Wednesday, 31 July 2013

maksud hadits tidak bersyukur kepada manusia, rek

Bismillaaah.

Tanya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

Tidaklah bersyukur kepada Allah seorang yang tidak bersyukur kepada manusia.
 [ Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil.]

Apa maksud dari hadits ini?

JAWAB:

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz –rahimahullah pernah ditanya :

Soal : Aku pernah membaca perkataan : “Tidaklah bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur kepada manusia”. Apakah ini hadits? Apa maknanya?

Jawab: Ya, ini adalah hadits yang shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur kepada manusia.” Yaitu seseorang yang tabiat dan akhlaknya tidak bersyukur kepada manusia atas kebaikan mereka maka orang ini tidak bersyukur kepada Allah. Disebabkan oleh jeleknya perilaku dan kasarnya dia maka besar kemungkinan dalam keadaan seperti ini dia tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Yang selayaknya bagi seorang muslim adalah bersyukur atas kebaikan seseorang yang berbuat baik kepadanya baik dari kerabatnya ataupun orang lain. Sebagaimana wajib baginya untuk bersyukur kepada Allah terhadap apa yang Allah karuniakan baginya maka begitu juga wajib baginya untuk bersyukur kepada manusia atas kebaikan mereka kepadanya. Allah Azza wa Jalla menyukai dari hamba"Nya untuk bersyukur kepada siapa saja yang berbuat baik kepada mereka dan membalas kebaikan dengan kebaikan.

Sebagaimana ini disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hadits yang shahih,

“Barang siapa yang berbuat kepadamu maka balaslah dia. Kalau engkau tidak mendapatkan apa yang bisa untuk membalasnya, maka doakanlah kebaikan untuknya sampai engkau yakin bahwasanya engkau sudah membalasnya dengan tepat”

Karena itu, disyariatkan bagi seorang mukmin untuk mendoakan orang yang mendoakan dia, membalas kebaikan dengan kebaikan, dan memuji orang yang melakukan dan mencurahkan kebaikan kepadanya. Ini termasuk dari kemuliaan akhlak dan baiknya amalan.

Dinukil dari : http://www.binbaz.org.sa/mat/18347
Diterjemahkan oleh Ayub Abu Ayub

(Ustadz Ayub)

Sunday, 28 July 2013

quote #129, rek

Sesungguhnya kesombongan, bangga diri dan kedengkian adalah awal dari kemaksiatan yang Allah dimaksiati dengannya
-Al Anasi rahimahullah-

Saturday, 27 July 2013

quote #128, rek

Hati"lah dari penyakit para pembesar yaitu kesombongan
-Al Anasi rahimahullah-

Friday, 26 July 2013

syarat wanita bekerja, rek

Apa aja syarat bolehnya wanita bekerja?

JAWAB:

Islam tidak melarang wanita bekerja dan berdagang. Akan tetapi yang wajib diperhatikan hendaknya :
- tidak ikhtilath (bercampur-baur antara pria dan wanita).
- tidak membuat kaum pria tergoda dengan berdandan, bersolek dan membuka aurat.
- medan kerja khusus, seperti dokter wanita menangani pasien wanita. 
- tidak berkhalwat (berdua"an antara pria dan wanita yang bukan mahramnya).

Silakan periksa ayat" berikut : At-Taubah : 105, An-Nisa : 29, Al Baqarah 282. Ayat" tersebut berlaku umum mencakup pria dan wanita. Demikian difatwakan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

Kecuali dalam keadaan darurat, misalnya tidak ada dokter wanita untuk menangani pasien wanita, maka dokter pria boleh menanganinya dengan menjauhi sebab" terjadinya fitnah.
Wabillahhit-taufiq.

(Ustadz Muhammad Yahya)

Wednesday, 24 July 2013

batasan jenggot, rek

Bismillaah
Mengenai sunnahnya memotong kumis dan memanjangkan jenggot bagi laki", apakah kumis dipotong abis atau dicukur rapi saja? Lalu untuk janggut, apakah harus dibiarkan panjang atau boleh dipotong dirapikan?

JAWAB:
Untuk kumis laki-laki, ada petunjuk dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa boleh sekadar dipendekkan, tetapi boleh pula digunting habis. Adapun janggut, sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memeliharanya, tidak boleh mencukurnya, walaupun dengan alasan merapikannya. Memang ada sebagian ulama yang membolehkan untuk menggunting janggut yang telah melampaui segenggam tangan, tetapi pendapat tersebut kurang kuat.

(Ustadz Dzulqarnain)

 

Tuesday, 23 July 2013

kenapa mayoritas pemuda menyimpang, rek

KENAPA PARA PEMUDA KITA MENYIMPANG? 
Setidaknya ada lima faktor penyebab penyimpangan para pemuda umat: 

1. Terlalu banyaknya waktu luang 

 2. Adanya kerenggangan dan kurangnya komunikasi antara para pemuda dan generasi yang lebih tua daripada mereka

 3. Interaksi dan berteman dengan orang" yang menyimpang

 4. Mengkonsumsi beragam media yang merusak tanpa adanya benteng diri yang kuat untuk membedakan antara yang benar dan yang salah 

 5. Sangkaan sebagian pemuda bahwa Islam mengekang kebebasan dan merendahkan kemampuan manusia, sehingga pun dia lari dari Islam dan meyakininya sebagai agama yang kuno yang membawa pemeluknya ke masa lampau serta menghalanginya dari kemajuan.

Masalah pemuda adalah masalah kita semua. Di masa depan, merekalah yang akan menjadi barisan terdepan memimpin umat ini. Akankah kita bimbing mereka sehingga menjadi kebanggaan umat, atau kita biarkan mereka menjadi individu yang egois lagi hedonis yang hanya akan menyeret umat kepada kelemahan dan kerendahan? 

 Referensi: Min Musykilatus Syabab, Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
 

Monday, 22 July 2013

tabungan deposito, rek

Bismillaah
Bagaimana hukumnya tabungan deposito? Dan jika kita mendapatkan bunga dari bank harus diapakan ya uangnya?

JAWAB:
Deposito dalam bentuk yang ditanyakan adalah riba.
Berkaitan dengan bunga bank, kami mempunyai penjelasan rinci seputar pemanfaatan harta haram. Silahkan membaca keterangan pada link berikut: http://dzulqarnain.net/kaidah-seputar-harta-haram.html

Baarakallahufiikum

Sunday, 21 July 2013

quote #127, rek

Barangsiapa yang mencari ilmu hadits, maka ia sedang mencari ilmu yang paling mulia di dunia ini. Maka seharusnyalah ia menjadi orang yang paling mulia akhlaqnya
-Muhammad bin Isa Az-Zajjaj rahimahullah-

Saturday, 20 July 2013

quote #126, rek

Ilmu tanpa adab adalah seperti api tanpa kayu bakar. Sedangkan adab tanpa ilmu seperti badan tanpa ruh
-Abu Zakariya Yahya bin Muhammad An-Anbari rahimahullah-

Friday, 19 July 2013

menjaga keikhlasan hati, rek

Bismillaah
Bagaimana caranya supaya senantiasa menjaga keikhlasan hati dalam beribadah? Bagaimana caranya agar menjadi istri dan ibu yang shalehah? Bagaimana caranya meyakinkan hati kita bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik dan Allah tidak pernah salah?

JAWAB:
Pertama, keikhlasan dalam ibadah itu adalah dengan melaksanakan ibadah hanya untuk Allah semata, tidak mengharap sanjungan atau pujian manusia, dengan selalu mengingat bahwa hidupnya dia pertanggungjawabkan hanya kepada Allah, dan Allah-lah yang menentukan surga atau neraka baginya.

Kedua, seorang istri yang shalihat adalah yang mengetahui bahwa kebaikan dirinya dan ibadahnya kepada Allah adalah keberadaannya di rumah mengurus suami dan anak"nya, dengan menuntut ilmu agama dan memperbanyak ibadah" kepada Allah.

Ketiga, mengetahui bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik merupakan bagian dari keimanan kepada takdir Allah. Hendaknya seseorang memperdalam pemahamannya tentang keimanan kepada takdir sehingga dia memahami bahwa Allah Maha Adil dalam segala keputusan-Nya.

(Ustadz Dzulqarnain)
Baarakallahufiikum

Tuesday, 16 July 2013

memanfaatkan barang gadai, rek

Bismillaah
Bagaimana hukum tentang menggadaikan sebidang sawah, kemudian sawah itu digarap oleh pemiliknya dengan hasil yang dibagi dua antara pemilik sawah dan pemilik uang gadai? Sebenarnya, siapakah yang lebih berhak mengelola tanah tersebut: pemilik tanah atau pemilik uang gadai?

Jawab:

Barang gadai adalah jaminan untuk suatu utang, yang barang tersebut boleh dijual untuk menebus utang saat orang yang berutang (pemilik barang gadai) tidak mampu membayar utangnya pada tempo yang telah ditentukan.

Barang gadai dipegang oleh pemilik piutang/pemberi utang.

Barang gadai sama sekali tidak boleh dimanfaatkan oleh pemilik piutang. Kapan saja pemilik piutang mengambil manfaat dari barang gadai tersebut, dia berarti telah berbuat riba.

Untuk lebih lengkapnya ke sini aja yaaa
(Ustadz Dzulkarnain)

Monday, 15 July 2013

memeluk lutut saat shalat Jumat, rek

Bismillaah
Adakah larangan duduk sambil memeluk lutut ketika khatib berkhutbah Jumat?

Jawab:

Memang ada larangan tentang hibwah (duduk sambil memeluk lutut atau dengan menahan kedua lutut dengan kain), dalam hadits Mu’adz bin Anas riwayat Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Baihaqy.
Hanya saja terdapat dalam sanadnya rawi yang bernama Abu Marhum Abdurrahman bin Maimun. Ada silang pendapat di kalangan ulama tentang rawi ini, saya lebih condong kepada pendapat yang melemahkannya. Sebagaimana dalam Nailul Authar, Al-Iraqy rahimahullah menyebutkan bahwa kebanyakan ulama memandang hibwah adalah hal yang diperbolehkan dan Al-Iraqy juga menyebutkan bahwa hadits" tentang larangan hibwah semuanya lemah.

