Friday, 20 January 2017

jangan sampai menyesal selamanya hanya gara-gara duri di jalan kebenaran, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah berkata:

‏إذا صعب عليك إزالة الشوك من الطريق لكبره أو لكثرته فلا تتوقف! فالوصول مع شيء من الألم خير من الوقوف مع طول الندم.

"Jika berat bagimu untuk menyingkirkan duri dari jalan karena besarnya atau karena banyaknya, maka janganlah berhenti berjalan karena sampai di tujuan walaupun disertai sedikit kepedihan, itu lebih baik dibandingkan berhenti disertai penyesalan berkepanjangan."

Baarakallahufiikum

Thursday, 19 January 2017

rintangan-rintangan di jalan kebenaran, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah berkata:

‏احذر من آفات الطريق: زخرفة الدنيا، النفس الأمارة، وسوسة الشيطان، رفقاء السوء، علماء الضلالة.

"Waspadailah rintangan-rintangan di jalan; perhiasan dunia, jiwa yang selalu menyuruh keburukan, was-was syaithan, teman-teman yang buruk, dan para ulama yang sesat."

Baarakallahufiikum

Wednesday, 18 January 2017

siapapun yang tidak jujur pasti akan terhina dan hancur, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Hamid Khamis al-Junaiby hafizhahullah berkata:

‏أهل الإيمان مِيزتهم الصدق، وأهل الفجور مِيزتهم الكذب،
ومن تأمل التاريخ وجد أن الكاذب مدحور لا محالة، مهما تظاهر بلباس أهل الحق وحاول مجاراتهم.

"Orang-orang yang beriman karakteristik mereka adalah kejujuran, sedangkan orang-orang jahat karakteristik mereka adalah kedustaan. Dan siapa saja yang memperhatikan sejarah, niscaya dia akan mendapati bahwa pendusta pasti terbuang dengan hina, betapapun dia pura-pura mengenakan pakaian orang-orang yang mengikuti kebenaran serta berusaha untuk sejalan dengan mereka."

Baarakallahufiikum

Tuesday, 17 January 2017

pentingnya tawakkal dalam menempuh jalan kebenaran, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah berkata:

‏اعلم أنك إذا أردت السير في الطريق دون توكل على الله ودعائه والاستعانة به، فلن توفق في أوله، أو ستخذل في وسطه، أو تنحرف عند نهايته.

"Ketahuilah; sesungguhnya jika engkau ingin menempuh jalan tanpa tawakkal kepada Allah, doa, dan memohon pertolongan kepada-Nya, maka engkau tidak akan mendapat taufiq di awal perjalanan, atau ditelantarkan di tengah perjalanan, atau menyimpang di akhir perjalanan."

Baarakallahufiikum

Monday, 16 January 2017

bolehkah menggunakan kartu kredit, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian bank ada yang menerbitkan kartu-kartu seperti kartu visa, sebagai ganti bagi seseorang yang bertransaksi dengan tempat-tempat usaha (barang atau jasa) menggunakan uang cash cukup dengan menunjukkan kartu ini dan dia bisa mengambil barang yang dia inginkan, kemudian dia membayar jumlah yang harus dia bayar dari bank yang bekerja sama dengan nasabah, hanya saja disyaratkan pada perjanjian antara nasabah dan pihak bank di awal bahwa jika pelunasan pinjaman tersebut terlambat dari waktu yang telah ditetapkan, ada biaya-biaya yang harus dibayar.

Jawaban: Masalahnya adalah seseorang mengambil sebuah kartu dari bank, dan jika dia membeli berbagai kebutuhannya maka dia cukup menunjukkan kartu tersebut kepada penjual, dan pihak bank yang akan membayarkannya terlebih dahulu, namun jika dia melunasi ke pihak bank pada waktu yang ditentukan maka dia tidak membayar selain yang dia pinjam tadi, sedangkan jika terlambat maka harus membayar biaya tambahan (denda).

Saya katakan: Sesungguhnya yang seperti ini haram hukumnya, karena semata-mata komitmen seseorang untuk menerima transaksi dengan riba hukumnya haram, sama saja apakah terjadi riba atau tidak.

Jika seseorang ada yang mengatakan, "Saya bertekad kuat dari dalam hati saya bahwa saya akan membayar sebelum jatuh tempo."

Maka kita katakan: Ya, engkau memang bertekad untuk membayarnya sebelum jatuh tempo, namun apakah engkau bisa memastikan? Bisa saja hartamu hilang, atau dicuri, atau engkau meninggal terlebih dahulu. Jadi engkau tidak bisa memastikannya.

Allah Ta'ala berfirman:

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘُﻮﻟَﻦَّ ﻟِﺸَﻲْﺀٍ ﺇِﻧِّﻲ ﻓَﺎﻋِﻞٌ ﺫَﻟِﻚَ ﻏَﺪﺍً. ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥ ﻳَﺸَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ.

"Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan, "Aku pasti akan melakukan hal itu besok." Kecuali dengan mengatakan "Insya Allah." (QS. Al-Kahfi: 23-24)

Kemudian, sesungguhnya semata-mata komitmenmu bahwa jika telah jatuh tempo sebelum engkau membayar pinjaman bank maka engkau siap menerima untuk ditambahkan kepadamu biaya lainnya, maka sesungguhnya komitmen semacam ini adalah komitmen untuk melakukan transaksi riba, dan sudah jelas bahwa komitmen untuk melakukan transaksi riba hukumnya haram.

Oleh karena itulah maka kami menilai bahwa kartu semacam ini hukumnya haram, dan tidak boleh bagi seseorang untuk bertransaksi menggunakannya.

Tetapi jika seseorang memiliki saldo rekening di bank dan pihak penjual mau menukar ke bank maka silahkan, perkaranya mudah hanya dengan seseorang membawa cek kosong, lalu dia menuliskan jumlahnya untuk pihak penjual.

Majmu’ul Fatawa, jilid 29 halaman 127-128

Baarakallahufiikum

Sunday, 15 January 2017

kerusakan terbesar di dunia, rek

Bismillaah

Al-Imam asy-Syathiby rahimahullah berkata:

لا مفسدة في الدنيا توازي مفسدة إماتة السنّة.

"Tidak ada kerusakan di dunia ini yang semisal dengan kerusakan akibat mematikan as-Sunnah."

Al-I'tisham, halaman 465

Baaarakallahufiikum

Saturday, 14 January 2017

antara diam dan berbicara, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

‏فالتكلمُ بالخيرِ خيرٌ من السكوت عنه، والسكوتُ عن الشرِ خيرٌ من التكلم به.

"Berbicara yang baik lebih baik dibandingkan diam darinya, dan diam dari keburukan lebih baik dibandingkan berbicara dengannya."

Majmu'ul Fatawa, jilid 22 halaman 310

Baarakallahufiikum