Sunday, 27 October 2013

quote #155, rek

Seandainya kita mau memikirkan dosa" yang kita perbuat dalam keadaan tidak dilihat oleh orang, niscaya akan kita dapati hal itu sebagai sesuatu yang besar (tidak bisa diremehkan) dan banyak jumlahnya
-Syaikh Utsaimin rahimahullah-

Saturday, 26 October 2013

quote #154, rek

Tanda kemuliaan dan tawadhu' adalah ketika engkau melihat cela dalam udzurnya (seseorang) namun tetap engkau terima dan tidak membantahnya, serta berkata: "Mungkin saja masalahnya seperti yang kau sebutkan"
-Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Monday, 21 October 2013

keutamaan hari Nahr, rek

Bismillaah

Dari Abdullah bin Qurâth radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَعْظَمُ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari An-Nahr kemudian hari Al-Qarr.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dâwud, An-Nasâ`iy dalam As-Sunan Al-Kubrâ, dan selainnya. Dishahih kan oleh Al-Albâny dalam lrwâ’ul Ghalîl no. 1958.]

An-Nahr berarti penyembelihan. 10 Dzulhijjah disebut dengan hari An-Nahr sebab hari tersebut adalah permulaan syariat penyembelihan hewan qurban. Hari Al-Qarr artinya hari menetap karena, pada 11 Dzulhijjah, orang" yang mengerjakan ibadah haji bermalam dan menetap di Mina.

Selain itu, 12 Dzulhijjah disebut dengan nama hari An-Nafar Al-Awwal karena jamaah haji keluar dari Mina pada hari ini. 13 Dzulhijjah disebut dengan nama hari An-Nafar Ats-Tsâny karena ini adalah hari terakhir di Mina bagi jamaah haji yang menginginkan hal yang lebih afdhal.

Hadits di atas menunjukkan bahwa hari An-Nahr adalah hari yang paling agung di sisi Allah Ta’âlâ. Hari An-Nahr adalah hari haji Akbar yang ¬disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam [sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâ riwayat Al-Bukhâry –secara mu’allaq-, Abu Dâwud, Ibnu Mâjah dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albâny dalam beberapa buku beliau.] dan termasuk hari ‘Id umat Islam sebagaimana keterangan yang telah berlalu dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.

Hari An-Nahr, atau ‘Id An-Nahr, lebih utama daripada ‘Idul Fitri. Hal ini karena, pada ‘Id An-Nahr, terdapat pelaksanaan shalat, penyembelihan, keutamaan dalam sepuluh hari Dzulhijjah, serta keutaman tempat dan waktu yang agung bagi orang" yang melaksanakan ibadah haji, sedangkan, pada ‘Idul Fitri, hanya terdapat pelaksanaan shalat dan shadaqah saja. Tentunya, sembelihan lebih utama daripada shadaqah.

(Ustadz Dzulqarnain)

Sunday, 20 October 2013

quote #153, rek

Barangsiapa yang berbuat jelek kepadamu kemudian datang untuk minta udzur atas kejelekannya kepadamu maka sifat tawadhu' mengharuskan engkau menerima udzurnya -baik udzur tersebut benar atau dusta- dan kau serahkan isi hatinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
-Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Saturday, 19 October 2013

quote #152, rek

Akhlak yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang" yang banyak berdosa, memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah tanpa melampaui batas
-Al-Imam Muhammad bin Nashr rahimahullah-

Sunday, 13 October 2013

quote #151, rek

Akhlak yang baik adalah jangan marah dan dengki
-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah-

Saturday, 12 October 2013

quote #150, rek

Akhlak yang baik adalah  berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan)
-Ibnul Mubarak rahimahullah-

Wednesday, 9 October 2013

qurban untuk orang yang sudah meninggal, rek

Bismillaah
Kalau qurban atas nama orang yang sudah meninggal boleh? Hal ini dilakukan anak untuk ibunya (rahimallah)

JAWAB:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :
Berkurban untuk mayit ada 3 macam :

Pertama : Kurban wasiat, maka berkurban untuk mayit sesuai wasiatnya, tanpa menambah dan menguranginya.

Kedua : Kurban untuk mayit sebagai penyerta dari yang masih hidup, yang demikian tidak mengapa. Karena yang zhahir dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Ya Allah, ini adalah (kurban) dari Muhammad dan keluarganya" mencakup yang masih hidup dan yang telah meninggal.

Ketiga : Kurban hanya untuk mayit sebagai amal. Yang demikian tidak pernah ada keterangan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya sejauh pengetahuan saya.

Oleh sebab itu seyogyanya seseorang tidak berkurban khusus untuk mayit, tetapi ia berkurban untuk dirinya dan keluarganya, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal.

Kami tidak mengatakan bahwa berkurban untuk mayit itu haram, akan tetapi kami katakan bahwa yang utama adalah mengikuti Sunnah dimana seseorang berkurban untuk diri dan keluarganya, dan keutamaan Allah itu luas.

(Ustadz Muhammad Yahya)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 8 October 2013

menghajikan orang yang sudah meninggal, rek

Bismillaah
Apakah ada hadist mengenai menghajikan orang yang sudah meninggal, karena bukankah sudah terputus amal ibadah seseorang ketika ia sudah mati, bagaimana hukumnya?

JAWAB:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ
Dari Ibnu Abbas, radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Sesungguhnya ibuku bernadzar untuk haji, dan dia tidak sempat menunaikan haji sampai dia meninggal. Apakah aku menghajikannya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Iya, hajikanlah dia. Bagaimana kalau seandainya ibumu mempunyai hutang? Bukankah engkau akan melunasinya? Lunasilah (hutang kepada) Allah, Allah lebih berhak untuk kita tunaikan hutangnya” (HR. Bukhari)

Ini adalah dalil yang jelas, yang menunjukkan disyariatkannya untuk menghajikan orang yang sudah meninggal. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Baarakallahufiikum

Sunday, 6 October 2013

quote #149, rek

Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, membantu dan menolong
-Al Hasan Al Bashri rahimahullah-

Saturday, 5 October 2013

quote #148, rek

Orang yang mengaku mencintai Allah, tetapi tidak menjaga batasan"-Nya, bukanlah orang yang jujur
-Yahya bin Mu’adz rahimahullah-

Friday, 4 October 2013

menyembelih qurban sendiri, rek

Bismillaah
Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu,
ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا.
“Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua kambing jantan yang amlah"

Beliau menyembelih kedua (kambing) tersebut dengan tangan beliau. Beliau membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau di atas badan kedua (kambing) itu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim.

Jadi sunnahnya kambing qurban disembelih sendiri?

JAWAB:
Ya, sunnahnya adalah yang berqurban menyembelih qurbannya sendiri. Apabila dia tidak bisa, boleh mewakilkan kepada yang lain. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Thursday, 3 October 2013

hukum puasa sunnah tarwiyah, rek

Bismillaah
Ana mau tanya tentang hukum puasa sunnah tarwiyah dan dalilnya...

JAWAB:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من أيام العمل فيهن أحب إلى الله من هذه العشر
Tidak ada hari" dimana amalan pada hari" tersebut lebih dicintai oleh Allah dari pada sepuluh hari ini (Dzulhijjah)” (HR. Bukhari dan ahlus sunan)

Hadits ini menunjukkan keutamaan amal ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan termasuk dari amal ibadah adalah puasa. Yaitu puasa dari tanggal 1-9 Dzulhijjah. Adapun tanggal 9 Dzulhijjah adalah puasa Arafah di mana Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

صوم يوم عرفة يكفر سنتين: ماضية ومستقبلة
“Puasa hari Arafah menghapus dosa selama dua tahun: tahun yang lalu dan tahun yang akan datang” (HR. Muslim)

Adapun puasa pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah maka ini adalah terlarang sebagaimana Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata :

هذان يومان نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيامهما: يوم فطركم من صيامكم، واليوم الذي تأكلون فيه من نسككم
Ini adalah dua hari yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa padanya : hari berbukanya kalian dari puasa kalian (idul fithr) dan hari ketika kalian memakan sesembelihan kalian (idul adha) (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun pengkhususan tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah) untuk berpuasa ini tidak ada wallahu a’lam, akan tetapi masuk pada keumuman hadits keutamaan beramal ibadah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah di antaranya adalah ibadah puasa. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)