Tuesday, 31 July 2012

beda islam dengan syiah part 3, rek

Bismillaah
Semoga Allah melaknat Syi'ah. Mereka telah mencela para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam...

Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara, yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab"
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk

Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat

Baarakallahufiikum

Monday, 30 July 2012

beda islam dengan syiah part 2, rek

Bismillaah
Ingat lo ya, Syi'ah itu agama sendiri. Bukan Islam! Ia sebagaimana Ahmadiyah, punya aturan sendiri

Rukun Islam menurut agama Islam:
1. Dua Syahadat
2. Shalat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
(HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar)

Rukun Islam (benernya Rukun Syi'ah sih) ala agama Syi’ah:
1. Shalat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
(Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18)

Baarakallahufiik

Sunday, 29 July 2012

quote #26, rek

Nilailah (kenalilah) manusia dengan menilai (mengenal) teman"nya
-Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu-

Saturday, 28 July 2012

quote #25, rek

Demi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sungguh tidaklah kami melihat seseorang berteman kecuali dengan yang sejenisnya. Maka bertemanlah dengan orang" shalih dari hamba" Allah Subhanahu Wa Ta'ala, semoga kalian senantiasa bersama mereka atau menjadi seperti mereka
-Al Imam Qatadah rahimahullah-

Friday, 27 July 2012

beda islam dengan syiah part 1, rek

Bismillaah
Bagi mereka yang tidak tahu, Syi'ah, negara mayoritas di Iran, itu bukan Islam!!
Gak percaya? Ini adalah postingan pertama yang akan membeberkan perbedaan" itu...

Dari sisi pembawa agamanya...
Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah.
Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari.

Siapakah Abdulllah bin Saba' Al Himyari itu?
Ia adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan'a) yang pura" masuk Islam di masa kekhalifahan 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu. Nuff said

Baarakallahufiikum

Thursday, 26 July 2012

surat untuk palestina, rek

Bismillaah
Sesungguhnya hati ini menangis melihat saudara" kita di Palestina terjebak konflik dengan negara Yahudi...

Ya Allah, angkatlah penderitaan ini dari mereka, selamatkanlah saudara" kami di sana, jagalah mereka yang masih hidup, sembuhkanlah mereka yang terluka dan ampunilah mereka yang gugur dan kuatkanlah ketabahan mereka...

Ya Allah, sesungguhnya di tengah" mereka ada anak", wanita" dan orang" yang sudah renta, lindungilah mereka dengan penjagaanMu...

Ya Allah, satukanlah barisan mereka di atas kebenaran, hilangkanlah perpecahan dari mereka, menangkanlah peperangan mereka dari musuh"Mu...

Ya Allah, sesungguhnya kaum Yahudi telah bertindak semena" kepada hamba"Mu, ummat kekasihMu, selamatkanlah kami dari kedzaliman mereka dan jadikanlah makar mereka bumerang yang membinasakan mereka.

Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa...

Baarakallahufiik

Wednesday, 25 July 2012

tentang jenggot, rek

Bismillaah
Adalah fitrah bagi seorang Muslim laki" untuk memelihara jenggotnya...

Memelihara jenggot merupakan perkara yang diwajibkan atas setiap muslim yang jantan lagi sejati berdasarkan hadits" shahih. Adapun laki" muslim yang mengikuti syahwatnya, maka ia akan berusaha mencari-cari dalih yang membolehkan cukur jenggot padahal itu haram...

Seperti ia berdalil dengan hadits berikut : “Diantara kebahagiaan seseorang, kurangnya jenggotnya” (HR. Ibnu Hibban dalam Adh-Dhu’afaa‘ (1/360), Ath-Thabraniy dalam Al-Kabir (12920), Ibnu Adi dalam Al-Kamil (2/364), dan Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad (14/297))

Hadits ini tidak bisa memenuhi ambisi mereka dalam memotong dan memangkas jenggot karena hadits ini palsu. Kepalsuannya disebabkan oleh dua orang rawi : Yusuf bin Al-Ghariq, dan Sukain bin Abi Siroj. Kedua orang ini adalah pendusta. Karenanya, Al-Albaniy memasukkan hadits ini dalam golongan hadits palsu

Jadi, kalo lo jantan piara jenggot dongs~~!
Sumber dari sini
Baarakallahufiik

Tuesday, 24 July 2012

tentang surat huud ayat 15-16 part 3, rek

Bismillaah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang" yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia"lah apa yang telah mereka kerjakan.” (Huud: 15-16)
Faidah ayat ini

1. Bahwasanya Allah Jalla Wa 'Ala sungguh telah memberi ganjaran kepada orang kafir di dunia atas amalan baiknya dan inilah pencari dunia, maka bersamanya tidak ada sedikitpun di akhirat dari ganjaran amalannya.
2. Bahwasanya syirik (memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah Ta’ala) menjadikan amalannya sia-sia.
3. Mencari dunia dengan melakukan amalan akhirat adalah bathil.
4. Setiap amalan yang tidak dimaksudkan dengannya wajah Allah Azza Wa Jalla, maka amalan itu bathil.
(Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi)
Baarakallahufiikum

Monday, 23 July 2012

antara penyebab dan pelaku, rek

Bismillaah
Masih menanggapi hadits pertama dari Hadits Arbain An Nawawiyah karya Imam An Nawawi rahimahullah dari sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu nihh

Salah satu faedah dalam hadits ini, di mana Jibril bertanya kepada Rasulullah perihal Islam, Iman dan Ihsan, padahal tentunya Jibril lebih mengetahui kan, adalah seorang penyebab dihukumi sama dengan seorang pelaku.

Yap. Bener. Kaidah ini sangat dikenal sekali dalam kaidah fiqih. Dalam hal ini, penyebab (Jibril) dihukumi sama dengan pelaku.

Jadi, misalnya gini nih, seorang pelaku kejahatan yang benar" turun ke lapangan dihukumi hukum potong tangan misalnya. Setelah diselidiki, ternyata di balik pelaku kejahatan ini ada mastermind-nya. Setelah melihat hadits di atas, penyebab kejadian jahat tersebut (si mastermind) dihukumi sama dengan pelaku lapangannya. Potong tangan juga.

Atau gampangannya gini, PT. XYZ berencana bikin gedung di tengah kota. Rencana ini sudah disebarkan dan seluruh kota tau kalo PT. XYZ akan bikin gedung. Pada hari H, direkrutlah pekerja/tenaga lapangan untuk bikin tuh gedung. Beberapa bulan kemudian, gedung itupun berdiri dan publik bilang kalo gedung itu didirikan oleh PT. XYZ. Padahal, direksi PT. XYZ adem ayem aja di kantor dan yang berkeringat pekerja lapangannya....

Insyaallah seperti itu...

Baarakallahufiik...

Sunday, 22 July 2012

quote #24, rek

Seseorang akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan sejenis dengannya
-Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu-

Saturday, 21 July 2012

quote #23, rek

Bila dia (seorang penuntut ilmu) membutuhkan teman, hendaknya memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara', cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, santun dalam bergaul, dan tak suka berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dalam keadaan ingat (kebaikan), teman tersebut mendukungnya. Bila dia butuh bantuan, teman tersebut siap membantunya. Dan bila dia sedang marah, maka teman tersebut menyabarkannya.
-Al Imam Badruddin Ibnu Jama'ah Al Kinani rahimahullah-

Friday, 20 July 2012

kesehatan kalbu, rek

Bismillaah
Perputaran kesehatan akan diperoleh dengan beberapa hal:
1. Dengan hifzhul quwwati (menjaga kekuatan)
2. Dengan himyatu ‘anil mu’dzi (melindungi dari perkara yang bisa menyakiti)
3. Dengan istifraghul mawadil fasidah (menghilangkan unsur" yang rusak)

Apabila ini telah diketahui, maka qalbu membutuhkan kepada perkara yang bisa menjaga kekuatannya, yaitu keimanan dan perbuatan ketaatan. Dan qalbu juga membutuhkan perlindungan dari perkara" yang bisa menyakiti dan membahayakannya, yaitu menjauhkan diri dari dosa" dan maksiat" serta menjauhkan diri dari berbagai penyimpangan. Dan dihilangkan pula dari qalbu segala unsur yang rusak daripadanya, yaitu dengan taubat nashuha dan memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Mengampuni dosa".

Sakitnya qalbu adalah dengan sebuah jenis kerusakan yang menimpanya padanya, sehingga merusak qalbu yakni merusak pandangannya dan keinginannya terhadap al haq (kebenaran). Maka ia tidak bisa melihat kebenaran sebagai kebenaran, atau yang ia lihat berbeda dengan yang sebenarnya, atau ia kurang bisa menangkap al haq (kebenaran), dan rusaklah keinginannya terhadap al haq. Maka ia akan membenci al haq yang sebenarnya bermanfaat atau ia akan mencintai kebathilan yang justru sebenarnya membahayakan atau bahkan keduanya (yakni membenci al haq dan mencintai kebathilan) akan berkumpul padanya. Dan inilah dampak yg paling dominan...

Oleh karena inilah penyakit yang menimpa qalbu terkadang ditafsirkan dengan keraguan dan kebimbangan. Dan terkadang penyakit yang menimpa qalbu ditafsirkan dengan syahwat zina...

Maka jenis penyakit yang menimpa qalbu: Pertama adalah penyakit syubhat (kerancuan dalam agama), Kedua adalah penyakit syahwat (nafsu).

[Disalin dari kitab Ighatsatul Lahafan min Mashaidisy Syaithan, Karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
Baarakallahufiikum

Thursday, 19 July 2012

jawaban untuk jaringan islam liberal part 1, rek

Bismillaah
Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah berkata,

"Jika Al Qur`an dianggap statis, Sunnah statis, demikian juga ucapan para ulama yang telah diakui itu statis, maka orang ini benar" telah buta mata hatinya, sebagaimana dikatakan oleh seorang penya`ir:
Terkadang cahaya matahari diingkari oleh mata karena sakit

Dan segarnya air diingkari oleh mulut karena sakit

Aqidah hanyalah boleh diambil dari nash" Kitab dan Sunnah, bukannya dari pemikiran fulan dan fulan.
[Dipetik dari Kitab Al Ajwibah Al Mufidah`an As`ilatil Manahij Al Jadidah, hal. 91 cet. Pustaka Al Haura`]
Baarakallahufiikum

Wednesday, 18 July 2012

tentang surat huud ayat 15-16 part 2, rek

Bismillaah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang" yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia"lah apa yang telah mereka kerjakan.” (Huud: 15-16)
Penjelasan global
Allah Azza Wa Jalla mengabarkan dalam 2 ayat ini bahwasanya sesiapa yang lemah himmahnya (semangatnya untuk akhirat) dan pendek pandangannya dan menginginkan atas amalan mereka yang shalih ganjaran duniawi, maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membalas mereka atasnya di kehidupan yang hina ini (dunia). Akan tetapi, mereka rugi di hari kiamat yang padahal mereka amat sangat butuh kepada ganjarannya. Bahkan, sesungguhnya dirinya akan dipalingkan ke neraka karena amal mereka yang shalih yang mereka kerjakan sungguh telah diterima ganjarannya di dunia. Maka sia"lah, celaka, dan tidak memperbaiki sebab" untuk keselamatannya (di akhirat).

Baarakallahufiikum

Tuesday, 17 July 2012

hukum yayasan, rek

Bismillah
Pertanyaan:
Bagaimana hukum mendirikan yayasan?

Jawaban:
(oleh Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafidzahullah, mudir Ma'had An Nuur Al Atsary, Ciamis)
Hukum yayasan masuk dalam kategori kaidah, “Al-Wasaail lahaa ahkaamul ghaayah,” yaitu, “Sarana" itu hukumnya tergantung tujuannya.” Jadi yayasan hanyalah sarana, maka jika tujuannya baik hukumnya halal, namun jika tujuannya jelek hukumnya haram.

Demikian pula jika terdapat padanya keharaman seperti membangun cinta (al-wala) dan benci (al-bara) karena yayasan, maksudnya jika Anda pengikut yayasan atau organisasi kami maka Anda teman kami, jika tidak berarti Anda musuh kami maka bentuk yayasan seperti ini haram.

Semoga menjadi pelajaran bagi saya dan pembaca semua
Baarakallahufiikum

Monday, 16 July 2012

nulis basmalah, rek

Bismillaah
Pertanyaan:
Apakah sunnah memulai tulisan dengan "Bismillahirrahmaanirrahiim" termasuk ketika mengetik SMS atau menulis komentar di blog dan sejenisnya (seperti yang ustadz lakukan)?

Jawaban
(oleh Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafidzahullah, mudir Ma'had An Nuur Al Atsary, Ciamis)
Termasuk sunnah berdasarkan keumuman dalil bahwa Al-Qur’an dimulai dengan basmalah dan surat-surat Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam dimulai dengan basmalah. Dan karena tujuan basmalah itu minimal ada dua makna, yaitu tabarruk (mencari berkah) dengan nama Allah Ta’ala dan isti’anah (memohon pertolongan kepada-Nya), ini makna basmalah dalam memulai aktivitas kita.

Semoga menjadi pencerahan bagi saya dan pembaca semuanya yah
Baarakallahufiikum

Sunday, 15 July 2012

quote #22, rek

Jika engkau melihat seorang pemuda di awal pertumbuhannya bersama Ahlus Sunnah wal Jama'ah, maka harapkanlah kebaikannya (di kemudian hari). Jika engkau melihat di awal pertumbuhannya bersama ahlul bid'ah, maka berputusasalah akan kebaikannya (di kemudian hari)
-Al Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah-

Saturday, 14 July 2012

quote #21, rek

Ditanya Imam Ahmad rahimahullah, "Apa pendapatmu tentang orang yang mengkhawatirkan atas dirinya kemunafikan?" Beliau menjawab, "Siapa yang merasa dirinya aman dari kemunafikan?"
-Al Imam Ahmad rahimahullah-

Friday, 13 July 2012

akhlak yang baik, rek

Bismillaah
Apakah itu AKHLAK YANG BAIK?

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, membantu dan menolong.”

Ibnul Mubarak berkata: “Akhlak yang baik adalah: “berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan).”

Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Akhlak yang baik adalah jangan marah dan dengki.”

Al-Imam Muhammad bin Nashr mengatakan: “Sebagian ulama berkata: Akhlak yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang" yang banyak berdosa, memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah tanpa melampaui batas.”

(Iqadhul Himam, hal. 279)
Semoga menjadi pelajaran bagi saya dan pembaca semuanya
Baarakallhufiikum

Thursday, 12 July 2012

perkara-perkara pada kita, rek

Bismillaah
Semua perkara yang disandarkan kepada kita ada empat macam:

Pertama, Sesuatu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat seperti ilmu dan akhlak yang baik, inilah kenikmatan yang hakiki.

Kedua, Sesuatu yang memudharatkan di dunia dan di akhirat, ini merupakan bala' yang hakiki.

Ketiga, Bermanfaat di dunia akan tetapi memudharatkan di akhirat seperti berlezat-lezat dan mengikuti hawa nafsu, ini sesungguhnya bala' bagi orang yang berakal, sekalipun orang jahil menganggapnya nikmat. Seperti seseorang yang sedang lapar lalu menemukan madu yang bercampur racun, apabila tidak mengetahuinya, ia menganggap sebuah nikmat dan jika mengetahuinya dia menganggapnya sebagai malapetaka.

Keempat, Memudharatkan di dunia namun akan bermanfaat di akhirat sebagai nikmat bagi orang yang berakal. Contohnya obat, apabila dirasakan sangat pahit dan pada akhirnya akan menyembuhkan.
(lihat Minhajul Qoshidin hal. 281-282).
Baarakallahufiikum

Wednesday, 11 July 2012

nampilin foto pembantaian, rek

Bismillaah
Pertanyaan:
Dalam beberapa pertemuan ditampilkan luka" yang dialami oleh muslimin di Palestina dan yang selainnya. Di situ ditampilkan foto orang yang terluka dan terbunuh. Dan kadang" mereka menampilkannya dalam bentuk video dengan maksud untuk mendorong kaum muslimin supaya menyumbangkan harta mereka kepada saudaranya. Apakah hal tersebut diperkenankan?

Jawaban:
Perbuatan tersebut tidak diperbolehkan, tidak diperbolehkan menampilkan foto orang yang terluka. Bagaimanapun, kaum muslimin seharusnya diajak bershadaqah untuk saudaranya. Dan mereka hendaknya diberi tahu bahwa saudaranya dalam keadaan buruk (ditindas) yang mana mereka menjadi seperti itu karena ulah Yahudi. Tanpa harus menampilkan foto" dan foto" orang yang terluka.

Perbuatan tersebut tidak diperbolehkan karena terkait penggunaan foto (keharaman gambar makhluk hidup) dan juga hal tersebut merupakan bentuk takalluf (membebani diri sendiri) terhadap hal yang Allah Ta’ala tidak perintahkan. Dan perbuatan tersebut juga menyebabkan melemahnya kekuatan kaum muslimin.

Karena jika kalian menampilkan gambar tersebut kepada orang" tentang foto" kaum muslimin yang telah dimutilasi atau bagian tubuh yang telah terpotong, maka hal seperti itu merupakan bentuk menakut-nakuti kaum muslimin dan menjadikan kaum muslimin gentar terhadap perbuatan musuh-musuh mereka.

Dan seharusnya kaum muslimin tidak menampakkan kelemahannya dan musibah yang menimpanya, serta segala sesuatunya. Sebaliknya, mereka seharusnya menyembunyikan hal" tersebut sampai tidak melemahkan kekuatan kaum muslimin.

Nih lebih lengkapnya jawaban Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah
Dari Muhadharah At-Tauhid Miftaah As-Sa’aadah fii Ad-Dunyaa wal Akhirah, Syaikh Shalih Al-Fauzan. Sebagaimana dalam Kitab Al-Ijaabatu Al-Muhimmah fii Al-Masyaakili Al-Mulimmah (2/105)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 10 July 2012

tentang surat huud ayat 15-16 part 1, rek

Bismillaah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang" yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia"lah apa yang telah mereka kerjakan.” (Huud: 15-16)
Penjelasan per kata:
Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya: Yakni sesiapa yang menginginkan dengan amal shalihnya itu manfaat duniawi, seperti orang yang berjihad dengan tujuan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang).

Niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna: Kami balas atas amalan mereka di dunia yaitu dengan memberikan mereka kesehatan, keluasan rejeki, dan yang selain daripada itu.

Tidak akan dirugikan: Yakni tidak dikurangi sedikitpun pahala mereka dan sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla balas mereka dengannya di dunia bagi siapa yang dikehendaki.

Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia: Yakni dan amalan mereka lenyap, tidak berhak atasnya ganjaran di akhirat karena mereka telah diberikan ganjarannya di dunia.

Dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan: Yakni dan amalan mereka bathil dari asalnya dikarenakan tidak dimaksudkan dengannya wajah Allah Azza Wa Jalla, dan amalan mereka sia" tidak ada ganjaran baginya (di akhirat).

Baarakallahufiikum

Monday, 9 July 2012

tipe ulama, rek

Bismillaah
Ketahuilah, sesungguhnya ada tiga tipe ulama, dari Abi Muslim Al Khaulaani radhiyallahu 'anhu, ia berkata...

Ulama itu ada tiga....
  1. Seorang ulama yang hidup dengan ilmunya, dan manusia hidup dengan ilmunya bersamanya. Dia mengetahui dan dia mengajarkan manusia lainnya dan dia beramal dengan ilmunya
  2. Seorang ulama yang hidup dengan ilmunya dan tidak ada seorangpun yang hidup dengan ilmunya selainnya. Dia tidak mengajarkan manusia. Dia mengetahui dan mengamalkannya saja
  3. Seorang ulama yang hidup dengan ilmunya, dan mencelakai dirinya sendiri (Wal 'iyadzu billah) Dia mengajarkan orang lain, tetapi dia tidak mengamalkan ilmunya...
Semoga bisa menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua yang berkeinginan menjadi orang yang berilmu a.k.a. ulama
Baarakalahufiik

Sunday, 8 July 2012

quote #20, rek

Tidak ada yang takut dari kemunafikan kecuali mukmin, dan tidak ada yang merasa aman darinya kecuali munafik
-Al Hasan Al Bashri rahimahullah-

Saturday, 7 July 2012

quote #19, rek

Aku mendapati tiga puluh orang sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, semuanya mengkhawatirkan kemunafikan atas dirinya
-Ibnu Mulaikah rahimahullah-

Friday, 6 July 2012

angin semriwiiing, rek

Bismillaah
Sungguh nikmat tinggal di Takengon ini. Udaranya bersih. Anginnya pun dingin dan sepoi" pula.

Subhanallah!
Sungguh nyaman rasanya ditiup angin...

Angin adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Sepantasnya seorang mukmin mengambil pelajaran dengan keberadaan angin. Dengan angin, seorang hamba mengetahui betapa agungnya Allah, Dzat yang mengatur angin.

Dalam angin terdapat pelajaran dan nasihat yang sangat berharga serta tanda kekuasaan yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan Sang Pencipta....

“Dan di antara tanda" kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur” [QS Ar Rum: 46]

Baarakallahufiik

Thursday, 5 July 2012

dialog antara ibnu ábbas radhiyallahu 'anhuma dengan kaum khawarij, part 2, rek

Bismillaah
Melanjutkan postingan kemarin, inilah jawaban Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma kepada kaum Khawarij...

Aku menjawab: “Adapun ucapan kalian tadi, bahwa: -dia berhukum kepada manusia dalam memutuskan hukum Allah,- akan aku bacakan kepada kalian sebuah ayat yang akan membantah argumen kalian. Jika argumen kalian telah terpatahkan, apakah kalian akan rujuk?”

Mereka berkata: “Tentu.”

Aku berkata: “Sesungguhnya Allah sendiri telah menyerahkan hukum Nya kepada beberapa orang tentang seperempat dirham harga kelinci, dalam ayat Nya: ‘Hai orang" yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu’ (QS Al Ma’idah: 95). Juga terkait dengan hubungan seorang isteri dengan suaminya: "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki" dan seorang hakim dari keluarga perempuan." (QS An Nisaa’: 35).

Maka aku sumpah kalian dengan nama Allah, manakah yang lebih baik kalau mereka berhukum dengan hukum manusia untuk memperbaiki hubungan antara mereka -Ali dan Mu’awiyah dan pengikutnya masing-masing- dan menghindarkan dari terjadinya pertumpahan darah, ataukah yang lebih utama berhukum pada manusia sekadar urusan harga seekor kelinci atau sekadar urusan kemaluan seorang wanita? Manakah di antara keduanya yang lebih utama?”

Mereka menjawab: “Tentu saja yang pertama.”

Aku berkata: “Adapun alasan kalian bahwa -dia tidak mau menjadikan musuhnya sebagai tawanan dan harta mereka sebagai ghamimah-. Apakah kalian menawan ibu kalian Aisyah?"

Demi Allah, kalau kalian berkata: "Dia bukan ibu kami, berarti kalian telah keluar dari Islam. Demi Allah, kalau kalian berkata: "Kami tetap menawannya dan menghalalkannya untuk digauli seperti wanita lainnya -karena jika demikian ibu kita berstatus budak hukumnya boleh digauli oleh tuannya- berarti kalian telah keluar dari Islam. Maka kalian berada di antara dua kesesatan, karena Allah telah berfirman: "Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang" mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri"nya adalah ibu" mereka." (QS AL Ahzab: 6).

Maka apakah kalian keluar (rujuk) dari kesalahan ini?”

Mereka pun menjawab: “Baiklah.”

Aku berkata: “Adapun alasan kalian bahwa: -dia telah menghapus gelar Amirul Mu’minin dari dirinya.- Aku akan memberi contoh untuk kalian dengan sosok yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pada perjanjian Hudaibiyyah, beliau berdamai dengan kaum musyrikin, yang diwakili Abu Sufyan bin Harb dan Suhail bin Amr. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada Ali: "Tulislah untuk mereka sebuah teks yang berbunyi: "Ini adalah sebuah perjanjian yang disepakati oelh Muhammad Rasulullah." Maka Kaum Musyrikin berkata: "Demi Allah kalau kami mengakuimu sebagai Rasulullah, untuk apa kami memerangimu?!" Maka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata: "Ya Allah, engkau lebih tahu bahwa aku adalah RasulMu. Hapuslah kata ‘RASULULLAH’ ini, wahai Ali.’ Dan tulislah: "Ini yang disepakati oleh Muhammad bin Abdillah."

Maka demi Allah tentu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih mulia dari Ali, tetapi beliau sendiri menghapus gelar (kerasulan) itu dari dirinya pada hari itu.”

Maka Ibnu Abbas berkata : “Maka bertaubatlah 2000 orang dari mereka, dan selebihnya bersikukuh untuk tetap memberontak. Maka merekapun akhirnya dibunuh.”

Subhanallah!
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, semoga Allah meridhainya...

Baarakallahufiik

Wednesday, 4 July 2012

dialog antara ibnu ábbas radhiyallahu 'anhuma dengan kaum khawarij, part 1, rek

Bismillaah
Diriwayatkan oleh Ya’qub al Fasawi dalam kitabnya Al Ma’rifah Wat Tarikh (hal 522-524).

Berikut adalah riwayat yang menjelaskan bagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dapat membuat sekitar 2000 atau 4000 pengikut Khawarij bertaubat setelah mendengar tafsiran dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Mohon maaf bahasan kali ini agak berat.

Bahwa Ibnu Abbas berkata : “Ketika Khawarij memisahkan diri, menempati daerah Ray, saat itu jumlah mereka 6000 orang. Mereka sepakat untuk melakukan pemberontakan kepada pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bersamanya.”

Berkata Ibnu Abbas “Maka ketika itu tak henti"nya kaum muslimin terus berdatangan kepada beliau dan berkata: "Wahai Amirul Mu’minin -yakni Ali- sesungguhnya mereka telah memberontak kepadamu.” Maka Khalifah Ali berkata: “Biarkan mereka dulu yang memerangiku dan aku yakin mereka akan melakukannya.”

Maka pada suatu hari aku -Ibnu Abbas- menemui Ali di waktu shalat Dzuhur dan kukatakan kepadanya: “Wahai Amirul Mu’minin, segerakanlah shalat, karena aku akan mendatangi dan berdialog dengan mereka -Khawarij-.”

Maka Ali berkata: “Aku mengkhawatirkan keselamatan dirimu.”

Aku katakan: “Jangan khawatir, aku seorang yang berbudi baik dan tidak akan menyakiti siapapun.”

Maka beliau mengizinkanku. Kemudian aku memakai kain yang bagus buatan Yaman dan menyisir. Kemudian aku temui mereka di tengah hari. Ternyata aku mendatangi suatu kaum yang belum pernah aku lihat kehebatan mereka dalam beribadah. Dahi mereka menghitam karena banyak sujud. Tangan" mereka kasar seperti lutut onta. Mereka memakai gamis murah dalam keadaan tersingsing. Wajah mereka pucat karena banyak beribadah di waktu malam. Kemudian aku ucapkan salam kepada mereka.

Mereka -Khawarij- berkata : “Selamat datang wahai Ibnu Abbaas, ada apakah kiranya?”

Aku -Ibnu Abbas- berkata: “Aku datang dari sisi kaum Muhajirin dan Anshar serta dari sisi menantu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam -Ali Bin Abi Thalib-. Al Qur’an turun kepada mereka dan mereka lebih tahu tentang tafsirnya daripada kalian”.

Maka sebagian berkata kepada yang lainnya: “Jangan kalian berdebat dengan orang Quraisy, karena Allah telah berfirman: ‘Sebenarnya mereka adalah kaum yang ahli dalam berdebat’ (QS Az Zukhruf: 58).”

Namun, ada dua atau tiga orang dari mereka yang berkata: “Kami akan tetap berdialog dengannya.”

Maka aku -Ibnu Abbas- katakan kepada mereka: “Sampaikanlah alasan apa yang membuat kalian benci kepada menantu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam serta kaum Muhajiirin dan Anshar. Yang kepada merekalah Al Qur’an turun. Tidak ada seorang pun dari mereka yang ikut bersama kelompok kalian. Mereka adalah orang yang lebih tahu tafsir Al Qur’an.”

Mereka berkata: “Ada tiga hal.”

Aku berkata: “Apa itu?”

Mereka berkata: “Pertama, Dia -Ali bin Abi Thalib- berhukum kepada manusia dalam perkara agama Allah, padahal Allah telah berfirman: "Sesungguhnya keputusan hukum hanyalah hak Allah.’ (Q.S. Al An’am: 57, Yusuf: 40, 67). Maka apa gunanya keberadaan orang-orang itu sementara Allah sendiri telah memutuskan hukumnya?!”

