Monday, 25 November 2013

4 keluhan rakyat pada sa’id bin amir al-jumahi, sang gubernur zuhud dari negeri himsh, part 1, rek

Bismillaah

Sa’id bin Amir adalah salah seorang shahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan pahala-Nya atas segala keinginan hawa nafsu dan syahwat badannya. Ia meninggalkan kenikmatan dan godaan dunia walaupun dengan kedudukannya sebagai seorang gubernur lazimnya mudah mendapatkan kemewahan dunia.

Adalah seorang anak muda Sa’id bin Amir Al-Jumahi salah satu dari beribu" orang yang tertarik untuk pergi menuju daerah Tan’im di luar kota Makkah, dalam rangka menghadiri panggilan pembesar" Quraisy (pada masa sebelum ditaklukkan kaum muslimin), untuk menyaksikan hukuman mati yang akan ditimpakan kepada Khubaib bin ‘Adiy, salah seorang sahabat Muhammad yang diculik oleh mereka.

Kepiawaian dan postur tubuhnya yang gagah, ia mendapatkan kedudukan yang lebih dari pada orang", sehingga ia dapat duduk berdampingan dengan pembesar" Quraisy, seperti Abu Sufyan bin Harb, Shafwan bin Umayyah, dan orang" yang mempunyai wibawa lainnya.

Dengan demikian ia dapat melihat dengan jelas tawanan Quraisy yang terikat dengan tali, suara gemuruh perempuan, anak" dan remaja senantiasa mendorong tawanan itu menuju arena kematian, karena kaum Quraisy ingin membalas Muhammad atas kematian orang"nya ketika perang Badar dengan cara membunuhnya.

Ketika rombongan yang garang ini dengan tawanannya, sampai di tempat yang telah disediakan, anak muda Sa’id bin Amir Al-Jumahi berdiri tegak memandangi Khubaib yang sedang diarak menuju kayu penyaliban, dan ia mendengar suaranya yang teguh dan tenang di antara teriakan wanita" dan anak", Khubaib berkata, “Izinkan saya untuk shalat dua raka’at sebelum pembunuhanku ini jika kalian berkenan.”

Kemudian ia memandanginya, sedangkan Khubaib menghadap kiblat dan shalat dua raka’at, alangkah bagusnya dan indahnya shalatnya itu…

Kemudian ia melihat, Khubaib menghadap pembesar" kaum dan berkata, “Demi Allah! Jika kalian tidak menyangka bahwa saya memperpanjang shalat karena takut mati, tentu saya telah memperbanyak shalat…”

Kemudian ia melihat kaumnya dengan mata kepalanya, mereka memotong" Khubaib dalam keadaan hidup, mereka memotongnya sepotong demi sepotong, sambil berkata, “Apakah kamu ingin kalau Muhammad menjadi penggantimu dan kamu selamat?”, maka ia menjawab- sementara darah mengucur dari badannya, “Demi Allah! Saya tidak suka bersenang-senang dan berkumpul bersama istri dan anak sedangkan Muhammad tertusuk duri”. Maka orang" melambaikan tangannya ke atas, dan teriakan mereka semakin keras, “Bunuh! Bunuh!”

Kemudian Sa’id bin Amir melihat Khubaib mengarahkan pandangannya ke langit dari atas kayu salib, dan berkata, “Ya Allah ya Tuhan kami! Hitunglah mereka dan bunuhlah mereka satu persatu serta janganlah Engkau tinggalkan satupun dari mereka”, kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya, dan di badannya tidak terhitung lagi bekas tebasan pedang dan tusukan tombak.

-bersambung-

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment