Thursday, 28 November 2013

4 keluhan rakyat pada sa’id bin amir al-jumahi, sang gubernur zuhud dari negeri himsh, part 4, rek

Bismillaah
Rangkaian kisah keempat dari kelima tentang Sa'id bin 'Amir yaa

Suatu hari Amirul Mukminin, Umar bin al-Khattab radiyallahu anhu, datang ke negeri Syam untuk melihat keadaan negeri" Islam, dan ketika beliau singgah di Himsh -waktu itu disebut dengan ‘Al-Kuwaifah’ yaitu bentuk kecil dari kalimat Al-Kufah-, karena memang Himsh menyerupainya baik dalam bentuknya atau banyaknya keluhan dari penduduk akan pejabat" dan penguasa"nya. Ketika beliau singgah di negeri itu, penduduknya menyambut dan menyalaminya, maka Umar berkata kepada mereka, “Bagaimana pendapat kalian tentang gubernur kalian?”

Maka mereka mengadukan kepadanya empat keluhan tentang pemimpin mereka Sa’id bin Amir, yang masing" lebih besar dari yang lainnya. Umar kemudian mengumpulkan sang Gubernur, Sa’id bin Amir dia dengan sebagian dari mereka dalam suatu majelis, sementara itu Umar berdo’a kepada Allah supaya Dia tidak menyimpangkan dugaanku terhadapnya, karena selama ini Umar selalu menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada Sa’id bin Amir.

Dan ketika para wakil rakyat dan gubernurnya telah berkumpul di hadapan Umar, beliau berkata, “Apa yang kalian keluhkan dari gubernur kalian?”

Mereka menjawab, “Beliau tidak keluar kepada kami kecuali jika hari telah siang.” Maka Umar berkata, “Apa jawabmu tentang hal itu wahai Sa’id?.”

Maka Sa’id terdiam sebentar, kemudian berkata, “Demi Allah sesungguhnya aku tidak ingin mengucapkan hal itu, namun kalau memang harus dijawab… sesungguhnya keluargaku tidak mempunyai pembantu, maka aku setiap pagi terpaksa harus (membantu istriku) membuat adonan, kemudian aku tunggu sebentar sehingga adonan itu menjadi mengembang, kemudian aku buat adonan itu menjadi roti untuk mereka, kemudian aku berwudlu dan keluar menemui orang".

Umar berkata, “Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?” Wakil rakyatnya menjawab, “Sesungguhnya beliau tidak menerima tamu pada malam hari.” Umar berkata, “Apa jawabmu tentang hal itu wahai Sa’id?”

Sa’id menjawab, “Sesungguhnya Demi Allah aku tidak suka untuk mengumumkan ini juga … aku telah menjadikan siang hari untuk mereka dan malam hari hanya untuk Allah Azza wa Jalla (ibadah / sholat malam.” Umar meneruskan, “Wahai para wakil rakyat, apa lagi yang kalian keluhkan darinya?”

-bersambung-

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment