Saturday, 31 August 2013

quote #138, rek

Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah Ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati
-Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Friday, 30 August 2013

tuntunan untuk orang yang sekarat, rek

Bismillaah
Apabila seseorang sakit dalam keadaan koma, bolehkah keluarga membacakan ayat" suci di dekatnya? Adakah tuntunannya atau manfaatnya? Adab apakah yang sesuai sunnah yang harus dilakukan keluarga untuk si sakit tersebut?

JAWAB:
Apabila seseorang dalam keadaan sekarat maka yang harus dilakukan :

1. Mentalqin si mayit dengan syahadat la illaha illallah sebagaimana dalam hadist : talqin mayit" kalian (orang yang dalam keadaan sekarat) dengan la illaha illallah dan perlu menjadi perhatian bahwa talqin kalimat tauhid bukan diperdengarkan tetapi memerintahkan dia mengucapkannya.

2. Adapun membaca surat Yasin di sisi si sakit tidak shahih dari Rasulullah tentang perkara ini, bahkan dibenci oleh Sa'id ibnu Musayyib rahimahullah

3. Tidak masalah bagi seorang Muslim untuk mendatangi orang kafir yang sedang sekarat diharapkan ke-Islamnya sebagaimana hadist dari Anas bin Malik, Rasulullah shallahu a'laihi wa sallam mendatangi seorang anak Yahudi dan berdiri di kepalanya lalu berkata "Masuklah engkau ke dalam Islam" kepada anak tersebut melihat bapaknya, dan bapaknya mengatakan "Ta'atilah Aba Qasim", kemudian dia masuk islam.

(Diringkas dari Ahkam Janaiz Syaikh Albani rahimahullah)

(Ustadz Harist)

Thursday, 29 August 2013

membaca hadits meluruskan shaf, rek

Bismillaah

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim no. 433).

Apakah hukumnya, imam membaca hadist diatas sebelum takbiratul ikram?

JAWAB:
Ini adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meluruskan shaf" ketika hendak shalat jama’ah. Tidaklah beliau ucapkan perkataan beliau di atas kecuali ketika hendak menunaikan shalat jama’ah. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Tuesday, 27 August 2013

asuransi dan entertainment, rek

Bismillaah
Ada seorang karyawan swasta yang bekerja di perusahaan asuransi umum. Dalam rutinitas kerjanya, perusahaan memberikan budget entertainment tiap bulan untuk melakukan penetrasi ke intermediary (rekan bisnis). Dia biasanya meng-entertaint kolega/rekan bisnisnya (makan siang atau malam) dengan tujuan mendekatkan dan meningkatkan hubungan baik dengan mereka sehingga bisnis bisa masuk ke perusahaan asuransi dimana dia bekerja. Apakah entertainment yang dilakukan oleh karyawan perusahaan asuransi umum itu termasuk kedalam perkara suap menyuap?

JAWAB:
Sebelumnya, perlu saya ingatkan bahwa Asuransi komersial secara umum adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam ketentuan syari'at kita. Sandaran pelarangan karena terdapat dalam asuransi tersebut sejumlah pelanggaran syari'at, yaitu :

1. Terdapat didalam perbuatan riba dengan dua jenisnya. Karena orang yang membayar asuransi akan mendapatkan jasa atau bayaran melebihi apa yang dia bayar. Ini disebut riba fadhl. Kemudian pembayaran atau tanggungan dari pihak asuransi didapatkan pada masa mendatang tatkala anggota asuransi memerlukannya. Ini disebut dengan nama riba nashi'ah.

2. Terdapat didalam perbuatan qimar yang diharamkan dalam syari'at kita. Karena orang yang membayar asuransi mungkin mendapat keuntungan dari keanggotaannya dan mungkin tidak mendapatnya. Itulah hakikat qimar yang diharamkan dimana seorang masuk dalam sebuah transaksi yang mungkin dia untung dan mungkin dia rugi, dengan memberi bayaran.

3. Terdapat didalamnya bentuk gharar (ketidakjelasan). Sedang gharar adalah yang terlarang dalam transaksi muamalat.

4. Terdapat didalamnya bentuk memakan harta manusia dengan kebatilan. Karena orang memakai jasa asuransi ketika mendapat bayaran yang lebih dari biaya keanggotaan yang dia keluarkan maka kelebihan biaya tersebut diambil dari bayaran anggota lainnya, sehingga kapan dia mengambilnya berarti dia telah memakan harta manusia tanpa haq.

Dan ada beberapa pelanggaran lainnya disebutkan oleh sejumlah ulama besar di masa ini sehingga mereka menfatwakan haramnya segala jenis asuransi kesehatan dan asuransi komersial.

Adapun masalah entertainment, tentunya banyak terjadi di masa pada berbagai bidang usaha untuk keperluan promosi. Masalah ini perlu dilihat dari dua sudut,

Pertama, pihak pengundang dengan entertainment yang diberikan hanya sekadar hadiah dan tidak mensyaratkan keharusan adanya transaksi setelah itu.

Kedua, pihak yang diundang hendaknya tidak terkait dengan instansi tertentu sehingga entertainment tidak memberikan pengaruh dalam amanah kerja yang dia pikul. Kalau pihak yang diundang berdiri sendiri, insya Allah tidak mengapa.
Wallahu A’lam.

(Ustadz Dzulqarnain)

Monday, 26 August 2013

sejarah ketupat, rek

Bismillaah
Mohon faidahnya atas adanya polemik di sebuah situs jejaring sosial yang menyebutkan bahwa ketupat adalah makanan yg sifatnya tasyabbuh. Pengusung polemik ini berdalil dengan sejarah munculnya ketupat yg bisa dibaca di sini » http://historia.co.id/artikel/2/847/Majalah-Historia/Mengunyah_Sejarah_Ketupat

JAWAB:
Ketupat adalah makanan yang halal terbuat dari bahan yang halal. Hukum asal dari makanan adalah halal sampai ada keterangan yang mengharamkannya. Adapun sejarah yang disebutkan, tidak jelas sumber sejarahnya dari mana. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Sunday, 25 August 2013

quote #137, rek

Malaikat (tersebut) mencatat setiap perkataan hamba, yang baik maupun yang buruk hingga mereka menulis perkataan; saya berkata, saya minum, saya pergi, saya datang, dan saya melihat
-Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma-

Saturday, 24 August 2013

quote #136, rek

Tidaklah saya berdebat kecuali saya tidak menghiraukan apakah Allah menampakkan kebenaran lewat lisanku atau lisannya
-Imam Asy Syafi'i rahimahullah-

Friday, 23 August 2013

khitan bagi wanita, rek

Bismillaah
Apa hukum khitan bagi perempuan? Saya baru membaca tentang dalil wajibnya, namun saya belum melihat dalil". Saya diberi tahu bahwa Imam Ahmad, Syaikh ibnu 'Utsaimin menghukuminya mustahab, mana yang rojih?

JAWAB:
Khitan salah satu dari sunnah fitrah sebagaimana telah sah dalam hadits. Tidak diragukan bahwa khitan adalah perkara yang disyariatkan dalam agama ini. Ia adalah contoh dari nabi Ibrahim 'alaihissalam di mana telah sah dalam Shahih Al Bukhari dan selainnya bahwa nabi Ibrahim itu berkhitan dan beliau diperintah untuk berkhitan ketika umur beliau sudah delapan puluh tahun. Karena ia adalah syariat nabi Ibrahim 'alaihissalam kita diperintah untuk mengikutinya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,artinya :
"Kemudian Kami wahyukan kepada engkau (wahai Muhammad), hendaknya engkau mengikuti agama nabi Ibrahim yang lurus." (An Nahl:123)

Adapun tentang hukum khitan ini apakah wajib atau sunnah, terdapat silang pendapat di kalangan para ulama dan diterangkan oleh Ibnul Qoyyim dan selainnya bahwa khitan adalah wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Sebab dia berlaku secara umum di dalam ayat perintah untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim, kemudian yang kedua Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada seorang sahabat yang baru masuk Islam, "dan berkhitanlah kamu"

Dan asal dalam perintah menunjukkan wajibnya. Ini pendapat para ulama yang mengatakan bahwa khitan hukumnya adalah wajib.

Di sisi yang lain kebanyakan para ulama berpendapat bahwa khitan hukumnya sunnah bagi perempuan. Bagi laki-laki adalah wajib. Dan mereka berdalil dengan hadits

"khitan bagi laki-laki adalah wajib, dan bagi perempuan adalah kemuliaan" tetapi haditsnya ada kelemahan.

Saya sendiri hingga hari ini yang saya pegang, khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. dan telah saya terangkan bahwa kebanyakan ulama berpendapat hukumnya adalah sunnah.

Sumber: http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/UstDzulqarnain_20juli2010_KarakteristikWanitaMuslimah2.mp3

(Ustadz Dzulqarnain)

Thursday, 22 August 2013

suami adalah surga dan neraka istri, rek

Bismillaah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada bibinya Al Hushain binti Mihshan radhiallahu ‘anhuma :
قَالَ : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ ؟ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ "
Perhatikan bagaimana kedudukanmu bagi suamimu! Sesungguhnya dia (suamimu) adalah (penentu) surgamu dan nerakamu.” (HR. An Nasai (Al Kubro 8913) dan Ahmad (19003) dishahihkan Al Albany (Ash Shahihah 2612))

A. Afwan, tolong tafsir hadist ini..

B. Bagaimana jika suami mempunyai 2 istri?

JAWAB:
A. Maknanya kedudukan suami bagi seorang istri adalah sangat besar. Wajib bagi seorang istri untuk memenuhi hak" suaminya, bahkan lebih dia kedepankan daripada hak orang tuanya. Begitu besarnya hak seorang suami atas istrinya sampai" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرَا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Dishahihkan oleh Al Albany dari Irwa`ul Ghalil no. 1998]

Di sisi lain, pahalan dan ganjaran bagi istri yang ta’at kepada suaminya pun sangat besar.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita itu menunaikan shalat lima waktunya, puasa pada bulan ramadhannya, menjaga kemaluannya, menta’ati suaminya, akan dikatakan kepadanya, “Masuklah Engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang Engkau sukai.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albany rahimahullah)

Ini menunjukkan kesuksesan dan kebahagian seorang seorang istri sangat tergantung dengan kesuksesan dia menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri di dalam memenuhi hak-hak suaminya. Wallahu a’lam.

B. Tiap istri memiliki kewajiban yang harus dia tunaikan kepada suaminya. Sama saja apakah suaminya memiliki satu istri, dua istri atau lebih. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Tuesday, 20 August 2013

mencabut uban, rek

Bismillaah
Ana pernah dengar kalau uban tidak boleh dicabut, besok akan menjadi cahaya, cahaya yang dimaksud itu yang bagaimana ya?

JAWAB:
لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة
Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan derajat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)dr abu hurairoh,

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ
Barangsiapa memiliki uban di jalan Allah walaupun hanya sehelai, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: “Orang" pada mencabut ubannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Siapa saja yang ingin, maka silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat)” (HR. Al Bazzar, At Thabrani dalam Al Kabir dan Al Awsath dari riwayat Ibnu Luhai’ah, namun sanad lainnya tsiqah –terpercaya-. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya, sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya di kegelapan padang mahsyar, sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkannya ke dalam jannah (surga). Uban, meski bukan rekayasa hamba, namun bila muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ditempatkan pada usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan -bahkan tidak keliru bila dikatakan haram- mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (Lihat Faidhul Qadir karya Al-Munawi, 6/202)

(Ustadz Ahmad Niza)

Sunday, 18 August 2013

quote #135, rek

Tidaklah saya berdebat kecuali saya berharap agar lawan debatku diberi taufiq dan diberi pertolongan dan dijaga oleh Allah
-Imam Asy Syafi'i rahimahullah-

Saturday, 17 August 2013

quote #134, rek

Saya tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan
-Imam Asy Syafi'i rahimahullah-

Friday, 16 August 2013

doa di hari jumat, rek

Bismillaah
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً،لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسَْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

Hari Jum’at itu dua belas saat. Tidak ada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Carilah (saat pengabulan itu) pada akhir saat setelah ‘Ashar.

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa`iy, Al-Hakim dan Al-Baihaqy. Dishahihkan oleh An-Nawawy dan Al-Albany]

PERTANYAAN BERKAITAN DENGAN HADITS:

Tanya :
Hadits satu saat sesudah ashar : Maksudnya 12 saat itu apa?

JAWAB:
Dalam permulaan saat mustajabah terdapat silang pendapat di kalangan ulama, apakah bermula dari terbitnya fajar subuh atau terbitnya matahari. Sebagaimana juga terdapat silang pendapat maksud dari 12 saat, apakah bermakna 12 jam sehari atau 12 saat terukur dari awal hari hingga akhir hari. Bila di suatu Negara waktu shalat Subuh pukul 3:00 dan waktu shalat Maghrib pukul 20:00, berarti 12 saat tersebut menurut pendapat ini adalah dalam waktu 17 jam. Karena itu, kurang detail menerjemah hadits dengan kata 12 jam karena silang pendapat tersebut. Namun dari seluruh silang pendapat tersebut, tidak ada perselihan bahwa akhir saat pada hari Jum’at adalah sebelum matahari terbenam, itulah saat yang mustajabah menurut pendapat yang lebih kuat berdasarkan hadits yang dijelaskan. Wallahu A'lam.

Tanya :
"Carilah pada akhir setelah Ashar" maksudnya doa setelah shalat Ashar? Atau doa pada saat Ashar sebelum salam?

JAWAB:
Setelah shalat Ashar, menjelang matahari terbenam. Lihat jawaban sebelumnya.

(Ustadz Dzulqarnain)

Thursday, 15 August 2013

beda teguran dan ujian, rek

Bismillaah
Saya mau tanya apa bedanya teguran dari Allah dan ujian? Anak saya sakit batuk mungkin sudah lebih dari 3 bulan. Sudah ke dokter juga tapi belum sembuh. Saya bingung apakah Allah sedang menguji saya dan suami ataukah ada kesalahan yang saya atau suami lakukan sehingga ini merupakan teguran Allah untuk kami.

JAWAB:
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ [الشورى/30]

Apapun yang menimpa kalian dari musibah maka adalah disebabkan apa yang kalian lakukan dan Allah memaafkan banyak kesalahan kalian” (Asy Syuro 30)

Ayat ini menunjukkan bahwasanya musibah yang menimpa kita adalah disebabkan kesalahan kita. Akan tetapi ketika kita bersabar menghadapi musibah tersebut, maka musibah akan menjadi penghapus dosa" kita sebagaimana disebutkan di banyak hadits, di antaranya :

وعن أبي سعيدٍ وأبي هريرةَ رضيَ الله عنهما ، عن النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : (( مَا يُصيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ ، وَلاَ حَزَنٍ ، وَلاَ أذَىً ، وَلاَ غَمٍّ ، حَتَّى الشَّوكَةُ يُشَاكُهَا إلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَاياهُ((

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Tidaklah menimpa seorang muslim berupa sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, kegundahan bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah hapus dosa"nya dengan sebab demikian. (HR. Bukhary dan Muslim)

(Ustadz Ayub)

Wednesday, 14 August 2013

merapatkan shaf, rek

Bismillaah
Kalau shalat jamaah apakah harus merapatkan shaf serapat"nya? Menempel antara kaki ma'mum dengan ma'mum lainnya? Begitu juga bahu dengan bahu. Seperti besi yang di patri. Sangat rapat sekali. Shahihkah hadis ini? Bagaimana fenomena shaf shalat jama'ah masa kini yang begitu longgar dan bila saya menyentuh kaki yang lain, ma'mum yang lain malah menjauh?

JAWAB:
Iya merapatkan shaf dalam shalat adalah wajib, sebagaimana dalam hadist" perintah untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Adapun kebanyakan kaum muslimin mereka karena kejahilan mereka tentang hukum permasalahan ini, dan juga Rasulullah melarang kita untuk membuka shaf kita untuk syaithanyang terpenting kita berusaha untuk merapatkannya dengan mereka, tapi kalau mereka melepaskannya insyaAllah kewajiban kita sudah terlaksanakan. Allahu a'lam.

(Ustadz Ahmad Niza)

Tuesday, 13 August 2013

menyanjung istri, rek

Bismillaah

Apa hukumnya menyanjung istri?

JAWAB:
Menyanjung atau memuji istri adalah dianjurkan dalam Islam, dan sebaliknya menghina dan berlaku kasar terhadap istri dilarang dalam Islam. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri"inya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1162. Lihat Ash-Shahihah no. 284).
Wallahu a'lam.

(Ustadz Ahmad Niza)

Monday, 12 August 2013

memilih orang kafir sebagai pemimpin, rek

Bismillaah
Tolong ditanyakan tentang artikel ini: http://kom.ps/ABt5Y2 coba baca ini tentang Ahok.

JAWAB:
Sepertinya dengan sekuat tenaga, penulis beropini bahwa memilih orang nNasrani sebagai pemimpin masih boleh. Padahal penulis telah membawakan firman Allah yang artinya : "Hai orang" yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang" Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin"kalian" (Al-Maidah : 51)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang" kafir sebagai pemimpin" kalian dengan meninggalkan orang" Mukmin" (An-Nisa : 144).

