Monday, 18 November 2013

pentingnya mengenal asmaul husna, part 3, rek

Bismillaah
Masih lanjut dengan postingan hari Jumat yaa

KELIMA: sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai nama" dan sifat"-Nya serta mencintai timbulnya pengaruh nama" dan sifat"-Nya kepada makhluk. Tentunya hal ini merupakan bagian dari kesempurnaan Allah dengan nama" dan sifat"-Nya.

Di antara nama" Allah ‘Azza wa Jalla adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang Maha merahmati makhluk dengan berbagai nikmat. -Sebagai contoh-, perhatikanlah surah Ar-Rahman, dari awal hingga akhir surah, yang menunjukkan rahmat Allah yang maha luas. Pada awal surah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الرَّحْمَنُ. عَلَّمَ الْقُرْآنَ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ. عَلَّمَهُ الْبَيَانَ. الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ. وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ. وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ. أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ. وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ. وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ. فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ. وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ.

“(Allah) Yang Maha Merahmati, Yang telah mengajarkan Al-Qur`an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya agar pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya. Dan Dia telah meninggikan langit dan meletakkan neraca (keadilan) supaya kalian jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu secara adil dan janganlah kalian mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-(Nya). Di bumi itu ada buah"an dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji"an yang berkulit dan bunga" yang baunya harum. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan?” [Ar-Rahman: 1-13]

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman,

فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ ذَلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

“Maka perhatikanlah bekas" rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Rabb yang berkuasa seperti) demikian benar" (berkuasa) menghidupkan orang-" yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Ar-Rûm: 50]

Karena rahmat Allah, Allah mencintai hamba"-Nya yang mempunyai sifat merahmati makhluk lain sebagaimana yang ditunjukkan dalam nash" dalil yang sangat banyak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-‘Alim ‘Yang Maha Mengetahui’ dan Allah mencintai orang" yang berilmu sebagaimana dalam nash" dalil yang sangat banyak.

Allah adalah At-Tawwab ‘Maha Menerima Taubat’ dan Allah mencintai orang" yang bertaubat,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang" yang bertaubat dan menyukai orang" yang menyucikan diri.” [Al-Baqarah: 222]

Demikianlah seterusnya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Demikianlah keadaan nama-" Allah yang maha husna. Makhluk yang paling Dia cintai adalah siapa saja yang bersifat dengan konsekuensi dari (Al-Asma` Al-Husna itu). Sedangkan, (makhluk) yang paling Dia benci adalah siapa saja yang bersifat dengan kebalikan dari (Al-Asma` Al-Husna itu). Oleh karena itu, (Allah) membenci orang kafir, zhalim, jahil, yang berhati keras, bakhil, penakut, hina, dan bejat. Sementara itu, (Allah) Subhanahu adalah Jamil ‘Maha indah, elok’, cinta kepada keindahan; Alim, cinta kepada ulama; Rahim, cinta kepada orang yang merahmati; Muhsin ‘Maha Memberi Kebaikan’, cinta kepada orang yang berbuat kebaikan; Syakûr ‘Maha Pembalas Jasa’, cinta kepada orang yang bersyukur; Shabûr ‘Yang Maha Sabar’ cinta kepada orang yang bersabar; Jawwad ‘Maha Dermawan’, cinta kepada orang" yang dermawan dan berbuat kebajikan; Sattar, cinta kepada As-Sitr; Qadir, mencela kelemahan -“dan mukmin yang kuat lebih Dia cintai daripada mukmin yang lemah”-; ‘Afûw ‘Maha Pemaaf’, cinta kepada sifat pemaaf; dan Witr ‘Yang Maha Satu’, cinta kepada yang witir. Setiap hal yang Allah cintai merupakan pengaruh dan konsekuensi dari nama" dan sifat-sifat-Nya. Sedangkan, setiap hal yang Dia benci berasal dari apa" yang bertentangan dan berlawanan dengan (pengaruh dan konsekuensi dari nama" dan sifat"-Nya).”

-bersambung-

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment