang demikian itu akan lebih bisa bersyukur dan tidak meremehkan kenikmatan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata Ibnu Jarir:
هذا حديث جامع لأنواع من الخير لأن الانسان اذا رأى من فضل عليه فى الدنيا طلبت نفسه مثل ذلك واستصغر ما عنده من نعمة الله تعالى وحرص على الازدياد ليلحق بذلك أو يقاربه هذا هو الموجود فى غالب الناس وأما اذا نظر فى أمور الدنيا إلى من هو دونه فيها ظهرت له نعمة الله تعالى عليه فشكرها وتواضع وفعل فيه الخير

“Hadits ini mengumpulkan macam" kebaikan; dikarenakan seseorang apabila melihat orang yang berada diatasnya dalam masalah dunia, jiwanya menuntut seperti itu, dan merasa kecil dengan nikmat Allah yang ada disisinya, dan bersemangat untuk menambah untuk seperti itu atau mendekatinya. Hal ini ada pada keumuman manusia. Adapun apabila dia melihat orang yang dibawahnya pada perkara dunia tampaklah baginya nikmat Allah Ta’aala atasnya, maka ia mensyukurinya, tawadhu dan melakukan kebaikkan.”
(Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawi:6/97).

Baarakallahufiikum

Thursday, 18 June 2015

menjama' shalat jumat dan ashar, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya: Ada beberapa orang melakukan safar, lalu mereka menjama’ shalat Jum’at dengan shalat Ashar, kemudian mereka bertanya kepada salah seorang penuntut ilmu tentang hal tersebut, maka dia menjawab: “Saya tidak mengetahui ada yang melarang hal tersebut?” Maka hukum hal tersebut berkaitan dengannya dan dengan mereka? Apakah di sana ada pendapat sebagian ulama yang menyatakan bolehnya hal tersebut?

Asy-Syaikh: Ini merupakan pendapat yang lemah. Jumhur ulama berpendapat bahwa tidak boleh menjama’ shalat Ashar dengan shalat Jum’at. Dan tidak ada riwayat dari Salaf satu huruf pun yang menyebutkan bahwa mereka menjama’ shalat Jum’at dengan Ashar, tidak ada riwayat semacam ini. Yang ada hanya pendapat yang lemah dari sebagian pengikut madzhab Asy-Syafi’iy. Adapun jumhur berpendapat sebaliknya. Bahkan siapa yang menjama’ shalat Ashar dengan shalat Zhuhur (mungkin maksudnya Jum’at –pent) maka dia wajib mengulang, wajib atasnya untuk mengulang shalat Ashar.

Penanya: Kalau telah lewat?

Asy-Syaikh: Walaupun telah berlalu 100 tahun dia harus mengulangi shalat Ashar.

Penanya: Kalau dia mengerjakan shalat Zhuhur dan tidak menghadiri shalat Jum’at?

Asy-Syaikh: Yang tidak ada adalah menjama’ dengan shalat Jum’at. Gambarannya seseorang mengerjakan shalat Jum’at bersama manusia, dan tatkala mereka selesai dari shalat Jum’at dia bangkit mengerjakan shalat Ashar.

Penanya: (Suara kurang jelas).

Asy-Syaikh: Tidak tepat, tidak boleh menjama’ dan waktunya belum datang. Shalat Ashar dikerjakan pada waktunya yaitu waktu Ashar.

Penanya: Bagaimana dengan orang yang tidak menghadiri shalat Jum’at apakah boleh mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar dengan menjama’?

Asy-Syaikh: Jika dia mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar di … (suara kurang jelas –pent) hal ini mungkin, seperti seorang musafir yang tidak menghadiri shalat Jum’at bersama orang-orang yang mukim lalu dia mengerjakan shalat Zhuhur dan menjama’nya dengan shalat Ashar maka tidak mengapa. Karena pembicaraan kita berkaitan dengan menjama’ shalat Ashar dengan shalat Jum’at.

Sumber artikel:
http://www.alfawzan.af.org.sa/index.php?q=node/11646

Baarakallahufiikum

Wednesday, 17 June 2015

fusuq, zhalim, nifaq, rek

Bismillaah

Apa perbedaan antara fusuq, zhalim dan nifaq? Dan apakah bisa bersatu antara satu sama lainnya?

Jawaban:
Fusuq ialah keluar dari ketaatan kepada Alloh, dan dia terbagi 2:
Fusuq kufrin, dan fusuq maksiat, yaitu kefasikan yang tidak menjadikan fasiq pelakunya.

Nifaq juga demikian: nifaq akbar i'tiqodi: yaitu menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran,
sedangkan nifaq amali: ialah seseorang beriman namun padanya ada sebagian sifat-sifat munafikin seperti dusta dalam berbicara, menyelisihi janji, dan dusta dalam berbicara,
ini adalah nifaq amali bukan nifaq i'tiqodi, wajib bertaubat darinya dan dia tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Dan kekufuran ada 2 juga: kufur akbar (kekufuran yang besar) yang dapat mengeluarkan dari agama, dan kufur ashghor (kecil) tidak sampai mengeluarkan dari agama:
«لا ترجعوا كُفّاراً يضرب بعضكم  رقابَ بعض»

"Jangan kalian kembali menjadi kafir yang sebagian kalian memenggal leher sebagian lainnya."
Ini adalah kufur ashghor amali, bukan kufur i'tiqodi yang mengeluarkan dari agama karena membunuh jiwa sekalipun dosa besar akan tetapi tidak mengeluarkan dari agama."

Sumber artikel: 🔗http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14722

Baarakallahufiikum

Tuesday, 16 June 2015

tidak ada paksaan dalam beragama, rek

Bismillaah

Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan firman Allah Ta’ala:
(لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ)

"Tidak ada paksaan dalam agama." ?

Jawaban:
Tidak ada paksaan untuk masuk ke dalam agama Islam, tidak ada satu orang pun yang masuk kecuali di atas kesukaannya, jika dia tidak suka maka diambil darinya perjanjian sebagai dzimmi* dan dia serahkan jizyah** dan dibiarkan jika dia seorang ahli kitab, jika dia bukan ahli kitab maka boleh jadi dia masuk Islam, dan boleh jadi dia dibunuh atas kesyirikannya, adapun jika dia masuk ke dalam Islam dan menjadi murtad maka wajib baginya untuk dibunuh:
«مَن بَدَّلَ دِينَه فَاقْتُلُوه»
"Barangsiapa yang mengganti agamanya maka kalian bunuhlah dia".

Wajib baginya dibunuh karena dia telah mengenal kebenaran, dan mengakui bahwa Islam adalah benar dan juga orang ini akan menipu lainnya yang akan mencontoh kepadanya maka wajib dibunuh, jadilah agama sebagai permainan, tidak, agama tidak boleh dipermainkan:
(وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ) [سورة آل عمران : 72]

Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran)." [Qs. Ali Imron: 72]

Maka orang yang murtad akan menjadi percontohan bagi yang lainnya maka wajib dibunuh sebagai bentuk pencegahan bagi kejelekannya, adapun sebelum masuk ke dalam Islam maka dia tidaklah dipaksa; akan tetapi diterapkan padanya hukum syar'i selain bunuh, dan sebagian ulama ada yang berpendapat:

Jizyah diambil dari setiap orang kafir, sama saja apakah dia seorang ahli kitab atau bukan ahli kitab, dan ini adalah pendapat yang kuat.

Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14637

* Dzimmi yaitu orang kafir yang dibawah perjanjian hidup damai bersama muslim.
** Jizyah ialah sejumlah harta yang harus diserahkan oleh orang kafir kepada pemerintah muslim yang besarnya ditetapkan oleh penguasa muslimin.

Baarakallahufiikum

Monday, 15 June 2015

tentang tidur, part 6, rek

Bismillaah

Fatwa asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah:

“Hal tersebut tidaklah mengapa. Tidaklah perlu dianggap perkataan orang bahwa tidur di waktu Dhuha akan mewariskan kebinasaan kepada pemuda dan tidur di waktu asar akan mewariskan kegilaan. Hal tersebut janganlah dipercaya! Betapa banyak orang-orang yang tidur setelah asar bahkan (ada yang tidur) beberapa saat sebelum matahari terbenam, ternyata mereka termasuk orang-orang yang paling berakal.”
[Fatawa Nur ‘Alad Darbi: 24/2]

Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 7 Rabiul Awal 1436/ 29 Desember 2014 di kota Ambon Manise.

Baarakallahufiikum

Sunday, 14 June 2015

tentang tidur, part 5, rek

Bismillaah

Fatwa asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah:

Beliau ditanya: Apakah ada dalan sunnah nabawiyah hadits-hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang larangan tidur setelah shalat asar atau sebelum maghrib?

Beliau menjawab: “Tidak ada larangan padanya sedikit pun, tidak mengapa tidur setelah shalat asar. Kami tidak mengetahui satu hadits pun yang melarangnya. Tidur setelah asar tidaklah dilarang, tidak ada satu hadits pun (yang shahih) yang melarang hal itu." [www.binbaz.org.sa/audio/noor/042710.mp3]

bersambung

Baarakallahufiikum

Saturday, 13 June 2015

tentang tidur, part 4, rek

Bismillaah

Berikut fatwa para ulama seputar pembahasan kita;

Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah:

“Tidur setelah shalat asar merupakan kebiasaan sebagian manusia, hal tersebut tidaklah mengapa. Hadits-hadits yang menyebutkan padanya larangan tidur setelah shalat asar tidaklah shahih. [Fatwa no. 17915]"

bersambung...

Baarakallahufiikum

Friday, 12 June 2015

tentang tidur, part 3, rek

Bismillaah

Setelah kita bahas hukum tidur setelah shalat shubuh dan telah kita sebutkan hukumnya, bahwa para Salaf tidak menyukai hal tersebut, karena pagi hari setelah shalat fajar adalah waktu yang penuh barakah, dibagikannya rizqi, waktu untuk berdzikir, waktu yang tepat untuk menambah hafalan al-Quran dan hafalan hadits dan amalan kebaikan yang lainnya. Akan tetapi jika benar-benar dia mengantuk dan butuh istirahat setelah shalat shubuh maka tidaklah mengapa, karena sepantasnya seseorang memperhatikan kebutuhan dirinya, sebab badan ini punya hak untuk beristirahat, namun jangan sampai istirahatnya menyebabkan dia meninggalkan kewajiban yang harus dia kerjakan. 

Pada kesempatan kali ini, kita akan memberikan faedah tentang hukum tidur di sore hari selepas shalat asar. Karena pernah suatu hari hari saya tidur-tiduran di suatu masjid, kemudian tiba-tiba ada yang datang menghampiri saya dan mengatakan, ‘wahai saudaraku, tidak boleh kamu tidur di sore hari, nanti kalau kamu tidur di waktu seperti ini maka kamu jadi gila!’. Wah wah ngeri juga ya, akibat dari tidur di waktu sore hari.

Apakah benar apa yang disampaikan bapak tadi, bahwa barangsiapa yang tidur di sore hari, maka ketika bangun tidur dia menjadi gila atau kehilangan akalnya?

Apa pedoman mereka yang melarang tidur di sore hari?

Pedoman mereka adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban rahimahullah dari shahabat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ نَام بَعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلا يَلُومَنَّ إِلا نَفْسَهُ»

“Barangsiapa tidur setelah shalat asar maka akan hilang ingatannya, oleh karena itu janganlah mencela kecuali (celalah) dirinya sendiri.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitabnya “adh-Dhu’afa wa al-Majruhin 1/283. Berkata asy-Syaikh al-Albani rahimahulah dalam kitabnya adh-Dha’ifah 1/112: Hadits ini lemah.

bersambung...

Baarakallahufiikum

Thursday, 11 June 2015

iqamah pada shalat jamak dan sunnah, rek

Bismilllaah

Pertanyaan no. 197:

Jika seseorang menjamak dzuhur dengan ashar apakah disetiap keduanya ditegakkan iqamah?
Dan apakah untuk shalat" sunnah ditegakkan iqamah?

Jawab:
Untuk setiap keduanya (dhuhur & ashar yang dijamak tersebut) ditegakkan iqamah, sebagaimana dalam hadits Jabir radhiyallahu anhu dalam sifat haji Rasulullaah, dimana menyebutkan jamak beliau di Muzdalifah, dia berkata:
"Ditegakkan iqamah kemudian shalat magrib, kemudian ditegakkan iqamah kemudian shalat isya, dan tidak ditegakkan shalat sunnah antara keduanya." (Dikeluarkan oleh Muslim: Kitab haji, bab haji Nabi صلى الله عليه وسلم no. 1218.)

Adapun untuk shalat-shalat sunnah tidak ditegakkan iqamah.

Sumber:
"Fatawa  Arkanil Islam"
Asy Syaikh Al-Alamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullaah

Baarakallahufiikum

Wednesday, 10 June 2015

al quran kunci ilmu, rek

Bismillaah

Berkata Ibrohim bin 'Abdil Wahid berwasiat kepada Adh Dhiyaa` Al Maqdisiy tatkala ingin mengadakan perjalanan menuntut ilmu:

"Perbanyaklah membaca Al Qur`an dan jangan engkau meninggalkan Al Qur`an. Karena akan dipermudah bagimu apa yang engkau cari sesuai dengan kadar bacaanmu."

Adh Dhiyaa` berkata:
"Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al Qur`an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al Qur`an maka tidak dimudahkan bagiku."

Dzail Thobaqoot Al Hanaabilah libnu Rojab  3/205

Baarakallahufiikum

Tuesday, 9 June 2015

nasehat kepada anak kita, part 8, rek

Bismillaah 

(Pentingkanlah) Shalat, shalat. Perintahkan putra-putrimu mengerjakan shalat sejak usia 7 tahun, dan pukullah mereka pada usia 10 tahun (jika mereka tidak mau mengerjakannya). Jika tidak maka kamu (orang tua) menanggung dosa putra-putrimu yang meremehkan dan menyia-nyiakan shalat.

asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Monday, 16 February 2015

senantiasa takut keadaannya berubah, rek

Bismillaah

Asy Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali حفظه اللهAisyah dan Anas radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak berdoa,
يا مقلبَ القلوبِ ثبت قلبي على دينك
“Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan kalbu, kokohkan kalbuku untuk senantiasa berada di atas agama-Mu”
Aku pun berkata, “Ya Rasulullah, kami beriman kepadamu dan apa yang Anda bawa. Apakah Anda mengkhawatirkan kami?”.

Beliau berkata, “Iya, sesungguhnya kalbu-kalbu ini berada di antara dua jari Allah Azza wa Jalla dari jari-jemari-Nya, Dia bolak-balikkan sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.”

Demi Allah, ini adalah pemahaman (yang tepat), setiap orang tidak merasa aman akan dirinya karena Syaithan mengalir pada diri anak Adam sepanjang peredaran darah.

Maka setiap orang hendaklah menjadi penjaga kalbu, akal, dan agamanya dengan penjagaan yang penuh dengan kehati-hatian.

Penjagaan yang lebih ketat daripada penjagaannya terhadap harta dan kehormatannya, serta orang yang ia urusi.

Wajib untuk serius dalam menjaga kalbu sebelum segala sesuatu:
{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ}
“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau selewengkan kalbu kami setelah Engkau memberikan hidayah kepada kami dan karuniakan kepada kami rahmat yang ada di sisi-Mu. Sesengguhnya Engkau Maha Memberi.”

Alih bahasa: Ustadz abu Bakar Jombang حفظه الله

Baarakallahufiikum

Sunday, 15 February 2015

kesalahan pada suami, part 1, rek

Bismillaah

Kurang Berbakti Kepada Orang Tua Setelah Menikah.

Diantara kesalahan yang dilakukan oleh sebagian orang apabila telah menikah lupa kepada orang tuanya. Berubah sikapnya, lalai terhadap hak-hak orang tuanya dan tidak menempatkan/menghormati keduanya sebagaimana semestinya.

Bahkan dia lebih mendahulukan ketaatan kepada istrinya dari pada kepada orangtuanya, atau bahkan menyakiti keduanya agar bisa menyenangkn istrinya. Tidak diragukan bahwasanya hal ini termasuk bentuk dari durhaka kepada orang tua.

Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
”Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa besar yang paling besar (diucapkan 3 kali), para shahabat berkata: ‘Tentu wahai Rasulullah’, Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘ Menyekutukan Allah (berbuat syirik) dan durhaka kepada orang tua… ”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Agama kita memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua, bahkan hal tersebut termasuk amalan yang utama.

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”
(An-Nisa:36)

Dalam sebuah hadits suatu ketika Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah
أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ
Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: “Shalat tepat pada waktunya” Aku bertanya lagi: Kemudian apalagi? Beliau menjawab: ‘Berbuat baik kepada kedua orang tua’. Aku bertanya lagi: kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Jihad di jalan Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai para suami berikut ini beberapa hal yang dapat membantu seseorang untuk senantiasa berbakti setelah menikah.
Berdoa kepada Allah, memohon kepada Nya agar diberikan taufiq dan pertolongan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua.
Berhati-hati dari perilaku yang dapat mengesankan bahwa dirinya berubah sikapnya kepada orang tuanya setelah menikah.
Semakin menambah perbuatan baik kepada orang tuanya.
Berusaha untuk mengharmoniskan hubungan istri dengan orangtua.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan pertolongan Nya kepada kita, untuk selalu berbakti kepada orang tua.

Baarakallahufiikum

Saturday, 14 February 2015

durhaka kepada orangtua, rek

Bismillaah

Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan -hafizhahullah-

Pertanyaan:
Wahai Fadhilatisy Syaikh Shalih…
Adakah kalimat arahan bagi orang yang durhaka kepada kedua orang tua terkhusus kepada ibu, di mana saya menderita akibat pembangkangan putriku sejak sepuluh tahun atau lebih, dia tidak pernah menghubungi dan sayapun tidak tahu bagaimana keadaannya sedikitpun?

Jawaban:
Durhaka kepada orang tua termasuk bagian dari dosa-dosa besar. Kedudukannya setelah syirik, karena hak kedua orang terletak setelah hak Allah.

Allah Ta’ala berfirman,
(وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً)
“Dan beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, serta berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”

Ayat-ayat yang sangat banyak (berbicara tentang hal ini).
Durhaka kepada orang tua termasuk bagian dari dosa-dosa besar.
Maka wajib bagi seorang anak, baik laki-laki ataupun wanita, untuk bertaubat kepada Allah jika durhaka kepada kedua orang tuanya dan kembali berbakti kepada keduanya, serta meminta maaf terhadap apa yang telah terjadi berupa perbuatan durhaka tersebut.

Alihbahasa: Ustadz Abu Bakar Jombang حفظه الله

Baarakallahufiikum

Friday, 13 February 2015

hukum memberikan vaksinasi kepada bayi, rek

Bismilllah

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya:
"Apa hukumnya berobat sebelum terjadinya penyakit, seperti imunisasi atau vaksinasi?"

Beliau rahimahullah menjawab:
"Tidak mengapa berobat bila dikhawatirkan terjadinya penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab yang lain yang dikhawatirkan terjadinya penyakit karenanya. Maka tidak mengapa mengkonsumsi obat untuk mengantisipasi penyakit yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih:
من تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ مِنْ تَمْرِ الْمَدِيْنَةِ لَمْ يَضُرَّهُ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ
“Barangsiapa yang di waktu pagi memakan tujuh butir kurma Madinah, maka tidak akan mencelakakan dia sihir ataupun racun."

Ini termasuk dalam bab menghindari penyakit sebelum terjadinya. Demikian pula bila dikhawatirkan terjadi sebuah penyakit lalu dilakukan vaksinasi/imunisasi untuk melawan penyakit tersebut yang terdapat di suatu negeri atau di negeri manapun, tidak mengapa melakukan hal demikian dalam rangka menangkalnya. Sebagaimana penyakit yang telah menimpa itu diobati, maka diobati pula penyakit yang dikhawatirkan akan menimpa.

Akan tetapi tidak boleh memasang jimat-jimat dalam rangka menangkal penyakit, jin atau (bahaya) mata dengki. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hal tersebut. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, maka wajib berhati-hati darinya.

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibni Baz, 6/21)

Baarakallahufiikum

Thursday, 12 February 2015

kehidupan dunia menurut generasi salaf, rek

Bismillaah

Al-Hasan al-Bashri rahimahumallah mengatakan,

Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari harta dengan cara yang baik, membelanjakannya dengan sederhana, dan memberikan sisanya.

Arahkanlah sisa harta ini sesuai dengan yang diarahkan oleh Allah. Letakkanlah di tempat yang diperintahkan oleh Allah. Sungguh, generasi sebelum kalian mengambil dunia sebatas yang mereka perlukan. Adapun yang lebih dari itu, mereka mendahulukan orang lain.

Ketahuilah, sesungguhnya kematian amat dekat dengan dunia hingga memperlihatkan berbagai keburukannya. Demi Allah, tidak seorang berakal pun yang merasa senang di dunia.

Karena itu, berhati-hatilah kalian dari jalan-jalan yang bercabang ini, yang muaranya adalah kesesatan dan janjinya adalah neraka.

Aku menjumpai sekumpulan orang dari generasi awal umat ini. Apabila malam telah menurunkan tirai kegelapannya, mereka berdiri, lalu (bersujud) menghamparkan wajah mereka.

Air mata mereka berlinangan di pipi. Mereka bermunajat kepada Maula (yakni Rabb) mereka agar memerdekakan hamba-Nya (dari neraka).

Apabila melakukan amal saleh, mereka gembira dan memohon kepada Allah agar menerima amalan tersebut. Sebaliknya, apabila melakukan kejelekan, mereka bersedih dan memohon kepada Allah agar mengampuni kesalahan tersebut.”

Mawa’izh al-Hasan al-Bashri, hlm. 41—42

Baarakallahufiikum

Wednesday, 11 February 2015

nasehat kepada anak kita, part 7, rek

Bismillaah

Engkau harus memiliki perhatian besar agar putra-putrimu mau MENGHAFAL al-Qur`an dan MEMAHAMI makna-maknanya.

Perintahkanlah mereka untuk MENGAMALKAN kandungan al-Qur`an, katakan kepada mereka bahwa ini (al-Qur`an) adalah Kalamullah maka janganlah kamu menyelisihi/menentangnya, karena itu akan membuatmu binasa.


asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Tuesday, 10 February 2015

pengaruh orangtua terhadap anak, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka.

Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya.

Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat.

Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orang tua.
(Tuhfatul Maudud hlm. 351)

Beliau rahimahullah menyatakan pula, kerusakan yang terjadi pada anak dengan sebab yang bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya.

Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia. 

Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab, ‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 337)

Diambil dari Huququl Aulad ‘alal Aba’ wal Ummahat hlm. 8—9,
karya asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
Baarakallahufiikum

Monday, 9 February 2015

nasehat kepada anak kita, part 6, rek

Bismillaah

Jangan lupa untuk menanamkan dalam hati putra-putrimu PRINSIP MENDENGAR dan TAAT kepada PEMERINTAH MUSLIMIN,  dan menjaga kedudukan dan kehormatan pemerintah tersebut.   

asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Sunday, 8 February 2015

hukum berdoa dalam shalat dengan bahasa selain bahasa arab, rek

Bismillah

Pertanyaan :
Apakah diperbolehkan bagi orang selain arab untuk berdoa di dalam sholat dengan selain bahasa arab?


Jawaban:
الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمَّا بعد:

Bagi yang mampu sholat dan berdoa dalam bahasa arab maka wajib baginya melafadzkannya dengan bahasa arab khususnya A lFatihah, tasyahud,dan semisalnya.

Adapun yang tidak bisa berbahasa arab dan tidak bisa melafadzkannya maka boleh baginya untuk sholat dengan bahasanya kecuali Al Fatihah karena Nabi -shalallahu 'alaihi wa salam- bersabda :
"Tidaklah sah sholat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah"
(HR.Bukhori Muslim)

maka paling sedikitnya al Fatihah adalah sesuatu yang harus dibaca dari Alqur'an agar sholat sah. Apabila ia telah berupaya dan bersungguh-sungguh maka dia boleh mengganti bacaan Al Fatihah itu dengan ucapan subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wa laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adziim.

Berdasarkan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang lelaki yang mengatakan: Aku benar-benar tidak mampu untuk menghafal sesuatu pun dari Al qur‘an,maka ajarkan kepadaku sesutu yang bisa mencukupiku darinya."
maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
ucapkanlah :
سُبْحَانَ اللهِ، وَالحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِّيِّ العَظِيمِ
(HR.Abu Daud,dipasangkan oleh Al Albani)

Dan karena orang yang tidak mampu tidak dituntut untuk melaksanakan perintah-perintah ilahi kecuali dalam batasan kesanggupannya.
Berdasarkan firman Allah Ta'ala :
﴿لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا﴾ [البقرة: ٢٨٦]
"Allah tidak akan membebani suatu jiwa kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya."

Dan firman Allah Ta'ala  :
﴿فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ﴾ [التغابن: ١]
"Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupan kalian."

dan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam:
"dan apabila aku memerintahkan sesuatu pada kalian maka kerjakanlah semampu kalian."
(HR.Bukhari Muslim)

Dan berjalan di atas kaidah "tidak ada pembebanan kecuali dengan kemampuan"
Dan berdoa juga tidak keluar dari makna (permasalahan) ini sehingga diperbolehkan berdoa dengan ungkapan apapun yang bisa mendekatkan seseorang  kepada Allah yang menunjukkan makna perendahan diri, rasa butuh dan ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,apa pun bahasa asing yang ia gunakan berdasarkan keumuman firman Allah Ta'ala:
﴿ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾ [غافر: ٦٠]
"Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian."
﴿فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ﴾ [البقرة: ١٨٦]
"Maka sesungguhnya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang  yang berdoa kepada-Ku apabila  ia memohon kepada-Ku."

Terlebih lagi bagi orang yang tidak bisa berbicara dengan bahasa Al Qur'an dan bahasa arab, atau menemukan kesulitan dalam melafalkannya.

Dan Allah Ta'ala akan mengabulkan doanya apabila terpenuhi persyaratan dan tidak ada penghalang,sama saja apakah dengan menyegerakan terkabulnya doa atau menyimpannya (untuk hari akhirat kelak) atau dialihkan dengan mencegahnya dari marabahaya dan musibah.

Baarakallahufiikum

Saturday, 7 February 2015

menjadi salafi yang kokoh, rek

Bismillaah

Pertanyaan:
Mohon nasehatnya agar kami bisa menjadi Salafy yang kokoh bukan yang lembek di zaman seperti ini?

Dijawab oleh: Al-Ustadz Qomar Su'aidi Lc Hafizhahullahu
Faedah: beberapa upaya untuk menjadi Salafy yang kokoh:
- Belajar agama secara utuh
- Berdo'a kepada Allah
- Memilih teman yg baik
- Rajin menghadiri majelis ilmu
- Mengikuti bimbingan ulama kibar dalam menghadapi berbagai fitnah yang ada

Baarakallahufiikum

Friday, 6 February 2015

makna ucapan jangan marah, rek

Bismillaah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:ْ Bahwasannya seorang laki laki berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
Berilah aku wasiat.

Beliau bersabda: “Jangan marah”. 

Orang tersebut meminta wasiat sampai beberapa kali. Beliau pun bersabda: “Jangan marah.”
(HR. Al Bukhariy nomor 6116)

Al-Khattabi berkata:
“Makna ucapan beliau “Jangan marah” adalah, jauhilah sebab-sebab kemarahan, dan jangan mendekati sesuatu yang dapat memunculkannya.”

Ibnu Tin berkata:
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengumpulkan dalam ucapan beliau “Jangan marah” kebaikan dunia dan akhirat, karena  kemarahan itu menyebabkan terputusnya hubungan dan hilangnya sifat kelembutan, dan bisa jadi memunculkan perbuatan menyakiti orang yang dimarahi, maka berkuranglah agama seseorang karena perbuatan tersebut.”

Al-Baidhowi berkata:
“Bisa jadi karena Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam telah melihat bahwa seluruh kerusakan yang menimpa seseorang hanyalah disebabkan syahwatnya dan kemarahannya.” 
Fathul Bari Libni Hajar 10/520

Baarakallahufiikum

Thursday, 5 February 2015

membaca al quran dengan suara lirih, rek

Bismillaah

Dari ‘Uqbah bin Amir al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang membaca al-Qur’an dengan mengeraskan suaranya, seperti seseorang yang bersedekah dengan terang-terangan. Dan orang yang membaca al-Qur’an dengan suara yang lirih, seperti seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.”
(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan an-Nasaai, berkata at-Tirmidzi: hadits ini hasan gharib. Dan dishahihkan oleh al-Imam al-Albani dalam shahih Abu Dawud)

Al-Imam at-Tirmidzi berkata setelah menyebutkan hadits ini,
“Dan makna hadits ini adalah, bahwa seseorang yang membaca al-Qur’an dengan suara lirih lebih afdhal dibandingkan dengan seseorang yang membaca al-Qur’an dengan suara keras. Karena sedekah dengan sembunyi-sembunyi lebih utama menurut ahlul ilmi dibandingkan dengan sedekah dengan cara terang-terangan.

Dan maknanya menurut ahlul ilmi, agar seseorang selamat dari sikap ‘ujub (membanggakan dirinya), karena kekhawatiran adanya sikap ujub pada seseorang yang beramal secara sembunyi-sembunyi tidak sama dengan kekhawatiran adanya sikap ujub darinya ketika beramal secara terang-terangan.

Baarakallahufiikum


Wednesday, 4 February 2015

ketika ilmu menjadi bencana, rek

Bismillaah

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah berkata:

Sesungguhnya buah dari ilmu adalah beramal dan berdakwah kepada Allah. Oleh sebab itu barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ilmunya itu adalah bencana baginya.

Dan barangsiapa yang tidak berdakwah kepada manusia maka ilmunya hanya terbatas untuk dirinya sendiri.

Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu tentang apa-apa yang belum dia ketahui sebagaimana firman Allah 'azza wa jalla:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﻫْﺘَﺪَﻭْﺍ ﺯَﺍﺩَﻫُﻢْ ﻫُﺪﻯً ﻭَﺁﺗَﺎﻫُﻢْ ﺗَﻘْﻮَﺍﻫُﻢ
"Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu Allah akan tambahkan kepada mereka hidayah dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan.”
(Muhammad : 17)

Dan barangsiapa tidak mengamalkan apa yang telah diketahuinya hampir saja ilmu itu lepas dari hatinya sebagaimana firman Allah ta'ala :
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﻧَﻘْﻀِﻬِﻢْ ﻣِﻴﺜَﺎﻗَﻬُﻢْ ﻟَﻌَﻨَّﺎﻫُﻢْ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻗُﻠُﻮﺑَﻬُﻢْ ﻗَﺎﺳِﻴَﺔً ﻳُﺤَﺮِّﻓُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜَﻠِﻢَ ﻋَﻦْ ﻣَﻮَﺍﺿِﻌِﻪِ ﻭَﻧَﺴُﻮﺍ ﺣَﻈّﺎً ﻣِﻤَّﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪ
"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya."
(Al Maidah: 13)

Dan telah dikatakan:
ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﻬﺘﻒ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﻓﺈﻥ ﺃﺟﺎﺏ ﻭﺇﻻ ارتحل
"Ilmu akan bersorak bila diamalkan, namun bila tidak, maka ia akan pergi."

Dan dikatakan juga:
ﻗﻴِّﺪﻭﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﻴِّﺪﻭﻧﻪ ﺑﺎﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ‏
"Ikatlah ilmu dengan mengamalkannya sebagaimana engkau mengikatnya dengan tulisan."

Baarakallahufiikum

Tuesday, 3 February 2015

jatuh cinta pada pandangan pertama, rek

Bismillaah

Al Imam Ibnu Hazm Al Andalusi berkata :
وإني لأطيل العجب في كل من يدعي أنه يحب من نظرة واحدة .ولا أكاد أصدقه ولا أجعله إلا ضربا من الشهوة
Aku benar-benar heran dengan orang yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku hampir - hampir tak bisa mempercayainya. Kuanggap cintanya tersebut tak lebih dari sekedar dorongan syahwat semata.

Baarakallahufiikum

Monday, 2 February 2015

buruknya amarah, rek

Bismillaah

Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

Kemarahan dapat mengakibatkan perubahan zhahir dan batin, seperti perubahan warna (kulit wajah memerah), gemetar pada kaki dan tangan, kehilangan kendali dan perubahan diri, sehingga orang yang marah tersebut apabila ia menyadari keadaan dirinya ketika marah maka ia akan MALU karena KEJELEKAN RUPANYA dan perubahan dirinya, ini semuanya pada zhahir.

Adapun batin maka kejelekannya lebih parah daripada zhahir, karena kemarahan itu melahirkan kedongkolan di hati, hasad, merencanakan kejelekan dalam berbagai bentuknya, dan memang yang lebih jelek adalah keadaan batinnya, sebab perubahan zhahirnya adalah buah perubahan batinnya. Dan ini semuanya adalah pengaruh jelek kemarahan bagi tubuh.

Adapun pengaruh jeleknya bagi lisan, maka akan memunculkan cacian, ucapan keji yang malu diucapkan oleh seorang yang BERAKAL dan ia akan menyesalinya ketika kemarahannya telah mereda.

Dan juga nampak pengaruh jelek kemarahan dalam perbuatan, yaitu dengan memukul atau membunuh, namun apabila ia tidak dapat melakukannya karena orang yang ia marahi itu telah lari, maka ia akan menyakiti dirinya sendiri, yaitu dengan merobek pakaiannya, menampar pipinya, dan bisa jadi ia jatuh dalam keadaan kesurupan, bisa jadi pula ia jatuh pingsan, dan bisa pula ia memecahkan peralatan makan, bahkan memukul orang yang tidak bersalah."

Fathul Bari Libni Hajar 10/520

Baarakallahufiikum

Sunday, 1 February 2015

nasehat kepada anak kita, part 5, rek

Bismillaah

Tanamkanlah dalam hati putra-putrimu KECINTAAN KEPADA PARA SHAHABAT radhiyallahu 'anhum.

Ajarkanlah kepada mereka sirah para shahabat, dan segala perjuangan yang mereka tegakkan, berupa pembelaan terhadap agama, dan agungnya ilmu dan amal.
  
asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Saturday, 31 January 2015

salah arah kiblat, rek

Bismillaah

Ditanyakan kepada Syaikh bin Baaz -rahimahullah-

Sekelompok orang sedang dalam perjalanan safar lalu datang waktu malam dan mereka berada di tengah padang sahara dan tiba waktu sholat. Kemudian mereka sholat berlawanan dengan arah kiblat dan tidak mengetahui kiblat yang sebenarnya. Dan setelah selesai sholat tampak pada mereka arah kiblat yang benar. Apakah mengulang sholat dalam keadaan seperti ini? Arahkanlah kami dalam permasalahan ini.

Beliau menjawab :

Yang wajib bagi setiap muslim ketika tiba waktu sholat dan dia dalam keadaan safar, untuk ia berupaya mencari arah kiblat dan berijtihad (bersungguh-sungguh) dalam mengetahui ciri-ciri dan tanda-tandanya. Apabila dia telah berijtihad kemudian sholat dan tampak baginya bahwa ia salah kiblat setelah selesai sholat, maka tidak ada kewajiban atasnya untuk mengulang karena Allah Ta'ala berfirman :
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kadar kesanggupanmu."
 
(At Taghobun : 16).
 لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya." 
[Al Baqarah : 286]

    رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
" Yaa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami apabila kami lupa atau tersalah."
[Al Baqarah :  286 ]

Adapun apabila ia berada di kota maka wajib baginya untuk bertanya kepada orang-orang yang mengetahui kiblat dan tidak berijtihad sendiri selama ia dalam kota.

Adapun ketika dalam perjalanan safar maka apabila ia telah berusaha kemudian sholat dan setelah sholat tampak baginya bahwa ia telah salah kiblat maka sholatnya sah (benar).

Dan apabila tampak baginya kesalahan di pertengahan sholatnya maka memutar badan ke arah kiblat sesuai dengan arah (kiblat) yang tampak baginya dan tidak mengulangnya dari awal. Wallahu waliyut taufiq.

Fatawa Nuurun 'alad Darb
www.binbaz.org.sa/mat/14764


Baarakallahufiikum

Friday, 30 January 2015

ceritakan nikmat Rabbmu, rek

Bismillaah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan adapun nikmat Rabbmu maka ceritakanlah.”
(adh-Dhuha: 11)

Apabila seseorang memiliki kekayaan yang digunakannya untuk hidup nyaman dan senang, apakah bersesuaian dengan apa yang dimaukan oleh ayat di atas?

Jawab:
Samahatusy Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah menjawab,

Makna ayat tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam untuk menyebut" berbagai nikmat-Nya sehingga beliau bisa bersyukur kepada-Nya dengan ucapan sebagaimana beliau mensyukuri-Nya dengan amalan.

Menyebut-nyebut nikmat misalnya seorang muslim berkata, “Sungguh kita dalam keadaan baik, alhamdulillah.”
“Di sisi kita ada kebaikan yang banyak.”
“Kita beroleh nikmat yang sangat banyak, kita harus bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat tersebut.”

Ia tidak boleh berkata,
 “Kita orang miskin.”
“Kita tidak punya apa-apa….”, dsb.

Tidak pantas ia berkata demikian padahal ia mendapat kecukupan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semestinya, ia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebut" berbagai nikmat-Nya. Ia harus mengakui kebaikan yang Dia berikan kepadanya.

Ia tidak boleh menyebut" kefakirannya, seperti mengatakan, “Kami tidak punya harta, tidak punya pakaian.”
“Tidak punya ini, tidak punya itu….”
Akan tetapi, ia harus menyebut nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diterimanya dan mensyukuri Rabbnya.

Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kenikmatan kepada hamba-Nya, Dia senang pengaruh nikmat tersebut terlihat pada si hamba, dalam pakaian yang dikenakan, makanan, dan minumannya. Jangan malah ia tampil sebagaimana penampilan seorang fakir (makan minumnya seperti seorang fakir). 

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberinya harta dan melapangkan hidupnya, tidak semestinya pakaian dan makanannya seperti seorang fakir. Seharusnya ia menampakkan nikmat" Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut dalam hal makanan, minuman, dan pakaiannya.

Akan tetapi, tidak boleh dipahami bahwa hal ini berarti membolehkan hidup berlebih-lebihan yang melampaui batas hingga mencapai ghuluw, sebagaimana tidak bolehnya israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (boros).

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 4/118—119]

Baarakallahufiikum

Thursday, 29 January 2015

nasehat kepada anak kita, part 4, rek

Bismillaah

Tanamkanlah pada hati putra-putrimu KECINTAAN KEPADA NABI KITA MUHAMMAD Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ajarkanlah kepada mereka sirah (sejarah perjalanan hidup) Rasulullah, dan perintahkan mereka untuk berittiba (mengikuti) beliau. Dengan berittiba' kepada beliau, terwujud segala kebaikan dan hidayah.
  
Asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Wednesday, 28 January 2015

tentang tidur, part 2, rek

Bismillaah

قال العجيلي رحمه الله : النَّوْمُ عَلَى سَبْعَةِ أَقْسَامٍ نَوْمُ الْغَفْلَةِ وَنَوْمُ الشَّقَاوَةِ وَنَوْمُ اللَّعْنَةِ وَنَوْمُ الْعُقُوبَةِ وَنَوْمُ الرَّاحَةِ وَنَوْمُ الرَّحْمَةِ وَنَوْمُ الْحَسَرَاتِ أَمَّا نَوْمُ الْغَفْلَةِ فَالنَّوْمُ فِي مَجْلِسِ الذِّكْرِ وَنَوْمُ الشَّقَاوَةِ النَّوْمُ فِي وَقْتِ الصَّلَاةِ وَنَوْمُ اللَّعْنَةِ النَّوْمُ فِي وَقْتِ الصُّبْحِ وَنَوْمُ الْعُقُوبَةِ النَّوْمُ بَعْدَ الْفَجْرِ وَنَوْمُ الرَّاحَةِ النَّوْمُ قَبْلَ الظُّهْرِ وَنَوْمُ الرَّحْمَةِ النَّوْمُ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَنَوْمُ الْحَسَرَاتِ النَّوْمُ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ ا هـ

Berkata al-‘Ujaily rahimahullah:
"Tidur terbagi menjadi tujuh macam; Tidurnya orang lalai, tidurnya orang yang celaka, tidurnya orang yang dilaknat, tidurnya orang yang mendapat hukuman, tidurnya orang yang dalam keadaan lega, tidurnya orang yang mendapatkan rahmat dan tidurnya orang yang mendapatkan penyesalan.

Adapun;
a. Tidurnya orang lalai, yaitu tidur ketika berada di majelis dzikir (ilmu),
b. Tidurnya orang yang celaka, yaitu tidur di waktu shalat,
c. Tidurnya orang yang dilaknat, yaitu tidur pada waktu shalat shubuh,
d. Tidurnya orang yang mendapat hukuman, yaitu tidur seusai shalat shubuh,
e. Tidurnya orang yang dalam keadaan lega, yaitu tidur sebelum dzuhur,
f. Tidurnya orang yang mendapatkan rahmat, yaitu tidur setelah shalat isya,
g. Tidurnya orang yang mendapatkan penyesalan, yaitu tidur pada malam hari jumat.
[Futuhat al-Wahhab, 1/274]

Wahai saudaraku!
Dari apa yang telah kami sebutkan, semoga memberikan motivasi kepada kita dalam membagi dan memanfaatkan waktu sesuai dengan yang diridhai Allah ‘Azza wa Jalla. Janganlah kau sia"kan waktu untuk banyak tidur, apalagi engkau tidur di waktu yang dibenci untuk kita tidur padanya. Sesorang muslim yang cerdik adalah dia pandai dalam membagi waktu dan memanfaatkannya, karena waktu dan umur yang Allah berikan kepada kita, semua akan dimintai pertanggung jawabannya.

Semoga Allah memberikan kepada kita semua taufiq dan hidayah-Nya, untuk senantiasa semangat dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Barakallahu fikum.

Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 6 Rabiul Awal 1436/ 28 Desember 2014_di kota Ambon Manise.

Tuesday, 27 January 2015

nasehat kepada anak kita, part 3, rek

Bismillaah

Berseriuslah untuk menanamkan kepada putra-putrimu KEIMANAN KEPADA PARA RASUL.
Ajarkanlah kepada mereka sirah (sejarah perjalanan hidup) para rasul dan segala yang ada pada mereka berupa kebaikan, keshalihan, dakwah, dan perbaikan.  

asy-Syaikh Ahmad bin Qadzlan al-Mazru'i hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Monday, 26 January 2015

tentang tidur, part 1, rek

Bismillaah

Diantara hal yang penting untuk kita perhatikan adalah kebanyakan kaum muslimin yang telah diberikan taufiq oleh Allah untuk bisa menjalankan salah satu shalat yang paling berat dikerjakan oleh orang"g munafiq, yaitu shalat shubuh, ternyata setelah mereka mengerjakan shalat shubuh, kebanyakan mereka kembali ke tempat tidur mereka untuk melanjutkan tidur mereka yang terputus.

Ya subahanallah!
Jika selepas mengerjakan shalat shubuh mereka kembali tidur, maka sungguh mereka telah terhalangi dari kebaikan yang agung, seperti keutamaan dzikir pagi sore, rizqi, barakah, taklim pagi dan bahkan dengan itu mereka telah menyelesihi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya, yang mana kebiasaan mereka seusai shalat shubuh mereka duduk" untuk berdzikir atau membaca al-Quran sampai matahari naik setinggi tombak,
sebagaimana hal ini dikabarkan Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya oleh Simak bin Harb:

أَأَنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: نَعَمْ كَثِيرًا، «كَانَ لَا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ، أَوِ الْغَدَاةَ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ، وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ»

“Mungkin Anda pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam? Dia menjawab; "Ya, dan hal itu pada banyak kesempatan, Beliau Shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah beranjak dari tempat shalatnya ketika subuh atau pagi hari hingga matahari terbit, jika matahari terbit, maka beliau beranjak pergi. Para sahabat seringkali bercerita-cerita dan berkisah-kisah semasa jahiliyahnya, lantas mereka pun tertawa, namun beliau hanya tersenyum.”
[HR. Muslim]

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengkabarkan bahwa keberkahan umat ini diberikan pada waktu pagi hari, beliau bersabda:

«اللهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»

Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka."
[HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]

Berikut kami sampaikan beberapa perkataan para Salaf tentang makruhnya (dibencinya) tidur di pagi hari selepas shalat shubuh;

 عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ قَالَ: كَانَ الزُّبَيْرُ يَنْهَى بَنِيْهِ عَنِ التَّصَبُّحِ (وَهُوَ النَّوْمُ فِي الصَّبَاحِ)

“Dari ‘Urwah bin Zuber, beliau berkata:
Dahulu az-Zuber melarang anak"nya dari at-Tashabbuh (yaitu tidur di pagi hari).”
[Mushannaf Ibnu Abi Syaebah no. 25442]

قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ الْجَهْلِ النَّوْمُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ

Berkata ‘Ali radhiyallahu ‘anhu:
Diantara bentuk kejahilan adalah tidur di pagi hari.”
[Al-Adabusy Syar’iyyah: 3/162]

 إِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا رَأَى ابْنًا لَهُ نَائِمًا نَوْمَةَ الصُّبْحَةِ فَقَالَ لَهُ : قُمْ أَتَنَامُ فِي السَّاعَةِ الَّتِي تُقَسَّمُ فِيهَا الْأَرْزَاقُ

“Sesungguhnya Ibnu ‘Abbas pernah melihat salah satu anaknya tidur di pagi hari, maka beliau mengatakan kepadanya: “Bangunlah, apakah engkau tidur di waktu yang mana padanya rizqi (Allah) sedang dibagi-bagikan!”.
[Al-Adabusy Syar’iyyah: 3/161]
Baarakallahufiikum