Monday, 31 December 2012

kewajiban taat kepada pemerintah, part 4, rek

Bismillaah
Para ulama kita pun demikian adanya. Mereka (dengan latar belakang daerah, pengalaman dan generasi yang berbeda-beda) telah menyampaikan arahan dan bimbingannya yang amat berharga seputar permasalahan ini, sebagaimana berikut:

– Al-Imam Ibnu Baththah Al-Ukbari berkata: “Telah sepakat para ulama ahli fiqh, ilmu, dan ahli ibadah, dan juga dari kalangan ubbad (ahli ibadah) dan zuhhad (orang" zuhud) sejak generasi pertama umat ini hingga masa kita ini: bahwa shalat Jum’at, Idul Fitri dan Idul Adha, hari" Mina dan Arafah, jihad, haji, serta penyembelihan qurban dilakukan bersama penguasa, yang baik ataupun yang jahat.” (Al-Ibanah, hal. 276-281, dinukil dari Qa’idah Mukhtasharah hal. 16)

– Al-Imam Al-Bukhari berkata: “Aku telah bertemu dengan 1.000 orang lebih dari ulama Hijaz (Makkah dan Madinah), Kufah, Bashrah, Wasith, Baghdad, Syam dan Mesir….” Kemudian beliau berkata: “Aku tidak melihat adanya perbedaan di antara mereka tentang perkara berikut ini –beliau lalu menyebutkan sekian perkara, di antaranya kewajiban menaati penguasa (dalam hal yang ma’ruf)–.” (Syarh Ushulil I’tiqad Al-Lalika`i, 1/194-197)

– Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini (riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah di postingan sebelumnya) terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para penguasa dalam perkara" yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari, juz 13, hal. 120)

Sumber : Dari Tulisan Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc di Majalah Asy Syariah berjudul “Shaum Ramadhan dan Hari Raya Bersama Penguasa, Syi’ar Kebersamaan Umat Islam”

Barakallahufiikum

Sunday, 30 December 2012

quote #69, rek

Ketahuilah, sungguh engkau berada pada medan pertempuran, sedangkan waktu itu akan berlalu dengan cepat. Maka janganlah engkau kekal dalam kemalasan. Tidaklah sesuatu itu dapat terluput melainkan karena kemalasan, dan tidaklah seseorang dapat meraih apa yang dicapainya melainkan karena kesungguhan dan tekadnya yang bulat
-Abu Thayyib Al Mutanabbi rahimahullah-

Saturday, 29 December 2012

quote #68, rek

Jika engkau mampu untuk melampaui seluruh ulama dan orang" yang zuhud, maka lakukanlah. karena sesungguhnya mereka adalah lelaki dan engkau pun juga lelaki, dan tidaklah pemalas itu bermalas-malasan melainkan karena rendahnya keinginan dan hinanya cita"nya
-Abu Thayyib Al Mutanabbi rahimahullah-

Friday, 28 December 2012

kewajiban taat kepada pemerintah, part 3, rek

Bismillaah
Para ulama kita pun demikian adanya. Mereka (dengan latar belakang daerah, pengalaman dan generasi yang berbeda-beda) telah menyampaikan arahan dan bimbingannya yang amat berharga seputar permasalahan ini, sebagaimana berikut:

– Shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Urusan kaum muslimin tidaklah stabil tanpa adanya penguasa, yang baik atau yang jahat sekalipun.” Orang" berkata: “Wahai Amirul Mukminin, kalau penguasa yang baik kami bisa menerimanya, lalu bagaimana dengan yang jahat?” Ali bin Abi Thalib berkata: “Sesungguhnya (walaupun) penguasa itu jahat namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetap memerankannya sebagai pengawas keamanan di jalan" dan pemimpin dalam jihad…” (Syu’abul Iman, karya Al-Imam Al-Baihaqi juz 13, hal.187, dinukil dari kitab Mu’amalatul Hukkam, karya Asy-Syaikh Abdus Salam bin Barjas hal. 57)

– Al-Imam Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi berkata: “Adapun kewajiban menaati mereka (penguasa) tetaplah berlaku walaupun mereka berbuat jahat. Karena tidak menaati mereka dalam hal yang ma’ruf akan mengakibatkan kerusakan yang jauh lebih besar dari apa yang ada selama ini. Dan di dalam kesabaran terhadap kejahatan mereka itu terdapat ampunan dari dosa" serta (mendatangkan) pahala yang berlipat.” (Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah hal. 368)

– Al-Imam Al-Barbahari berkata: “Ketahuilah bahwa kejahatan penguasa tidaklah menghapuskan kewajiban (menaati mereka) yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajibkan melalui lisan Nabi-Nya. Kejahatannya akan kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan kebaikan" yang engkau kerjakan bersamanya akan mendapat pahala yang sempurna insya Allah. Yakni kerjakanlah shalat berjamaah, shalat Jum’at dan jihad bersama mereka, dan juga berpartisipasilah bersamanya dalam semua jenis ketaatan (yang dipimpinnya).” (Thabaqat Al-Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la, 2/36, dinukil dari Qa’idah Mukhtasharah, hal. 14)

Barakallahufiikum

Thursday, 27 December 2012

kewajiban taat kepada pemerintah, part 2, rek

Bismillaah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka beliau seringkali mengingatkan umatnya seputar permasalahan ini. Di antaranya dalam hadits" beliau berikut ini:

1. Shahabat ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Wahai Rasulullah, kami tidak bertanya kepadamu tentang ketaatan (terhadap penguasa) yang bertakwa. Yang kami tanyakan adalah ketaatan terhadap penguasa yang berbuat demikian dan demikian (ia sebutkan kejelekan"nya).” Maka Rasulullah bersabda: “Bertakwalah kalian kepada Allah, dengarlah dan taatilah (penguasa tersebut).” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitab As-Sunnah, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah Fitakhrijis Sunnah, 2/494, no. 1064)

2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Akan ada sepeninggalku nanti para imam/penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/jalanku. Dan akan ada di antara para penguasa tersebut orang" yang berhati setan namun berbadan manusia.” Hudzaifah berkata: “Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas olehnya, maka dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia).” (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman, 3/1476, no. 1847)

3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Seburuk-buruk penguasa kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian mencaci mereka dan mereka pun mencaci kalian.” Lalu dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang (memberontak)?” Beliau bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah" kalian. Dan jika kalian melihat mereka mengerjakan perbuatan yang tidak kalian sukai, maka bencilah perbuatannya dan jangan mencabut/meninggalkan ketaatan (darinya).” (HR. Muslim, dari shahabat ‘Auf bin Malik, 3/1481, no. 1855)

Barakallahufiikum

Wednesday, 26 December 2012

kewajiban taat kepada pemerintah, part 1, rek

Bismillaah
Al-Imam Ibnu Baththah Al-Ukbari berkata: “Telah sepakat para ulama ahli fiqh, ilmu, dan ahli ibadah, dan juga dari kalangan ubbad (ahli ibadah) dan zuhhad (orang" zuhud) sejak generasi pertama umat ini hingga masa kita ini: bahwa shalat Jum’at, Idul Fitri dan Idul Adha, hari" Mina dan Arafah, jihad, haji, serta penyembelihan qurban dilakukan bersama penguasa, yang baik ataupun yang jahat.” (Al-Ibanah, hal. 276-281, dinukil dari Qa’idah Mukhtasharah hal. 16)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang" yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan Ulil Amri di antara kalian.” (An-Nisa`: 59)

Al-Imam An-Nawawi berkata: “Yang dimaksud dengan Ulil Amri adalah orang" yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajibkan untuk ditaati dari kalangan para penguasa dan pemimpin umat. Inilah pendapat mayoritas ulama terdahulu dan sekarang dari kalangan ahli tafsir dan fiqih serta yang lainnya.”(Syarh Shahih Muslim, juz 12, hal. 222)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 25 December 2012

perbaikan perkara, rek

Bismillaah
PERHATIKANLAH NASEHAT yang INDAH !

Imam Dzun Nun Al-Mishri (wafat 246H) rahimahullah berkata: "Dulu para 'ulama saling memberi wasiat & menulis surat kepada yang lain dengan 3 PERKARA: Barangsiapa memperbaiki perkara yang ia sembunyikan, maka Allah akan memperbaiki perkara yang ia tampakkan. Barangsiapa memperbaiki hubungan antara dia dan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungan antara dia dan manusia. Barangsiapa memperbaiki urusan akhiratnya, maka Allah akan memperbaiki urusan dunianya"
(As-Siyar 19/141) ('Awaiqu Ath-Tholab karya Syaikh Abdussalam Barjas rahimahullah)

Baarakallahufiikum

Monday, 24 December 2012

semangat berkompetisi, rek

Bismillaah
PERHATIKANLAH NASEHAT !!

“Apabila seorang manusia telah mengetahui walaupun dia telah bersungguh-sungguh dengan kemampuan yang maksimal, bahwasannya kematian itu tetap akan memutuskannya dari amalnya, mestinya dia mengamalkan di dalam kehidupannya ini, apa yang pahalanya bisa terus berlangsung walupun dia telah meninggal. Jika dia memperoleh sesuatu dari dunia, hendaknya dia berupaya untuk mempunyai wakaf, atau dia menanam suatu tanaman yang kemanfaatannya akan terus diambil manusia, atau dia mengairi dari air sungai (membuat pengairan), atau dia berusaha dalam menghasilkan keturunan yang selalu mengingat Allah setelah dia mati, maka itu menjadi pahala baginya, atau dia menulis kitab dalam bidang ilmu, karena karangan seorang ulama adalah anaknya yang kekal abadi.
[Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah dalam Shaidul Khaathir hal. 20]

AYO BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN!
Baarakallahufiikum.

Sunday, 23 December 2012

quote #67, rek

Aku tidak menganggap aib" manusia sebagai kekurangan, seperti kurangnya orang" yang mampu mencapai kesempurnaan
-Abu Thayyib Al Mutanabbi rahimahullah-

Saturday, 22 December 2012

quote #66, rek

Dosa" memiliki banyak efek samping. Salah satu di antaranya adalah dosa" tersebut mencuri ilmu yang telah kau miliki
-Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Friday, 21 December 2012

delapan nasehat berharga, part 2, rek

Bismillaah
Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullah, bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurung waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”
Hatim rahimahullah menjawab: “(Saya telah mempelajari) delapan perkara :

KELIMA : Saya melihat manusia saling mendengki (hasad). Lalu saya memperhatikan Firman Allah Ta’ala, “KAMI telah menentukan antara mereka penghidupan mereka.” [Az-Zukhruf : 32], maka saya pun meninggalkan hasad.


KEENAM : Saya melihat manusia saling bermusuhan. Kemudian saya mencermati Firman Allah Ta'ala, “Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia sebagai musuh.” [Fathir : 6], maka saya pun meninggalkan permusuhan mereka dan saya jadikan syaithan sebagai musuh satu"nya.

KETUJUH : Saya melihat mereka menghinakan diri" mereka dalam mencari rezki. Lalu saya mencermati Firman Allah Ta’ala, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.” [Hud :6], maka saya pun menyibukkan diriku dengan apa" yang merupakan hak Allah terhadapku dan saya tinggalkan apa yang untukku di sisi-NYA.


KEDELAPAN : Saya melihat mereka bergantung (tawakkal) pada peregangan, usaha dan kesehatan badan, maka saya pun bertawakkal hanya kepada ALLAH.

Judul : Nasehat Berharga dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf
Judul Asli : Bahjatul Majâlis Wa Anîsul Muqîm Wal Musâfir Juz II hal 12-13]

Barakallahufiikum

Thursday, 20 December 2012

delapan nasehat berharga, part 1, rek

Bismillaah
Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullah, bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurung waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”
Hatim rahimahullah menjawab: “(Saya telah mempelajari) delapan perkara :

PERTAMA : Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang memiliki kecintaan. Namun, jika ia telah mencapai kuburnya maka kecintaannya akan berpisah darinya. Maka saya pun menjadikan (amalan") kebaikanku sebagai kecintaanku agar ia senantiasa bersamaku di alam kubur.

KEDUA : Saya melihat kepada Firman Allah Ta’ala, “(Dan orang" yang) menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” [An-Naazi’at : 40], maka saya pun bersungguh-sungguh menolak hawa nafsu dari diriku sehingga senantiasa tetap di atas ketaatan kepada Allah Ta’ala.

KETIGA : Saya melihat setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga baginya, pasti ia akan senantiasa menjaganya. Kemudian saya memperhatikan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Apa yang di sisimu akan sirna, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl : 96], maka setiap kali saya memiliki sesuatu yang berharga, pasti saya hadapkan kepada-NYA agar ia kekal untukku di sisi-NYA.

KEEMPAT : Saya melihat manusia kembali kepada harta, kedudukan dan kehormatan, sedangkan itu tidak (berarti) sedikit pun. Kemudian saya mencermati Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian.” [Al-Hujurat :13] maka saya pun beramal dengan ketakwaan agar saya menjadi mulia di sisi-Nya.

Baarakallahufiikum

Wednesday, 19 December 2012

cinta dan benci, rek

Bismillaah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

Setiap orang mukmin wajib kita berikan wala’ (kecintaan), walaupun dia berlaku aniaya dan dhalim kepadamu. Dan setiap orang kafir wajib dimusuhi, walaupun memberi manfaat dan berbuat baik kepadamu. Allah mengutus utusan dan menurunkan Al Quran agar agama (yang dipeluk) hanya agama milik Allah saja. Seharusnya hanya mencintai para kekasihNya dan menghinakan para musuhNya serta pahala hanya untuk para kekasihNya dan siksaan untuk para musuhNya.

Baarakallahufiikum

Tuesday, 18 December 2012

senantiasa diawasi, rek

Bismillaah
Salah satu faidah dari banyaknya fawaid Kajian Tafsir oleh Syaikh Ash Shumali.. Seorang mu'min yang selalu muraqabatullah (senantiasa merasa diawasi oleh Allah) akan selalu merasa lapang, karena dalam setiap kondisi, di mana pun dia berada, tindak tanduknya akan sesuai dengan perintah agama.

Berbeda dengan orang yang tidak punya muraqabatullah, dia akan LELAH BERSANDIWARA, berlagak alim di hadapan manusia padahal pada hakikatnya dia sungguh jauh dari sifat yang dia tampakkan. Semoga Allah anugerahkan kita sifat al muraqabah, sebagaimana yang diperintahkan di dalam hadits.. "Ittaqillaha haitsuma kunta.. Bertakwalah engkau di mana pun engkau berada.."

Baarakallahufiikum

Monday, 17 December 2012

enggan shalat berjamaah, rek

Bismillaah
Kalau ada seseorang pegawai yang bekerja di sebuah kantor di Jakarta Pusat. Taruhlah dia pegawai baru punya gaji dua juta rupiah perbulan. Kemudian atasannya bilang, "Mau tidak Anda kalau saya mutasi ke kantor cabang Depok, tapi gaji Anda dinaikkan lima kali lipat menjadi sepuluh juta?"

Tentu kita akan merasa heran kalau pegawai tersebut menolak tawaran yang menggiurkan ini. Bagaimana tidak? Mutasi ke tempat yang tidak terlalu jauh, tapi gaji dilipatgandakan lima kali lipat menjadi sepuluh juta.

Nah sekarang coba kita analogikan dengan shalat. Banyak orang yang enggan untuk shalat berjama'ah di masjid. Mereka lebih senang shalat sendiri" di rumah masing". Padahal pahala yang dijanjikan bagi orang yang shalat berjama'ah itu tidak sekedar lima kali lipat, bukan juga sepuluh kali lipat, tapi DUA PULUH TUJUH kali lipat.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Shalat berjamaah adalah lebih utama dari shalat al fadz –yaitu shalat sendirian- dengan kelebihan DUA PULUH TUJUH derajat." (Muttafaq 'alaih dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma)
Baarakallahufiikum

Sunday, 16 December 2012

quote #65, rek

Dahulu aku membuka lembaran-lembaran kitab di hadapan Al-Imam Malik dengan perlahan-lahan agar tidak terdengar oleh beliau, karena rasa hormatku pada beliau yang sangat tinggi
-Imam Asy Syafi'i rahimahullah-

Saturday, 15 December 2012

quote #64, rek

Jika sebuah dakwah sudah tergiur dengan gemerlap dunia atau seorang dai sudah lebih memilih kesenangan dunia ketimbang yang lain, ketahuilah, ini adalah tanda dari tanda" penyimpangan

-Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah-

Friday, 14 December 2012

kultum shalat tarawih, rek

Bismillaah
Pada sebagian umat Islam, sebelum/setelah tarawih pasti ada kultum. Apa ada contoh dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam? Apa itu bid’ah?

Jawaban :
Namanya kultum atau nasihat, kapan saja boleh. Setelah tarawih, sebelum tarawih, atau sebelum salat witir, semua boleh. Kita memberikan nasihat ketika berkumpulnya mereka, tetapi jangan dianggap bahwa itu sesuatu yang wajib atau sesuatu yang syari’at harus begitu. Tidak diperintahkan pada waktu tertentu setelah tarawih.

Tidak diperintahkan pada waktu tertentu sebelum tarawih. Tidak diperintahkan pada waktu tertentu sebelum witir. Itu sekedar nasihat yang kapan saja boleh sehingga jangan sampai diyakini bahwa itu adalah sesuatu yang disyariatkan harus begitu. Kalau khawatir dikira oleh masyarakat bahwa itu adalah sesuatu yang wajib (sesuatu syariat) maka sesekali diliburkan.

Jika ada yang bertanya, “Kok nggak ada kultum?”
Maka dijawab, “Iya, libur.”
Jika tanya lagi, “Kok bisa libur?”
Dijawab, “Ya karena memang tidak diwajibkan dan tidak ada perintah harus begitu.”

Atau diganti sesekali ba’da tarawih, sesekali sebelum tarawih, sesekali setelah shalat tarawih sebelum witir, setelah kultum baru witir. Silakan. Na’am, wallahu ta’ala a’lam.

(Ustadz Muhammad 'Umar as Sewed)
Baarakallahufiikum

Thursday, 13 December 2012

duduk sambil memeluk lutut ketika khutbah Jumat, rek

Bismillaah
Ustadz, adakah larangan duduk sambil memeluk lutut ketika khatib berkhatbah jumat?

JAWAB:
Memang ada larangan tentang hibwah (duduk sambil memeluk lutut atau dengan menahan kedua lutut dengan kain), dalam hadits Mu’adz bin Anas riwayat Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Baihaqy.
Hanya saja terdapat dalam sanadnya rawi yang bernama Abu Marhum Abdurrahman bin Maimun. Ada silang pendapat di kalangan ulama tentang rawi ini, saya lebih condong kepada pendapat yang melemahkannya. Sebagaimana dalam Nailul Authar, Al-Iraqy rahimahullah menyebutkan bahwa kebanyakan ulama memandang hibwah adalah hal yang diperbolehkan dan Al-Iraqy juga menyebutkan bahwa hadits" tentang larangan hibwah semuanya lemah.

Ibnul Mundzir dalam Al-Ausath juga menyebutkan dari kebanyakan ulama dari kalangan shahabat dan selainnya. Andaikata hadits larangan hibwah adalah shahih, maknanya diarahkan apabila hibwah tersebut akan menyingkap aurat atau membawa rasa kantuk atau lebih memudahkan untuk keluar angin. Wallahu a’lam.

(Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi)
Baarakallahufiikum

Wednesday, 12 December 2012

larangan puasa di hari" tertentu, rek

Bismillaah
Ana mau bertanya mengenai larangan puasa di hari" tertentu seperti Jum'at atau Sabtu atau Minggu. Bolehkah membayar hutang puasa Ramadhan pada hari" tersebut? Jazaakumullah khoiron.

JAWAB:
Untuk hari Jum’at, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang puasa hari Jum’at kecuali telah puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhary dan Muslim. Untuk hari Sabtu, tidak ada larangan puasa padanya kecuali dalam hadits" lemah. Untuk hari Ahad, saya tidak mengetahui larangan berpuasa pada hari Ahad. Namun perlu diingat bahwa mengqadha puasa Ramadhan boleh pada seluruh (hari) berdasarkan keumuman ayat Al-Baqarah.

(Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi)
Baarakallahufiikum

Tuesday, 11 December 2012

mengkoleksi boneka hewan, rek

Bismillaah
Bagaimana hukumnya memajang dan mengkoleksi boneka (berbentuk) hewan"? Terlebih yang berbentuk anjing dan babi.

JAWAB:
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hanya memperbolehkan mainan berbentuk/bergambar hanya untuk anak perempuan saja.

Mainan tersebut terbagi dua
1.Bentuknya hanya menggandung keserupaan dengan makhluk bernyawa tapi tidak sama. Hal yang seperti ini Insya Allah tidak masalah.
2. Memiliki bentuk yang sama dengan makhluk bernyawa, terkadang pada sebagian mainan itu memiliki gerakan dan suara. Hal yang seperti ini sebaiknya ditinggalkan karena masuk ke dalam keumuman hadits" yang melarang gambar makhluk bernyawa.

Tidak diperbolehkan pada mainan tersebut berupa hewan yang diharamkan seperti anjing dan babi. Juga tidak diperbolehkan memajang mainan" tersebut di tempat terbuka sebagai hiasan, bahkan setelah penggunaan mainan" itu disimpan pada tempat yang tidak menampakkannya.

(Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi)
Baarakallahufiikum

Monday, 10 December 2012

mata yang berjaga di jalan Allah, rek

Bismillaah
Apa maksud "mata yg berjaga" di jalan Allah" dalam hadits:
“Ada tiga (orang) yang mata" mereka tidak akan melihat neraka pada hari kiamat: mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang berjaga-jaga di jalan Allah, dan mata yang menundukkan pandangan dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah.” (Dishahihkan oleh Al-Albany rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 2673 dari sejumlah shahabat).

JAWAB:
Mata yang berjaga-jaga di jalan Allah maksudnya adalah orang yang berada di daerah perbatasan kaum muslimin yang dikhawatirkan dari serangan musuh, kemudian seorang muslim (tidak hidup untuk) menjaga keamanan kaum muslimin.

(Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)
Baarakallahufiikum

Sunday, 9 December 2012

quote #63, rek

Janganlah engkau melihat kepada kecilnya dosa, tetapi lihatlah terhadap siapa engkau bermaksiat

-Bilal bin Sa'd rahimahullah-

Saturday, 8 December 2012

quote #62, rek

Barangsiapa yang menginginkan akhirat, berarti dia akan mengalami kesulitan di dunia. Barangsiapa menghendaki dunia, maka dia akan mengalami kesulitan di akhirat. Wahai sekalian manusia, bersusah payahlah kalian dengan sesuatu yang musnah untuk kebahagiaan yang kekal

-Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu-

Friday, 7 December 2012

mengusap muka setelah berdoa, rek

Bismillaah
Apa ada sunnahnya sehabis berdo'a kita m'usap muka?

JAWAB:
Hadits" yang menjelaskan tentang mengusap muka setelah berdoa semuanya adalah hadits yang lemah yang tidak bisa menjadi sandaran.

(Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)
Baarakallahufiikum

Thursday, 6 December 2012

hadiah dan sedekah, rek

Bismillaah
Apakah hadiah sama dengan sedekah? Kalau berbeda apa yang membedakannya?

JAWAB:
Sedekah dan hadiah sama dari sisi keduanya adalah pemberian cuma-cuma, hanya saja sedekah diberikan untuk mencari akhirat dan hadiah diberikan sebagai pemuliaan untuk orang yang diberi. Perbedaan lain, bahwa sedekah adalah untuk memberi manfaat kepada orang yang diberi sedekah, sedangkan hadiah belum tentu memberi manfaat kepada penerima hadiah, bahkan kadang untuk menyambung hubungan dengannya.

(Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)
Baarakallahufiikum

Wednesday, 5 December 2012

dipaksa jima' di bulan Ramadhan, rek

Bismillaah
Apabila seorang suami memaksa istrinya untuk berjima' pada siang hari di bulan Ramadhan dalam keadaan keduanya menjalankan puasa dan keduanya tidak mampu untuk memerdekakan budak atau menjalankan puasa denda 2 bulan berturut-turut karena kesibukannya dalam mencari nafkah, apakah cukup baginya memberi makan pada ai miskin? Berapa kadar/jumlahnya?

Jawab :
Apabila seorang suami memaksa istrinya untuk berjima' pada siang hari di bulan Ramadhan dalam keadaan keduanya menjalankan puasa maka puasa seorang istri tersebut sah dan tidak diwajibkan atasnya membayar kaffarah/denda. Sedangkan suaminya, wajib baginya mengqadla' puasanya dan membayar kaffarah/denda apabila terjadi hal yang demikian. Kaffarah/dendanya yaitu memerdekakan budak, apabila tidak ada maka wajib menjalankan puasa 2 bulan berturut-turut, apabila tidak mampu maka memberi makan kepada 60 orang miskin berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu' anhu yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim. (Syaikh Ibnu 'Utsaimin).
(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Fatawa As Shiyam Syaikh bin Baz dan Syaikh Utasimin, Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin, Ijabatus Sail Syaikh Muqbil bin Hadi)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 4 December 2012

menghentikan sahur saat adzan shubuh berkumandang, rek

Bismillaah
Apakah kita wajib menghentikan sahur saat adzan subuh berkumandang, ataukah kita diperbolehkan makan dan minum sampai muadzin selesai dari adzannya?

Jawab:
Jika sang muadzin diketahui, bahwa ia tidak mengumandangkan adzan kecuali karena datangnya waktu subuh, maka di saat itu kita wajib menghentikan makan minum dan segala pembatal puasa, sejak ia mulai beradzan. Tetapi jika adzan itu berdasar pada dugaan dan terkaan, maka tidak mengapa jika terus makan dan minum saat adzan berlangsung. Ini berdasarkan hadits nabi yang berbunyi,
“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam. Maka, makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum beradzan.” Sang perawi berkata di akhir hadits ini,

“Dan adalah Abdullah bin Ummi Maktum seorang lelaki yang buta, ia tidak beradzan sampai dikatakan padanya, “Telah datang waktu subuh, telah datang waktu subuh”.” (Muttafaq alaih)
Tapi yang lebih selamat bagi seorang mukmin dan mukminah, adalah menyelesaikan sahur sebelum datang fajar, karena Rasulullah bersabda,
Tinggalkan hal" yang meragukan dan ambillah yang tidak meragukan.”
Juga sabdanya,
“Barangsiapa menjauhi barang" syubhat, maka ia telah terbebas dari tuduhan dalam agama dan kehormatannya.
Adapun, jika kita tahu bahwa sang muadzin beradzan di waktu malam untuk memperingatkan manusia dengan dekatnya waktu subuh, seperti yang dikerjakan Bilal, maka tidak masalah jika kita memakan atau meminum sampai para muadzin mengumandangkan adzan subuh.
[Dipetik daripada 28 Fatwa"a Puasa, Al Imam ‘Abdul ‘Aziz Bin Baz]

Baarakallahufiikum

Monday, 3 December 2012

hukum suntik bagi yang puasa, rek

Bismillaah
Apa hukumnya suntik pada siang bulan Ramadhan bagi orang yang menjalankan puasa ?

Jawab :
Berobat dengan suntik bagi orang yang menjalankan puasa ada dua macam :

1. Suntik yang di dalamnya terdapat zat pengganti kekuatan badan, makan dan minum maka batal puasanya karena sesungguhnya nash" syar'i menjelaskan apabila didapatkan makna yang demikian (keadaan suntik yang didalamnya terdapat zat pengganti kekuatan badan, makan dan minum), maka hukum puasanya batal.

2. Suntik yang di dalamnya tidak terdapat zat pengganti kekuatan badan, makan dan minum maka sah puasanya karena tidak ada makna yang dimaksud secara syar'i. Maka sah puasanya sampai didapatkan perkara" yang bisa menyebabkan rusak/batalnya puasa dengan sebab perbuatannya tersebut secara syar'i. (Syaikh Ibnu 'Utsaimin).
(Di terjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Fatawa As Shiyam Syaikh bin Baz dan Syaikh Utasimin, Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin, Ijabatus Sail Syaikh Muqbil bin Hadi )

Baarakallahufiikum

Sunday, 2 December 2012

quote #61, rek

Musibah" itu menghapuskan kejelekan", akan tetapi pahala hanya akan didapatkan jika seseorang bersabar atas musibah tersebut, dan kesabaran ini hukumnya wajib. Karena seseorang hanya akan diberikan pahala atas perbuatan yang dia kerjakan atas kehendaknya sendiri

-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah-

Saturday, 1 December 2012

quote #60, rek

Tidaklah seseorang memunculkan suatu ilmu (yang baru) sedikitpun kecuali dia akan ditanya tentangnya pada hari Kiamat. Bila ilmunya sesuai dengan sunnah maka dia akan selamat dan bila tidak maka tidak

-Sahl bin ‘Abdillah At-Tasturi rahimahullah-

Friday, 30 November 2012

jenis-jenis dai, rek

Bismillaah
Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “…Dikarenakan dai yang menyeru kepada Allah dibagi dua macam:

Pertama : Dai Illallah (yang menyeru/mengajak kepada Allah). Dai illallah Ta’ala, seseorang yang ikhlas yang ingin menghubungkan (mengajak) manusia kepada Allah Ta’ala.

Kedua : Dai yang mengajak kepada selain-Nya

Dai ini dibagi menjadi dua :

Dai yang mengajak kepada dirinya dan kepada pemikirannya yang menyimpang dan
Dai yang mengajak kepada al-haq (kebenaran) akan tetapi dengan tujuan agar dirinya diagungkan dan dihormati manusia.
(Al-Qaulul Mufiid ‘Ala Kitab At-Tauhid, Muhammad Shalih Al-Utsaimin : 84, dengan sedikit perubahan)

Baarakallahufiikum

Thursday, 29 November 2012

hukum gambar, part 2, rek

Bismillaah
Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.”
( HR. At-Tirmidzi no. 1749, kitab Al-Libas ‘An Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bab Ma Ja`a fish Shurah. Dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Hukmu Tashwir, hal. 17)

Baarakallahufiikum

Wednesday, 28 November 2012

hukum gambar, part 1, rek

Bismillaah
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam datang dari safar (bepergian jauh) sementara saat itu aku telah menutupi sahwahku dengan qiram (kain tipis berwarna-warni) yang berlukis/bergambar. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melihatnya, beliau menyentakkannya hingga terlepas dari tempatnya seraya berkata:
“Manusia yang paling keras siksaan yang diterimanya pada hari kiamat nanti adalah mereka yang menandingi (membuat sesuatu yang menyerupai) ciptaan Allah.”
Kata 'Aisyah: “Maka kami pun memotong-motong qiram tersebut untuk dijadikan satu atau dua bantal.”
(HR. Al-Bukhari no. 5954, kitab Al-Libas, bab Ma Wuthi’a minat Tashawir dan Muslim no. 5494, kitab Al-Libas waz Zinah, bab Tahrimu Tashwiri Shuratil Hayawan)

Baarakallahufiikum

Tuesday, 27 November 2012

hukum shalat tarawih, rek

Bismillaah
Hukum shalat tarawih adalah mustahab (sunnah), sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan tentang sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
"Barangsiapa menegakkan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah Ta’ala, niscaya diampuni dosa yang telah lalu." (Muttafaqun ‘alaih)
"Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah shalat tarawih dan ulama telah bersepakat bahwa shalat tarawih hukumnya mustahab (sunnah)." (Syarah Shahih Muslim, 6/282). Dan beliau menyatakan pula tentang kesepakatan para ulama tentang sunnahnya hukum shalat tarawih ini dalam Syarah Shahih Muslim (5/140) dan Al-Majmu’ (3/526).

Ketika Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menafsirkan qiyamu Ramadhan dengan shalat tarawih maka Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah memperjelas kembali tentang hal tersebut:

"Maksudnya bahwa qiyamu Ramadhan dapat diperoleh dengan melaksanakan shalat tarawih dan bukanlah yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan hanya diperoleh dengan melaksanakan shalat tarawih saja (dan meniadakan amalan lainnya)." (Fathul Bari, 4/295)

Baarakallahufiikum

Monday, 26 November 2012

rusak, rek

Bismillaah

Kalau sesuatu sudah pecah/rusak, maka ilmu agama bisa memperbaikinya, namun jika agama sudah rusak, maka tidak ada yang bisa memperbaikinya...

Banyak sebagian manusia yang parasnya mungkin kurang di mata kita, namun dengan ilmu agama yang dimiliki justru kekurangannya bisa tertutupi bahkan menjadi istimewa

Baarakallahufiikum

Sunday, 25 November 2012

quote #59, rek

Membicarakan ahli bid’ah bukan termasuk perbuatan ghibah

-Sufyan bin Uyainah rahimahullah-

Saturday, 24 November 2012

quote #58, rek

Tidaklah tsabit (kuat) keislaman seseorang kecuali dengan menerima dan berserah diri (kepada kitab dan sunnah) dengan sepenuh hati

-Imam Ath Thahawi rahimahullah-

Friday, 23 November 2012

takut menikah karena sudah tidak perawan, rek

Bismillaah
Oleh: Al Ustadz Abu Muawiyah Hammad hafizhahullah

Tanya:
Bismillaah. Bagaimana dengan seorang akhwat yang tidak mau nikah karena takut tidak perawan lagi? Tolong nasehatnya.

Jawab:
Sebenarnya masalah ini cukup sederhana. Jika memang dia khawatir tidak perawan lagi, maka dia tinggal memeriksakan diri kepada ahlinya. Jika hasilnya dia masih perawan, maka masalahnya sudah tidak ada. Tapi jika dia terbukti bukan perawan lagi maka tentunya dia sendiri mengetahui apa sebabnya.

Jika ketidakperawanan itu terjadi karena keterpaksaan dia -misalnya pemerkosaan- maka hal itu tidaklah menghalanginya untuk menikah dengan pria yang baik, dengan syarat dia mengabarkan keadaan dirinya kepada calon suaminya. Jika tidak, maka itu sama saja dia telah menipu seorang muslim.

Jika ketidakperawanan itu terjadi karena keinginan sendiri -misalnya (maaf) perzinaan- maka dia tidak boleh menikah dengan pria muslim yang baik kecuali dengan dua syarat:
1. Dia telah bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan taubat yang nasuha.
2. Dia telah lepas dari iddah (masa tunggu). Jika dia positif hamil maka iddahnya hingga dia melahirkan. Jika tidak, maka iddahnya adalah sekali haid untuk menyatakan kosongnya rahim dari janin.

Bagaimanapun juga, pernikahan adalah sunnah para nabi dan rasul. Tidak sepantasnya seorang muslim terlebih lagi seorang muslimah untuk meninggalkannya hanya karena alasan diatas. Karena sebagaimana yang terlihat di atas, Islam selalu membawakan jalan keluar bagi mereka yang jujur ingin menjalankan syariatnya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: Majalah Akhwat Shalihah, vol. 8/1432/2010, hal. 87-88.


Baarakallahufiikum

Thursday, 22 November 2012

binatang yang diharamkan, rek

Bismillaah
Ada banyak faedah yang didapatkan ketika blogwalking. Salah satunya ya ilmu dalam gambar di bawah inih

Baarakallahufiikum

Wednesday, 21 November 2012

cacing, rek

Bismillaah
PERNAHKAH KITA BERFIKIR SEJENAK ?

Apakah yang akan diperbuat cacing terhadap wajah yang selama ini kita jaga kebersihannya?
Apakah yang akan diperbuat cacing terhadap isi perut kita?
Apakah yang akan diperbuat cacing di liang lahat?

Ketika tubuh kita telah ditanam di dalam bumi...
Cacing" itu berpesta pora menyantap daging kita setelah membusuknya...

Dan kita semua sedang menuju pertemuan dengan cacing"

Baarakallahufiikum

Tuesday, 20 November 2012

nasehat imam syafi'i kepada muridnya, part 2, rek

Bismillaah

Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata percaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harapan adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai pakaianmu, shadaqah sebagai pelindungmu dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tenang sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur`ân sebagai juru bicaramu dengan kejelasan dan jadikanlah Allah sebagai Penyejukmu. Siapa yang sifatnya seperti ini, maka surga adalah tempat tinggalnya

Baarakallahufiikum

Monday, 19 November 2012

nasehat imam syafi'i kepada muridnya, part 1, rek

Bismillaah

Bertakwalah kepada Allah, permisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu dan jangan lupa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah apa" yang Dia haramkan, laksanakanlah segala yang Dia wajibkan, dan hendaknya engkau bersama Allah dimanapun engkau berada. Jangan sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah terhadapmu -walaupun nikmat itu sedikit- dan balaslah dengan bersyukur. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang menzholimimu, sambunglah orang yang memutus silaturahmi kepadamu, berbuat baiklah kepada siapa yang berbuat jelek kepadamu, bersabarlah terhadap segala musibah dan berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketakwaan

Baarakallahufiikum

Sunday, 18 November 2012

quote #57, rek

Sesungguhnya ilmu itu bukanlah karena banyaknya riwayat dan kitab, sesungguhnya 'Alim (ulama) itu adalah siapa yang mengikuti ilmu dan sunnah walaupun sedikit ilmu dan kitabnya dan siapa yang menyelisihi kitab dan sunnah maka dia adalah ahlul bid'ah walaupun banyak ilmu dan kitabnya.

-Imam Al Barbahari rahimahullah-

Saturday, 17 November 2012

quote #56, rek

Empat perkara yang jika ada ada pada diri seseorang niscaya Allah Azza Wa Jalla akan menjaganya dari setan dan mengharamkannya dari api neraka, yaitu siapa saja yang bisa menguasai diri tatkala didera oleh keinginan, rasa takut, nafsu, syahwat, dan kemarahan.
-Al Hasan Al Bashri rahimahullah-

Friday, 16 November 2012

meninggalkan penyimpangan dan ketergelinciran ulama, part 2, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

“Sudah dimaklumi bahwa seseorang yang besar dalam hal ilmu dan agama dari kalangan para sahabat, para tabi’in, dan generasi setelah mereka sampai hari kiamat, baik dari kalangan ahlul bait atau selainnya, kadang" memiliki ijtihad yang didasari oleh prasangka semata. Hal itu tidak selayaknya untuk diikuti walaupun dia termasuk wali Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bertakwa.

Ketika terjadi hal seperti ini, akan menjadi ujian bagi dua golongan:

1. Yang mengagungkan akan berusaha membenarkan hal itu dan mengikutinya.

2. Yang mencela menjadikan kesalahan itu sebagai alasan yang mencacati kewalian dan ketakwaannya.

Bahkan, menurut mereka, bisa jadi kebaikan dan keberadaannya sebagai calon penghuni surga juga batal. Mereka menganggap bahwa imannya telah rusak sehingga keluar dari agama. Kedua golongan ini sesat karena keliru dalam bersikap.”

(Minhajus Sunnah, 4/543)

Baarakallahufiikum

Thursday, 15 November 2012

meninggalkan penyimpangan dan ketergelinciran ulama, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Yang dikhawatirkan adalah bahwa ketergelinciran orang yang berilmu itu akan diikuti. Jika bukan karena taklid, ketergelincirannya tidak perlu dikhawatirkan berpengaruh terhadap orang lain (pengikutnya). Oleh karena itu, apabila sudah diketahui kesalahannya, ia tidak boleh diikuti dalam hal tersebut menurut KESEPAKATAN (IJMA') kaum muslimin. Mengikuti ketergelinciran tersebut berarti mengikuti kesalahannya dengan sengaja.” (I’lamul Muwaqqi’in, 2/192)

Baarakallahufiikum

Wednesday, 14 November 2012

ghibah yang diperbolehkan, part 6, rek

Bismillaah

Keenam: mengenalkan
Jika seseorang dikenal dengan julukannya seperti “si juling”, “si pincang”, “si tuli”, atau “si buta” dan lain", maka boleh mengenalkan orang tersebut dengan julukan"nya. Namun tidak boleh menyebutkannya dengan maksud mengejek dan merendahkannya. Kalau memungkinkan untuk dikenalkan dengan selain itu, maka hal tersebut lebih baik.

Baarakallahufiikum

Tuesday, 13 November 2012

ghibah yang diperbolehkan, part 5, rek

Bismillaah

Kelima: orang yang terang"an dalam berbuat kefasikan atau kebid’ahan
Seperti dia terang"an minum khamr, pemeras manusia, pencatut, merampas harta manusia dengan dhalim, melakukan perkara" yang bathil. Dalam hal ini boleh disebutkan kejelekan yang ia lakukan secara terang"an tersebut, namun diharamkan menyebutkan aib" lainnya, kecuali kalau ada alasan lain yang membolehkannya seperti yang telah disebutkan di muka.

Baarakallahufiikum