Ibnul Mundzir dalam Al-Ausath juga menyebutkan dari kebanyakan ulama dari kalangan shahabat dan selainnya.
Andaikata hadits larangan hibwah adalah shahih, maknanya diarahkan apabila hibwah tersebut akan menyingkap aurat atau membawa rasa kantuk atau lebih memudahkan untuk keluar angin. Wallahu a’lam.

(Ustadz Dzulqarnain)
Baarakallahufiikum

Sunday, 14 July 2013

quote #125, rek

Mereka (para ulama) tidak mengirimkan anak"nya untuk mencari ilmu hingga mendidiknya dengan adab, akhlaq dan ibadah selama 20 tahun.
-Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri rahimahullah-

Saturday, 13 July 2013

quote #124, rek

Hampir" adab itu merupakan dua pertiga ilmu
-Abdullah ibnul Mubarak rahimahullah-

Monday, 8 July 2013

memperingan shalat, rek

Bismillaah
Kalau di tengah shalat anak (bayi) menangis, apakah kita stop dulu sholatnya nanti dilanjut lagi/diulang? Atau harus diselesaikan saja tapi jadi tidak kusyuk karena buru"?

JAWAB;
Selesaikan dan peringan shalatnya, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah mendengar anak menangis dalam shalatnya, kemudian beliau meringankan shalatnya.

Cara meringankan sholatnya misalnya dengan mempercepat bacaannya atau mengurangi bacaan ruku’ dan sujud (dari 3x menjadi 2 atau 1x)

Wabillahit-taufiq.

(Ustadz Muhammad Yahya)
Baarakallahufiikum

Sunday, 7 July 2013

quote #123, rek

Sungguh seorang ahli hadits tidak dikatakan sempurna atau seseorang tidak dikatakan berilmu, hingga ia mengambil dari orang yang di atasnya, dari yang sekelasnya dan juga dari yang di bawahnya
-Sufyan ibnu Uyainah rahimahullah-

Saturday, 6 July 2013

quote #122, rek

Aku menemani Imam Syafi’i dari Makkah ke Mesir. Maka aku mendapatkan faedah dari beliau masalah" fiqh, dan beliau mengambil faedah dariku ilmu hadits
-murid Imam Syafi'i rahimahullah, Khumaidi rahimahullah-

Wednesday, 3 July 2013

selang-seling puasa syawal, rek

Bismillaah
1. Benarkah kalau puasa Syawal boleh diselang-seling harinya, gak berturut-turut?
2. Bolehkah kita sekalian berniat puasa ganti yang tertinggal di puasa Syawal ?
3. Dan ada yang bilang nggak sah puasa Syawal kita kalau kita menolak undangan halal bil halal..

Mohon penjelasannya.

JAWAB;
No 1. Ya, dibenarkan. Wabillahit-taufiq.

No 2. Tidak dibenarkan, karena puasa qadha itu wajib, sementara puasa Syawal itu sunnah. Wabillahit-taufiq.

No 3. Tidak menghadiri acara halal bi halal tidak membatalkan puasa Syawal. Apalagi acara tersebut tidak pernah dilakukan dan dicontohkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Wabillahit-taufiq.

(Ustadz Muhammad Yahya)
Baarakallahufiikum

Tuesday, 2 July 2013

doa untuk anak hilang, rek

Bismillaah
Adakah doa yang bisa dibaca ketika anak hilang? Anak teman saya umur 9 tahun hilang di Puncak.

JAWAB:
Allahu a'lam apakah disana ada do'a khusus untuk seseorang yang kehilangan anaknya, tapi tentunya bagi kita mendo'akan dengan doa" yang umum, seperti meminta dimudahkan, atau diberikan ketabahan, dll. Allahu a'lam

(Ustadz Ahmad Niza)
Baarakallahufiikum

Monday, 1 July 2013

tatacara ziarah kubur yang benar, rek

Bismillaah
Bagaimana tata cara ziarah kubur yang benar?

JAWAB:
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur :
- Ketika masuk area kuburan hendaknya membaca salam dan doa untuk para penghuninya.
- Memperhatikan kehormatan kuburan, jangan diinjak dan jangan diduduki.
- Tidak meminta kepada penghuni kubur, karena itu syirik.
- Tidak melakukan perjalanan jauh hanya karena ziarah kubur.
- Tidak shalat di kuburan.
- Tidak membaca Al Qur'an di kuburan.
- Tidak ada acara tabur bunga.

Ziarah kubur dilakukan dalam rangka mengingat akhirat, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ;

"Berziarah kuburlah, karena yg demikian itu mengingatkan kalian kepada akhirat". Wabillahit-taufiq.

(Ustadz Muhammad Yahya)
Baarakallahufiikum