Ayat" diatas telah diamalkan/dipraktekkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam, para shahabatnya dan orang" yg mengikuti mereka dengan baik di setiap zaman dan tempat dengan tidak mengangkat Yahudi/Nasrani sebagai pemimpin.

Problem seperti ini, memang akan muncul dari demokrasi yang bukan berasal dari Islam sama sekali. Diantara kemungkarannya adalah penyamaan antara Muslim dengan kafir.

(Ustadz Muhammad Yahya)

Sunday, 11 August 2013

quote #133, rek

Seringkali seorang yang baru mendapatkan sedikit ilmu terkena penyakit sombong, merasa dirinya sebagai ulama dan melihat orang lain sebagai orang" yang bodoh
-Anonim-

Saturday, 10 August 2013

quote #132, rek

Ilmu akan menjauh dari seorang yang sombong, seperti air bah menjauh dari tempat yang tinggi
-Anonim-

Friday, 9 August 2013

tentang usg, rek

Bismillaah
Bolehkan kita menggunakan USG untuk memprediksi kelamin bayi?

Jawab:
Untuk penjelasan Ustadz Dzulqarnain selengkapnya silahkan dicek di
http://dzulqarnain.net/tentang-usg.html

Thursday, 8 August 2013

keikhlasan hati, rek

Bismillaah
Bagaimana caranya supaya senantiasa menjaga keikhlasan hati dalam beribadah? Bagaimana caranya agar menjadi istri dan ibu yang shalehah? Bagaimana caranya meyakinkan hati kita bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik dan Allah tidak pernah salah?

Jawab :
Pertama, keikhlasan dalam ibadah itu adalah dengan melaksanakan ibadah hanya untuk Allah semata, tidak mengharap sanjungan atau pujian manusia, dengan selalu mengingat bahwa hidupnya dia pertanggungjawabkan hanya kepada Allah, dan Allah-lah yang menentukan surga atau neraka baginya.

Kedua, seorang istri yang shalihat adalah yang mengetahui bahwa kebaikan dirinya dan ibadahnya kepada Allah adalah keberadaannya di rumah mengurus suami dan anak"nya, dengan menuntut ilmu agama dan memperbanyak ibadah" kepada Allah.

Ketiga, mengetahui bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik merupakan bagian dari keimanan kepada takdir Allah. Hendaknya seseorang memperdalam pemahamannya tentang keimanan kepada takdir sehingga dia memahami bahwa Allah Maha Adil dalam segala keputusan-Nya.

(Ustadz Dzulqarnain)

Wednesday, 7 August 2013

rasa takut kehilangan harta, rek

Bismillaah
Bagaimana cara menghilangkan rasa takut akan kekurangan harta, rasa takut uangnya tidak cukup untuk memenuhi kehidupannya?

JAWAB:
Menghilangkan rasa takut kekurangan harta adalah dengan cara mengetahui bahwasanya apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi, dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi, dan beriman tentang qadha dan qadar, dan mengetahui bahwasanya dunia itu tercela dan tercela apapun yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah, sebagaimana sabda Rasul, dan mengetahui bahwasanya Rasulullah pernah bersabda:

"..dan fitnah ummatku adalah harta" hadist Ka'ab bin I'yadh, dikeluarkan oleh Imam Tirmidzy, dan Rasullullah pernah bersabda kepada para sahabat:

"Demi Allah aku tidak takut kalian faqiir tetapi yang aku takutkan dibentangkan bagi kalian dunia, kemudian kalian berlomba sebagaimana mereka (Yahudi dan Nashrani) berlomba" kemudian dunia menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan orang" sebelum kalian" (Muttafaqun alaih)

(Ustadz Ahmad Niza)

Tuesday, 6 August 2013

berkaitan dengan hadits wanita/perempuan terbaik, rek

Bismillaah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Wanita yang bagaimanakah yang terbaik itu?” Beliau menjawab :
الَّتِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِى نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Yang menyenangkan jika dipandang (suaminya), yang mentaati jika diperintah (suaminya) dan dia tidak menyelisihi (suami)nya pada dirinya dan hartanya dengan apa yang tidak disukai (suaminya)" (HR An Nasai. Asy Syaikh Al Albany berkata : Hasan Shahih)

Tanya: Apa maksud tidak menyelisihi dalam hadits diatas?

