Friday, 30 September 2011

budaya antre, rek

jadi ceritanya, alat transportasi yang saya gunakan selama berada di Takengon adalah sepeda onthel. Err...lebih tepatnya sepeda gunung sih.

Mengapa pilih sepeda onthel?
Well, alasan gampangnya sih karena harga motor ituh MAHAL dan harga maketin motor dari Surabaya itu JUGA MAHAL. Selain itu, waktu saya datang pertama kali ke Takengon, salah satu first impression saya adalah "Oh....kota ini ternyata cuman punya satu pom bensin" (belakangan, saya menemukan dua pom bensin lain yang letaknya jauhhhhhhh (tapi masih satu kota, walau beda kecamatan))

Kesimpulannya, tanpa tedeng aling", dua minggu setelah pindah, sayah langsung beli sepeda gunung. Overall, saya menikmati bersepeda di Takengon. Pemandangan di kanan kiri jalan masih asri. Hawanya sejuk. Banyak lokasi downhill (yang tentunya dimulai dari uphill yang membuat napas senen-kemis) Banyak gadis bening juga (lho?) Etapi, beneran deh. Nyenengin banget bersepeda di Takengon!

Nah, keinginan untuk punya sepeda motor di sini jadi rada memudar setelah kejadian siang ini. Jadih, waktu saya lagi antre untuk ngisiin bensin si motor dinas, sayah DISEROBOT aja gituh! Keadaannya emang crowded banget sih. Maklum, bensin itu salah satu barang langka di sini (selain McD dan Blenger Burger tentunya) Jadi, sewaktu ada bensin, masyarakat Takengon menyerbunya. Mulai dari masyarakat biasa sampe pedagang bensin eceran (ini nih yang aneh. Udah tau ilegal gak ditindak-tindak juga ama pemerintah setempat) tumplek blek di sana. Seperti keadaan siang itu

gile ye? Orang yang nyerobot saya gak berasa aja gituh. Sesaat, saya langsung menggeneralisasi sifat orang Takengon saat di pom bensin.

Ya. Saya salah, saya akuin. Mungkin saya kudu sering" antre di pom bensin untuk lebih mengetahui nature mereka.

....TAPI JANGAN SEROBOT SAYA LAGI YA!!

gambar diambil dari sini

Thursday, 29 September 2011

absen sore, rek

jadi ceritanya, di Kementerian Keuangan itu ada anekdot

"Kamu dapat gaji karena punya NIP. Kamu dapat TKPKN itu karena absen"

di Kementerian Keuangan itu sanksi karena telat, pulang sebelum waktu dan lupa absen sungguh sadis. Dasar perhitungannya bukanlah gaji. Melainkan TKPKN. Tunjangan Khusus Pengelolaan Keuangan Negara. TKPKN, atau lebih terkenal dengan sebutan TC ini, besarnya bervariasi. Jauh lebih gede dari gaji pokoknya. Inilah reward yang diberikan negara kepada pegawai Kementerian Keuangan agar mereka ninggalin perbuatan jahiliyah macam korupsi.

kembali ke handkey,
bulan lalu, aku pernah lupa absen pulang. Terancam kena potongan 5%, Kepala Subbag Umummku pun memberikan daftar absensi manual kepadaku. Mungkin ini sebagai peringatan sekaligus toleransi agar diriku tidak lupa absen pulang. "Ah, masih muda ini. Pengalaman bekerjanya masih sangat lamah", mungkin begitu beliau pikir.

as on me, aku malu dong. Gile aja. Tiap hari nongkrongin kantor tapi bisa"nya sampe lupa absen pulang. Jiahh, mo taruh mana mukaku coba? Sejak saat itu, setiap kali absen handkey, aku menaruh telapak tanganku di mesin handkey lebih dari sekali. Suapaya aman gituh

hari demi hari berlalu....

ndilalah, Kepala Subbagian Umum menghampiriku hari ini karena aku lupa absen pulang tanggal 23 Agustus.

padahal diriku sudah absen lebih dari sekali dalam satu kali waktu. ANE KUDU GIMANAAA?!?!?!?!?


Wednesday, 28 September 2011

yang pertama, rek

Dulu, sekitar setahun yang lalu, aku pernah punya blog. Alamatnya pun masih aku ingat jelas. www.deadyblog.com. Hahaha. Iseng" aku beli domain .com yang paling murah di salah satu operator hosting di internet. Sebagai gaya"an aja sebenarnya. Yah...waktu itu egoku dipenuhi oleh semangat ngeblog sih. Jadi, kalo gak punya domain sendiri itu rasanya gimanaaaaa gituh.

Dulu, aku terkenal di dunia maya sebagai blogwalker. Maklum, inilah satu"nya cara agar blogku dapat dikunjungi banyak orang. Dengan mengunjungi blog lain dan meninggalkan komen di dalamnya, aku berharap yang punya blog akan sudi mengunjungi blogku dan (lagi") sudi memberikan komen di salah satu postinganku. Itung" membantu salah satu blogger juga untuk meningkatkan traffic blognya.

Salah satu alasan aku rajin blogging saat kuliah dulu karena aku bergabung di salah satu organisasi kemahasiswaan di kampus. Saat itu aku bergabung di Departemen Komunikasi dan Informatikanya. Kebetulan, aku ditarik oleh salah seorang kawanku (yang saat itu jadi menterinya) karena aku punya concern di bidang dunia per-web-an (halah)

Selama setahun penuh, aku diminta mengurusi web organisasi kemahasiswaan itu. Tak ayal, agar bisa menulis dengan baik di web tersebut, aku berlatih untuk menulis di blog pribadiku. Hari" kulalui dengan surfing, surfing, dan surfing (dan posting, posting dan posting tentunya). Saat itu aku hanya berpikir agar organisasi kemahasiswaanku itu bisa berkibar namanya di dunia maya. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tapi itu dulu,
sekarang twitter berkembang pesat. Sekarang, blogger" labil sepertiku lebih senang ngeblog dalam 140 karakter. Lebih praktis dan efisien, kurasa.

Lah?
Sekarang kok kembali ke blogosphere lagi?

Err, sepertinya titel blogger labil belum bisa hilang sepenuhnya dari diriku. Hihihi