Aku berkata : “Ini yang pertama, kemudian apa lagi?”

Mereka berkata: “Kedua, Dia -Ali bin Abi Thalib- telah berperang dan membunuh, tetapi mengapa dia tidak mau menjadikan wanita mereka -kaum yang diperanginya- sebagai tawanan perang dan mengambil hartanya sebagai ghanimah -rampasan perang-? Jika mereka memang masih tergolong kaum mu’minin, maka tidak halal bagi kita untuk memerangi dan menawan mereka.”

Aku berkata: “Apa yang ketiga?”

Mereka berkata: “Ali telah menghapus dari dirinya gelar Amirul Mu’minin -pemimpin kaum mu’min-, maka kalau dia bukan Amirul Mu’minin berarti dia adalah Amirul Kafirin -pemimpin orang" kafir-.”

Aku berkata: “Apakah ada selain ini lagi?”

Mereka menjawab: “Cukup ini saja.”

Bagaimanakah jawaban Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma kepada mereka?
Tunggu postingannya...BESOK!!

Baarakallahufiik

Tuesday, 3 July 2012

tenar dan tidak tenar, rek

Bismillaah
Dahulu, seorang kawan bertanya kepadaku.

Mana yang kau pilih, terkenal atau tidak terkenal (maksudnya pribadinya)? Langsung ane jawab, ya terkenal lah! Jadi terkenal itu kan enak. Urusan jadi mudah kalo punya banyak kenalan.

Alhamdulillah. Semakin ke mari aku mengetahui dampak buruk dari seseorang yang ingin terkenal. Cukuplah nasehat" berikut ini jadi pelajaran untukku dan untuk pembaca semua

Seorang hamba sama sekali tidaklah jujur jika keinginannya hanya ingin mencari ketenaran
-Al Imam Abu Ayub As Sikhtiyani rahimahullah-
Hati"lah dengan ketenaran
-Ibnul Mubarak rahimahullah-

Tidaklah Allah memberikan keikhlasan pada seorang hamba kecuali ia akan suka berada di jubb (penjara bawah tanah) sehingga tidak dikenal siapa"
-Dzun Nuum rahimahullah-

Ah, banyak sekali contoh dari ulama terdahulu yang memilih untuk tidak dikenal umat padahal ilmu yang dimiliki mereka sungguh banyak dan melimpah. Ketenaran hanya berujung pada kesombongan. Itulah mengapa mereka selalu memupuk sifat rendah hati. Hasilnya? Mereka tidak dikenal penduduk dunia, namun penduduk langit selalu menyebut-nyebut namanya. Duhai! Alangkah beruntungnya mereka!

Semoga Allah Ta'ala selalu menjaga kita semua dari mencari-cari KETENARAN
Baarakallahufiikum

Monday, 2 July 2012

enaknya jadi petani, rek

Bismillaah
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhuma dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menemui Ummu Mubasyir Al Anshariyah di kebun kurma miliknya.

Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Siapakah yang menanam pohon kurma ini? Apakah dia seorang Muslim atau kafir?" Dia menjawab, "Seorang Muslim." Maka beliau bersabda, "Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman apapun atau bertani dengan tumbuhan apapun, lalu tanaman tersebut dimakan oleh manusia, atau binatang melata atau sesuatu yang lain, kecuali hal itu akan bernilai sedekah untuknya." (HR. Muslim no. 1552)

Subhanallah!
Di antara rahmat Allah adalah Dia menjanjikan banyak pahala pada berbagai bentuk amalan kebaikan walaupun yang sifatnya rendah di mata kebanyakan manusia....

Allah tidak menjadikan pahala sedekah hanya untuk orang" kaya, akan tetapi juga menyediakan jalan" sedekah bagi mereka yang biasanya miskin, seperti para petani...

Semoga Allah merahmati semua petani Muslim di negeri ini.

Baarakallahufiikum

Sunday, 1 July 2012

quote #18, rek

Pelajarilah niat karena niat lebih sempurna daripada amal.
-Yahya bin Abi Katsir rahimahullah-