JAWAB:
Tidak menyelisihi pada hartanya adalah dia memakai dan membelanjakan harta suaminya yang dia pegang sesuai dengan amanah. Tidak menyelisihinya pada dirinya adalah seorang istri tidak menyelisihi keinginan suaminya atas dirinya. Kalau suaminya membutuhkannya maka istri selalu siap memenuhi kebutuhan suaminya. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Monday, 5 August 2013

istri di surga, rek

Bismillaah

Apa maksud dari hadits ini?

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri" kalian di dalam surga?”
Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

JAWAB:
Maksudnya istri yang akan menjadi penghuni surga adalah istri yang taat pada suami, memenuhi kewajibannya penyayang terhadap anak"nya. Jika terjadi pertikaian dengan suaminya sehingga dia marah kepada suami atau suami marah kepadanyanya maka diapun segera meminta maaf dan memohon keridhaan suaminya, sehingga suaminya pun senang dengan sikap istrinya seperti itu (yakni suka bersegera dalam meminta maaf tanpa mendahulukan egonya sekalipun dia mengetahui sebenarnya kekhilafan ada pada sang suami dia segera memaafkan kesalahan suaminya tersebut)

(Ustadz Abdullah Sya'roni)

Sunday, 4 August 2013

quote #131, rek

Ilmu menuntut amalan. Kalau ia disambut (diamalkan) ia akan menetap, namun kalau tidak dia akan pergi
-Khatib Al-Baghdadi rahimahullah-

Saturday, 3 August 2013

quote #130, rek

Merasa tinggi di hadapan gurumu, itu adalah kesombongan, menolak faedah ilmu dari orang" yang di bawahmu adalah kesombongan dan tidak beramal dengan apa yang diketahui juga merupakan belumbang kesombongan dan tanda kalau dia akan terhalangi dari ilmu
-Al Anasi rahimahullah-

Friday, 2 August 2013

sunnah menjelang dan setelah kelahiran bayi, rek

Bismillaah
Menjelang kelahiran anak kami, apa saja sunnah" yang harus dilakukan pada waktu sebelum, persalinan dan setelahnya? Apakah mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga bayi ada sunnahnya?

JAWAB:
Tidak ketentuan khusus terkait dengan sebelum persalinan, hanya saja seorang dianjurkan memohon kepada Allah untuk diberi keturunan yang shalih sebagaimana Nabi Ibrahim [Ash-Shâffât: 100], Nabi Zakariya [Ali Imrân: 38] dan kaum mukminin [Al-Furqân: 74] melakukannya.

Adapun setelah kelahiran,
1. Mentahnik bayi dengan mengunyahkan kurma kemudian ditempel di langit" mulut bayi.
2. Mendoakan kebaikan dan keberkahan untuknya.
3. Disunnahkan untuk mengaqiqah anak pada hari ke-tujuhnya, menggundul rambutnya dan memberi nama.
4. Bersedekah perak seberat rambut bayi.

Adapun adzan dan iqamat pada telinga bayi, tidak disyari’atkan karena berasal dari hadits yang lemah.

Wallahu a’lam.

(Ustadz Dzulqarnain)

Thursday, 1 August 2013

menunda pernikahan untuk mengumpulkan uang, rek

Bismillaah
Apakah termasuk laki" yang baik jika ia menunda pernikahan dengan alasan ingin mengumpulkan uang untuk mengadakan walimahan yang cukup mewah? Padahal pihak perempuan sudah menawarkan untuk melangsungkan pernikahan secepatnya dan sanggup menanggung biaya walimahan secara sederhana, tapi si laki" menolak dan tetap mau menunda pernikahan sampai terkumpul dana yang cukup untuk walimahan yang mewah. Dalam kasus ini bagaimana sebaiknya sikap pihak perempuan?

JAWAB:
Apa yang disebutkan dalam pertanyaan adalah hal yang menyelisihi sunnah, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Wahai sekalian anak muda, siapa di antara kalian yang sanggup untuk menikah hendaknya dia menikah, karena hal tersebut lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Siapa yang belum sanggup, hendaknya dia berpuasa, karena puasa itu memutus syahwat.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu ‘anhu]

Orang yang tersebut dalam pertanyaan adalah seorang yang sudah sanggup menikah dan dimudahkan, hendaknya disyukuri nikmat Allah agar kehidupan rumah tangganya kelak diharapkan berberkah.

Bila seorang telah mampu menikah dan bila tidak menikah akan menjatuhkannya ke dalam dosa, hukum nikah adalah wajib terhadapnya dan terhitung berdosa bila diakhirkan. Wallahu A’lam.

(Ustadz Dzulqarnain)